ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Gejolak Greenland: Panduan Navigasi ETF dan Saham AS di Pluang
shareIcon

Gejolak Greenland: Panduan Navigasi ETF dan Saham AS di Pluang

22 Jan 2026, 7:20 AM
·
Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Gejolak Greenland: Panduan Navigasi ETF dan Saham AS di Pluang
Sentimen risk-off kembali menyelimuti pasar global menyusul eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump dengan Uni Eropa. Pemicunya? Ambisi Trump untuk mengakuisisi Greenland yang kini berujung pada ancaman tarif baru dan pembekuan kerja sama dagang lintas Atlantik.

Kronologi: Dari Isu Wilayah ke Perang Dagang

Pada Selasa (20/1/2026), Parlemen Eropa resmi memutuskan untuk menunda ratifikasi perjanjian dagang penting dengan AS. Langkah ini diambil sebagai respons atas ancaman Trump yang akan memberlakukan tarif tambahan terhadap negara-negara Eropa (termasuk Prancis dan Jerman) jika mereka menghalangi keinginan AS atas wilayah otonom Denmark, Greenland.

Padahal, perjanjian yang disepakati di Turnberry pada Juli lalu ini diharapkan menjadi "pendingin" setelah gejolak tarif 15% yang sempat melanda tahun sebelumnya. Namun, dengan berakhirnya masa penangguhan tarif balasan senilai €93 miliar pada 6 Februari mendatang, dunia kini bersiap menghadapi kemungkinan perang dagang skala penuh.

Reaksi Pasar: Ekuitas Memerah, Aset Aman Melambung

Kabar ini langsung memicu kepanikan di lantai bursa. Ketidakpastian mengenai masa depan hubungan dagang AS-UE—yang menyumbang hampir sepertiga perdagangan global—membuat investor menarik dana dari aset berisiko.

  • Wall Street Tertekan: S&P 500 anjlok lebih dari 2%, sementara Nasdaq yang sarat saham teknologi terkoreksi hingga 2,4%.
  • Bursa Eropa Lesu: Indeks saham utama di Eropa mencatatkan kerugian hari kedua berturut-turut.
  • Safe Haven Berjaya: Harga emas melonjak menembus level psikologis baru di atas $4.800 per ons, sementara perak tetap berada di level tertinggi historisnya.

Aset Apa Saja Yang Mendapat Imbas Dari Perang Ini?

Eskalasi ketegangan antara Washington dan Brussels bukan sekadar isu politik; ini adalah guncangan makro yang mengubah peta risiko investasi. Dengan Uni Eropa yang siap mengaktifkan "Trade Bazooka" senilai €93 miliar dan Trump yang menggunakan tarif sebagai alat negosiasi teritorial, investor perlu melakukan rebalancing portofolio secara presisi.

Sektor Terdapat Imbas Negatif 

Konflik ini menciptakan tekanan jual pada aset yang bergantung pada stabilitas perdagangan global dan biaya input manufaktur.

  1. Indeks Saham Utama (ETF: QQQ & SPY)
    • Analisis: Nasdaq 100 (QQQ) dan S&P 500 (SPY) sangat sensitif terhadap risiko sistemik. Kenaikan biaya impor akibat tarif akan memicu inflasi sisi penawaran (supply-side inflation), yang dapat memaksa The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
    • Dampak: Koreksi pada saham pertumbuhan (growth stocks) karena peningkatan equity risk premium.
  2. Sektor Otomotif & Manufaktur (Saham: TSLA, STLA)
    • Analisis: Uni Eropa mengancam akan membalas dengan tarif pada produk ikonik AS. Tesla (TSLA) berisiko terkena hambatan ekspor ke pasar Eropa yang krusial. Sebaliknya, produsen seperti Stellantis (STLA) yang memiliki basis produksi besar di Eropa akan terjepit oleh biaya tarif jika mengekspor ke AS.
    • Dampak: Penurunan margin laba akibat hambatan dagang lintas Atlantik.
  3. ETF Saham Internasional (ETF: VEA)
    • Analisis: Vanguard FTSE Developed Markets ETF (VEA) memiliki eksposur besar pada saham-saham Eropa (Jerman, Prancis, UK). Dengan ancaman tarif 10%-25% terhadap ekonomi utama Eropa, prospek pertumbuhan emiten di dalam ETF ini akan tertekan hebat.

Sektor Yang Mendapatkan Angin Segar

Di tengah kepanikan, instrumen safe-haven dan sektor yang diuntungkan oleh ketegangan geopolitik justru menunjukkan performa superior.

  1. Emas dan Logam Mulia (Aset: Emas Fisik & ETF: SLV)
    • Analisis: Emas telah menembus $4.800/oz karena investor mencari perlindungan dari depresiasi mata uang dan volatilitas saham. Di Pluang, Anda dapat memanfaatkan fitur Emas langsung atau melalui iShares Silver Trust (SLV) untuk diversifikasi logam mulia.
    • Dampak: Penguatan harga seiring meningkatnya permintaan aset "anti-krisis".
  2. Sektor Pertahanan & Keamanan (Saham: LMT, PLTR, NOC)
    • Analisis: Ketegangan mengenai kedaulatan wilayah (Greenland) dan ancaman koersi militer-ekonomi mempercepat siklus belanja pertahanan global (defense supercycle).
      • Lockheed Martin (LMT): Kontraktor pertahanan terbesar di dunia yang mendapat sentimen positif dari peningkatan anggaran NATO.
      • Palantir (PLTR): Sebagai pemimpin perangkat lunak intelijen dan pertahanan berbasis AI, Palantir menjadi krusial dalam era perang asimetris dan keamanan siber yang diprediksi memuncak di 2026.
      • Northrop Grumman (NOC): Diunggulkan oleh analis karena visibilitas kontrak jangka panjangnya dalam teknologi penangkis rudal dan pesawat siluman.
  3. Saham Rendah Volatilitas (ETF: SPLV atau SPHD)
    • Analisis: Saat pasar bergejolak, investor cenderung berpindah ke saham-saham defensive (utilitas, konsumsi primer). Invesco S&P 500 Low Volatility ETF (SPLV) di Pluang dirancang untuk meminimalisir penurunan saat market sedang crash.

Mengapa Pluang Menjadi Aplikasi Saham Terbaik untuk Kategori Professional?

Dalam dunia trading profesional, platform bukan sekadar alat transaksi, melainkan perpanjangan dari strategi trader itu sendiri. Pluang telah memposisikan diri sebagai platform dengan performa tinggi yang dirancang untuk mendukung strategi trading kompleks dan manajemen aset multi-dimensi.

1. Ekosistem Multi-Aset Terlengkap (2.000+ Aset)

Pluang memegang predikat sebagai Most Complete Trading App. Trader tidak perlu lagi melakukan fragmentasi modal di berbagai aplikasi berbeda. Anda dapat menangkap momentum bullish di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus melakukan positioning pada saham-saham high-growth di NYSE dan Nasdaq secara simultan. Keberadaan lebih dari 2.000 aset, termasuk Indeks S&P 500, memberikan fleksibilitas tanpa batas dalam menyusun portofolio.

2. Efisiensi Biaya: Spread Kompetitif & Likuiditas USDT

Bagi scalper dan day trader, biaya transaksi adalah musuh utama profitabilitas bersih. Pluang menawarkan salah satu spread paling kompetitif di industri. Selain itu, penggunaan USDT sebagai salah satu basis aset memberikan efisiensi konversi dan kecepatan likuiditas yang krusial bagi mereka yang bergerak di pasar yang sangat volatil.

3. Teknologi Aura AI: Keunggulan Informasi Real-Time

Di pasar yang bergerak dalam hitungan milidetik, informasi adalah komoditas paling berharga. Fitur Trade with Aura AI memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melakukan kurasi sentimen pasar global secara instan. Aura AI membantu trader mengidentifikasi sinyal pasar, membaca berita makroekonomi yang berdampak, dan memberikan ringkasan analisis yang memitigasi risiko bias emosional.

4. High Leverage Options untuk Maksimalisasi Profit

Pluang memahami kebutuhan trader profesional akan daya ungkit (leverage).

  • 4x Leverage pada AI Stocks: Memungkinkan trader mengambil posisi lebih besar pada saham-saham sektor teknologi AI yang dapat ditradingkan 24 jam.
  • 25x Leverage pada Crypto Futures: Memberikan peluang keuntungan maksimal pada volatilitas aset digital dengan manajemen margin yang ketat.

5. Instrumen Derivatif Lanjutan (US Stock Options)

Tidak hanya spot trading, Pluang mendukung US Stocks Options (Long & Short). Ini adalah fitur krusial bagi trader profesional untuk menjalankan strategi hedging (lindung nilai) saat pasar sedang bearish atau melakukan spekulasi pada volatilitas harga menjelang rilis laporan keuangan (earnings call).

6. Keamanan Tingkat Institusi

Keamanan modal adalah prioritas mutlak. Dana nasabah di Pluang disimpan secara terpisah (segregated) di bank kustodian berizin dan diawasi ketat oleh regulator terkait. Seluruh data transaksi dilindungi dengan enkripsi standar internasional, memastikan ketenangan pikiran saat Anda mengelola aset dalam skala besar.

Strategi Yang Dapat Diperhatikan

Krisis "Greenland" ini membuktikan bahwa risiko geopolitik dapat muncul dari arah yang tidak terduga. Bagi investor jangka panjang, ini adalah saat yang tepat untuk:

  • Diversifikasi ke Aset Aman: Mempertimbangkan alokasi pada emas untuk meredam volatilitas saham.
  • Pantau Deadline 6 Februari: Tanggal ini akan menjadi penentu apakah perang dagang total akan pecah atau akan ada kesepakatan di menit-menit terakhir (seperti yang disarankan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent).
  • Wait and See pada Saham Ekspor: Berhati-hati terhadap paparan berlebih pada perusahaan multinasional yang memiliki eksposur pendapatan besar di pasar Eropa.

Dunia kini menanti pertemuan darurat Uni Eropa di Brussels hari Kamis ini. Selama retorika tarif masih memanas, pasar diperkirakan akan tetap berada dalam mode defensif. Tetap waspada dan pastikan manajemen risiko Anda tetap terjaga.

Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1