ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Mengapa Investor Lari ke ETH & XRP Saat Harga Bitcoin Turun?
shareIcon

Mengapa Investor Lari ke ETH & XRP Saat Harga Bitcoin Turun?

9 Feb 2026, 7:11 AM
·
Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Mengapa Investor Lari ke ETH & XRP Saat Harga Bitcoin Turun?
Pasar kripto sedang berada di persimpangan jalan. Di tengah volatilitas hebat yang membawa Bitcoin (BTC) menyentuh titik terendahnya sejak awal 2023, muncul sebuah teori menarik dari tokoh veteran industri, Arthur Hayes. Co-founder BitMEX ini menyoroti bahwa biang kerok di balik anjloknya harga bukan sekadar sentimen ritel, melainkan mekanisme internal produk institusional yang disebut "Delta Hedging."

Key Takeaways

  • Mekanisme Hedging: Dealer ETF terpaksa menjual BTC saat harga turun untuk menyeimbangkan posisi risiko mereka.
  • Eksodus ETF: BlackRock dan Fidelity mencatat outflow ratusan juta dolar dalam sehari pada awal Februari.
  • Rotasi Modal: Investor institusi tidak keluar dari kripto sepenuhnya, melainkan memindahkan dana ke ETH dan XRP.
  • Sentimen Makro: Bitcoin semakin sensitif terhadap pergerakan pasar saham teknologi dan kebijakan suku bunga.

Teori Arthur Hayes: Jebakan Likuiditas di Balik ETF

Arthur Hayes menjelaskan bahwa penurunan harga Bitcoin belakangan ini diperparah oleh strategi manajemen risiko dari institusi keuangan besar (dealer) yang menerbitkan produk terstruktur terkait ETF Bitcoin, seperti iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock.

Bagaimana "Delta Hedging" Bekerja?

Menurut Hayes, bank-bank besar sering kali menjual catatan terstruktur (structured notes) kepada klien institusional dengan fitur perlindungan modal. Masalah muncul ketika harga Bitcoin turun mencapai level tertentu (titik pemicu):

  1. Pemicu Risiko: Saat harga Bitcoin (BTC) mendekati batas bawah proteksi, dealer harus menjual aset dasar (Bitcoin) secara agresif untuk tetap netral secara risiko (risk-neutral).
  2. Lingkaran Setan: Penjualan massal oleh institusi ini menekan harga lebih jauh, yang kemudian memicu level stop-loss atau hedging berikutnya.
  3. Amplifikasi Volatilitas: Hayes menegaskan ini bukan konspirasi untuk menjatuhkan pasar, melainkan mekanisme teknis yang mempercepat penurunan harga (atau kenaikan) di pasar kripto yang likuiditasnya belum sedalam pasar ekuitas tradisional.

Rapor Merah ETF Bitcoin di Awal 2026

Data menunjukkan bahwa euforia ETF mulai mendingin. Setelah menarik puluhan ribu BTC tahun lalu, tren berbalik arah secara drastis:

  • Eksodus Dana: Sepanjang Januari 2026, investor menarik lebih dari US$3 miliar dari ETF Bitcoin AS.
  • Kamis Berdarah: Pada satu hari perdagangan (awal Februari), arus keluar bersih mencapai US$434 juta. BlackRock mencatat outflow sebesar US$175 juta, disusul Fidelity (US$109 juta) dan Grayscale (US$75 juta).
  • Efek Domino: Tidak ada satu pun dari 12 ETF Bitcoin yang mencatat inflow (arus masuk) pada hari tersebut, menandakan keraguan massal di tingkat institusi.

Strategi Rotasi Modal: Ethereum dan XRP Jadi Pilihan

Menariknya, meskipun Bitcoin mengalami tekanan jual hebat, dana investor tidak sepenuhnya keluar dari ekosistem kripto. Terjadi fenomena Rotasi Modal:

  • Ethereum (ETH) Bertahan: Di saat BTC berdarah, ETF Ethereum justru mencatat inflow sekitar US$14 juta.
  • XRP Jadi Primadona Baru: Produk investasi berbasis XRP secara mengejutkan menarik dana hingga US$20 juta.

Ini mengindikasikan bahwa investor institusional kini lebih selektif. Mereka mulai melihat Bitcoin sebagai aset "berisiko tinggi" yang sensitif terhadap makroekonomi (seperti kebijakan The Fed), sementara mencari perlindungan pada aset dengan narasi utilitas yang berbeda seperti ETH dan XRP.

Apa yang Harus Diperhatikan Investor?

Meski Bitcoin sempat memantul (rebound) 11% ke level US$70.000 setelah aksi borong di harga murah (buy the dip), para analis memperingatkan agar tidak terburu-buru merayakan kemenangan.

Ada beberapa indikator kunci yang perlu dipantau dalam beberapa minggu ke depan:

  1. Titik Support Kritis: Banyak analis, termasuk dari 10X Research, memprediksi harga masih berpotensi menguji level US$50.000 - US$60.000 jika arus keluar ETF tidak segera stabil.
  2. Kesehatan Penambang (Mining): Kesulitan penambangan Bitcoin jatuh ke titik terendah sejak 2021, menandakan stres pada ekosistem pendukung BTC.
  3. Faktor Makro: Pergerakan saham teknologi AS dan kekhawatiran terkait disrupsi AI terus membayangi aset berisiko.

 Step-by-step Cara Menghadapi Volatilitas ETF

  1. Pantau Arus Dana (Flow): Periksa data harian inflow/outflow ETF melalui penyedia data seperti SoSoValue atau Bloomberg.
  2. Cek Level Psikologis: Perhatikan Moving Average 200 hari (saat ini di kisaran US$58,000 - US$60,000).
  3. Diversifikasi: Pertimbangkan aset yang mencatat inflow positif seperti Ethereum jika Bitcoin sedang tertekan.

Comparison Table: Bitcoin vs. Altcoin Flow

Fitur

ETF Bitcoin (BTC)

ETF Ethereum (ETH) / XRP

Tren Arus Dana

Outflow Deras (Negatif)

Inflow Moderat (Positif)

Karakteristik

Aset Berisiko Utama (Proxy Makro)

Aset Utilitas / Rotasi Nilai

Sentimen Institusi

De-risking (Pengurangan Risiko)

Selective Accumulation

Risks & Considerations

  • Volatilitas Tinggi: Harga kripto dapat berubah drastis dalam hitungan jam akibat mekanisme hedging otomatis.
  • Risiko Likuiditas: Jika outflow terus berlanjut, likuiditas pasar bisa menipis dan memperlebar spread harga.
  • Ketergantungan Makro: Kinerja ETF sangat bergantung pada kondisi ekonomi global dan pasar saham AS.

FAQ

  1. Kenapa Bitcoin turun padahal ada ETF? ETF memudahkan institusi masuk, namun juga mempercepat aksi jual saat terjadi strategi hedging teknis.
  2. Apa itu Delta Hedging dalam bahasa sederhana? Cara bank "main aman" dengan menjual Bitcoin saat harga turun agar mereka tidak rugi besar.
  3. Apakah ini berarti Bitcoin akan terus turun? Tidak pasti, namun analis memantau level US$60.000 sebagai support kuat.
  4. Ke mana perginya uang dari ETF Bitcoin? Sebagian keluar ke tunai, sebagian masuk ke Ethereum dan XRP.
  5. Siapa Arthur Hayes? Co-founder BitMEX dan pengamat pasar kripto terkemuka.
  6. Apakah BlackRock sedang menjual Bitcoin mereka? Ya, jika terjadi outflow dari produk IBIT mereka, mereka wajib menjual BTC yang mendasarinya.
  7. Apa dampak penurunan mining difficulty? Menandakan ekosistem penambangan sedang tertekan, yang sering dikaitkan dengan fase bearish.
  8. Apakah aman membeli sekarang? Tergantung profil risiko; pasar saat ini sangat fluktuatif (High Risk).

Kesimpulan

Pasar kripto kini memasuki fase baru yang didominasi oleh strategi perdagangan kompleks institusional. Penurunan harga bukan lagi sekadar masalah "ketakutan ritel", melainkan hasil dari interaksi rumit antara produk turunan ETF dan manajemen risiko global. Bagi Sobat Cuan, ini adalah waktu untuk lebih cermat dalam diversifikasi dan memperhatikan titik-titik likuiditas institusional.

Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1