Berita & Analisis
Harga Emas Menuju Puncak Baru: Dampak Nyata Terhentinya Penemuan Cadangan Global 2024–2025










Kondisi di mana pasokan fisik emas tercekik ketiadaan proyek baru, sementara permintaan terus melonjak, menciptakan ketidakseimbangan yang ekstrem. Di titik ini, mempertanyakan kapan harga akan turun menjadi tidak relevan. Fokus investor kini beralih pada potensi puncak harga yang bisa dicapai sebelum stok emas dunia benar-benar menipis.
Kondisi Pasar Emas
Berdasarkan data pasar terbaru pekan ini, emas sedang berada dalam fase konsolidasi yang sangat kuat di level tinggi.
Fenomena "Zero Discovery" Emas
Laporan terbaru yang dirilis pada 12 Februari 2026 mengungkapkan fakta yang mencengangkan bagi industri pertambangan. Strategis makro Tavi Costa dari Azuria Capital, menggunakan data S&P Global, menunjukkan bahwa trajectory penemuan emas dunia telah mencapai titik nadir yang bersejarah.
Sejak tahun 1990, industri pertambangan biasanya mencatat puluhan penemuan deposit besar (setidaknya 2 juta ounce) per tahun. Puncaknya terjadi pada pertengahan 1990-an dengan 20 hingga 28 penemuan tahunan. Namun, pada tahun 2023 dan 2024, dunia mencatat angka nol. Tidak ada satu pun proyek greenfield besar yang mampu secara material mengubah kurva pasokan global.
Masalahnya bukan karena perusahaan tambang berhenti mencari. Anggaran eksplorasi memang mencapai miliaran dolar, namun terjadi pergeseran drastis pada cara uang tersebut digunakan:
US Geological Survey memperkirakan hanya tersisa sekitar 54.000 hingga 57.000 ton cadangan emas ekonomi di bawah tanah. Dengan laju penambangan global sekitar 3.300 hingga 3.600 ton per tahun, cadangan ini bisa habis dalam waktu kurang dari 20 tahun jika tidak ada penemuan besar yang segera ditemukan. Ingat, dibutuhkan waktu 6 hingga 10 tahun dari saat emas ditemukan hingga emas tersebut pertama kali keluar dari pabrik pengolahan.
Di Sisi Lain, Permintaan Emas Semakin Meningkat
Di saat sisi pasokan (supply) mengalami kemacetan struktural, sisi permintaan (demand) justru menunjukkan tren yang berlawanan. Pada tahun 2025, total permintaan emas global melampaui 5.000 ton untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Memilih Kendaraan Investasi Emas: PAXG, XAUT, GLD atau Emas Digital?
Menurut Jason Gozali, Head of Research Pluang, bagi investor di tahun 2026, memiliki emas tidak lagi harus berarti menyimpan emas batangan di brankas pribadi yang justru berisiko. Teknologi blockchain dan pasar modal telah mempermudah akses ini. Di aplikasi Pluang, Anda dapat mengakses berbagai instrumen ini dengan mudah:
Mengapa Pluang Adalah Tempat Terbaik untuk Akumulasi Emas?
Menghadapi tantangan harga emas yang kini berada di level tertinggi sepanjang sejarah (mendekati Rp3 juta per gram), Pluang menawarkan solusi yang inklusif dan cerdas untuk menjaga daya beli Anda.
Dengan harga emas yang semakin mahal, membelinya dalam satuan besar (seperti 10 gram atau 100 gram) menjadi semakin sulit bagi kebanyakan orang. Pluang memungkinkan Anda untuk membeli emas mulai dari Rp10.000. Ini berarti Anda bisa mulai menabung emas meski dengan anggaran terbatas.
Salah satu cara terbaik investasi emas di tengah volatilitas tinggi adalah Dollar Cost Averaging (DCA). Melalui fitur Auto Invest di Pluang, Anda bisa mengatur pembelian emas secara otomatis setiap minggu atau setiap bulan. Strategi ini sangat efektif untuk memitigasi risiko membeli di harga puncak ("pucuk") karena harga perolehan Anda akan dirata-ratakan seiring waktu.
Meskipun Anda berinvestasi dalam bentuk emas digital atau tokenized, Pluang memberikan opsi untuk mencetak emas fisik Antam. Ini memberikan fleksibilitas seperti likuiditas digital untuk jangka pendek dan keamanan fisik untuk jangka panjang.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan/atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.
Apakah Reli Harga Emas Berlanjut atau Melting Down?
Kesimpulan bagi Investor Emas
Apa yang kita lihat hari ini adalah alarm bagi sistem keuangan dunia. Kita mengonsumsi emas lebih cepat daripada kemampuan alam mengungkap keberadaannya. Kelangkaan penemuan baru selama 24 bulan terakhir menegaskan bahwa emas yang kita tambang sekarang adalah "stok terakhir" yang sulit tergantikan. Dengan hukum kelangkaan yang bekerja, hanya ada satu jalan bagi harga emas di masa depan: terus meroket melampaui batas-batas sebelumnya.
Bagi Anda pengguna Pluang, momentum ini adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi portofolio. Jangan menunggu "harga murah" yang mungkin tidak akan pernah datang lagi. Fokuslah pada akumulasi konsisten dan gunakan instrumen digital seperti PAXG atau Emas Digital Pluang untuk fleksibilitas maksimal.


