ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Harga Emas Menuju Puncak Baru: Dampak Nyata Terhentinya Penemuan Cadangan Global 2024–2025
shareIcon

Harga Emas Menuju Puncak Baru: Dampak Nyata Terhentinya Penemuan Cadangan Global 2024–2025

9 hours ago
·
Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Harga Emas Menuju Puncak Baru: Dampak Nyata Terhentinya Penemuan Cadangan Global 2024–2025
Dunia investasi emas sedang berada di titik nadir sejarah yang mencekam. Di tengah tren harga yang terus merangkak naik, sebuah fakta mengejutkan terungkap pada Februari 2026: pasokan emas masa depan terancam. Data menunjukkan sebuah anomali yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana nol penemuan cadangan emas besar dilaporkan sepanjang periode 2024 hingga 2025. Kelangkaan absolut pada sisi hulu ini menciptakan guncangan pada pasar komoditas global dan mendefinisikan ulang nilai emas sebagai aset yang semakin terbatas.

Kondisi di mana pasokan fisik emas tercekik ketiadaan proyek baru, sementara permintaan terus melonjak, menciptakan ketidakseimbangan yang ekstrem. Di titik ini, mempertanyakan kapan harga akan turun menjadi tidak relevan. Fokus investor kini beralih pada potensi puncak harga yang bisa dicapai sebelum stok emas dunia benar-benar menipis.

Kondisi Pasar Emas

Berdasarkan data pasar terbaru pekan ini, emas sedang berada dalam fase konsolidasi yang sangat kuat di level tinggi.

  • Harga Spot Emas Global: Bertahan di kisaran $4.985 – $5.111 per troy ounce. Para analis dari J.P. Morgan memproyeksikan harga emas akan segera menguji level psikologis baru di $5.200 seiring dengan ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.
  • Harga Domestik (Antam di Pluang): Berada di level Rp2.947.000 per gram (per 13 Februari 2026), menunjukkan ketahanan yang luar biasa meski terdapat fluktuasi nilai tukar Rupiah.
  • Sentimen Utama: Pasar sedang mencerna laporan bahwa cadangan emas dunia bisa terkuras secara signifikan dalam dua dekade ke depan jika tren penemuan nol ini berlanjut.

Fenomena "Zero Discovery" Emas

Laporan terbaru yang dirilis pada 12 Februari 2026 mengungkapkan fakta yang mencengangkan bagi industri pertambangan. Strategis makro Tavi Costa dari Azuria Capital, menggunakan data S&P Global, menunjukkan bahwa trajectory penemuan emas dunia telah mencapai titik nadir yang bersejarah.

1. Angka Nol yang Belum Pernah Terjadi

Sejak tahun 1990, industri pertambangan biasanya mencatat puluhan penemuan deposit besar (setidaknya 2 juta ounce) per tahun. Puncaknya terjadi pada pertengahan 1990-an dengan 20 hingga 28 penemuan tahunan. Namun, pada tahun 2023 dan 2024, dunia mencatat angka nol. Tidak ada satu pun proyek greenfield besar yang mampu secara material mengubah kurva pasokan global.

2. Anggaran Eksplorasi yang Salah Sasaran

Masalahnya bukan karena perusahaan tambang berhenti mencari. Anggaran eksplorasi memang mencapai miliaran dolar, namun terjadi pergeseran drastis pada cara uang tersebut digunakan:

  • Tahun 1990-an: Sekitar 50% anggaran digunakan untuk mencari wilayah baru (grassroots).
  • Tahun 2024-2026: Angka ini anjlok menjadi hanya 19%.
  • Risiko Rendah: Perusahaan tambang kini lebih suka bermain aman dengan memperpanjang usia tambang yang sudah ada daripada mengambil risiko tinggi menjelajahi wilayah baru. Akibatnya, kualitas bijih emas (grade) yang diekstraksi terus menurun, yang secara otomatis menaikkan biaya produksi per ounce.

3. Tekanan pada Supply Curve

US Geological Survey memperkirakan hanya tersisa sekitar 54.000 hingga 57.000 ton cadangan emas ekonomi di bawah tanah. Dengan laju penambangan global sekitar 3.300 hingga 3.600 ton per tahun, cadangan ini bisa habis dalam waktu kurang dari 20 tahun jika tidak ada penemuan besar yang segera ditemukan. Ingat, dibutuhkan waktu 6 hingga 10 tahun dari saat emas ditemukan hingga emas tersebut pertama kali keluar dari pabrik pengolahan.

Di Sisi Lain, Permintaan Emas Semakin Meningkat

Di saat sisi pasokan (supply) mengalami kemacetan struktural, sisi permintaan (demand) justru menunjukkan tren yang berlawanan. Pada tahun 2025, total permintaan emas global melampaui 5.000 ton untuk pertama kalinya dalam sejarah.

  • Bank Sentral sebagai Pembeli Utama: Bank sentral dunia (seperti China, India, Polandia, dan Turki) telah membeli lebih dari 1.000 ton emas setiap tahunnya sejak 2022. Motivasi mereka jelas: diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
  • Emas sebagai Safe Haven: Di tengah inflasi global yang persisten dan ketegangan geopolitik, emas tetap menjadi instrumen perlindungan kekayaan nomor satu. Nilai transaksi tahunan emas di pasar global kini mencapai US$555 miliar.

Memilih Kendaraan Investasi Emas: PAXG, XAUT, GLD atau Emas Digital?

Menurut Jason Gozali, Head of Research Pluang, bagi investor di tahun 2026, memiliki emas tidak lagi harus berarti menyimpan emas batangan di brankas pribadi yang justru berisiko. Teknologi blockchain dan pasar modal telah mempermudah akses ini. Di aplikasi Pluang, Anda dapat mengakses berbagai instrumen ini dengan mudah:

  1. PAX Gold (PAXG): Ini adalah token digital yang setiap kepingnya dijamin oleh satu troy ounce emas fisik London Good Delivery yang disimpan di brankas Brink's. PAXG menawarkan keunggulan unik: ia menggabungkan keamanan emas fisik dengan kecepatan dan likuiditas teknologi blockchain. Anda bisa memindahkan atau memperdagangkan emas Anda 24/7 tanpa hari libur.
  2. Tether Gold (XAUT): Mirip dengan PAXG, XAUT memberikan kepemilikan atas emas fisik spesifik di brankas Swiss. Ini adalah pilihan populer bagi pengguna ekosistem Tether yang ingin memiliki aset lindung nilai yang stabil. Selain itu, di Pluang, kamu juga bisa membeli future XAUT yaitu XAUTUSDT-PERP
  3. SPDR Gold Shares (GLD): Bagi Anda yang lebih nyaman bermain di pasar saham, GLD adalah ETF emas terbesar di dunia. GLD melacak harga emas spot dan merupakan cara paling efisien bagi investor institusi maupun ritel untuk mendapatkan eksposur harga emas tanpa repot mengurus penyimpanan fisik. Di Pluang, kamu juga bisa membeli GLD call option apabila bullish terhadap emas dan put option untuk mendapatkan keuntungkan ketika harga emas mengalami penurunan. 
  4. Emas Digital (Antam/UBS): Investasi emas fisik mulai dari nominal kecil dengan opsi Tarik Fisik ke logam mulia asli.

Mengapa Pluang Adalah Tempat Terbaik untuk Akumulasi Emas?

Menghadapi tantangan harga emas yang kini berada di level tertinggi sepanjang sejarah (mendekati Rp3 juta per gram), Pluang menawarkan solusi yang inklusif dan cerdas untuk menjaga daya beli Anda.

A. Fractional Investment

Dengan harga emas yang semakin mahal, membelinya dalam satuan besar (seperti 10 gram atau 100 gram) menjadi semakin sulit bagi kebanyakan orang. Pluang memungkinkan Anda untuk membeli emas mulai dari Rp10.000. Ini berarti Anda bisa mulai menabung emas meski dengan anggaran terbatas.

B. Fitur Pocket & Auto Invest (DCA)

Salah satu cara terbaik investasi emas di tengah volatilitas tinggi adalah Dollar Cost Averaging (DCA). Melalui fitur Auto Invest di Pluang, Anda bisa mengatur pembelian emas secara otomatis setiap minggu atau setiap bulan. Strategi ini sangat efektif untuk memitigasi risiko membeli di harga puncak ("pucuk") karena harga perolehan Anda akan dirata-ratakan seiring waktu.

C. Penarikan Fisik yang Terjamin

Meskipun Anda berinvestasi dalam bentuk emas digital atau tokenized, Pluang memberikan opsi untuk mencetak emas fisik Antam. Ini memberikan fleksibilitas seperti likuiditas digital untuk jangka pendek dan keamanan fisik untuk jangka panjang.

D. Keamanan dan Regulasi

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan/atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.



Apakah Reli Harga Emas Berlanjut atau Melting Down?

  1. Skenario Bullish (Reli Berlanjut): Ini adalah skenario yang paling didukung oleh data fundamental. Dengan pasokan tambang yang mendatar (plateau) dan permintaan bank sentral yang agresif, emas berpotensi menembus $6.000 per ounce dalam 2-3 tahun ke depan. Kelangkaan adalah pendorong harga terkuat dalam sejarah ekonomi.
  2. Skenario Steady (Stabil di Level Saat Ini): Emas mungkin akan tertahan di kisaran $4.800 - $5.100 jika bank sentral mulai mengerem pembelian mereka atau jika suku bunga riil global tetap tinggi secara ekstrem. Namun, level ini tetap menjadi "normal baru" bagi emas.
  3. Skenario Melting Down (Kejatuhan): Skenario ini sangat kecil kemungkinannya terjadi secara struktural. Koreksi tajam mungkin terjadi (misalnya 10-15%) jika terjadi aksi ambil untung masal, namun ketiadaan pasokan baru akan bertindak sebagai "floor price” yang kuat untuk mencegah harga jatuh terlalu dalam.

Kesimpulan bagi Investor Emas

Apa yang kita lihat hari ini adalah alarm bagi sistem keuangan dunia. Kita mengonsumsi emas lebih cepat daripada kemampuan alam mengungkap keberadaannya. Kelangkaan penemuan baru selama 24 bulan terakhir menegaskan bahwa emas yang kita tambang sekarang adalah "stok terakhir" yang sulit tergantikan. Dengan hukum kelangkaan yang bekerja, hanya ada satu jalan bagi harga emas di masa depan: terus meroket melampaui batas-batas sebelumnya.

Bagi Anda pengguna Pluang, momentum ini adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi portofolio. Jangan menunggu "harga murah" yang mungkin tidak akan pernah datang lagi. Fokuslah pada akumulasi konsisten dan gunakan instrumen digital seperti PAXG atau Emas Digital Pluang untuk fleksibilitas maksimal.

Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1