ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Era Baru The Fed, Benarkah Saham, Emas dan Perak Semakin Bullish?
shareIcon

Era Baru The Fed, Benarkah Saham, Emas dan Perak Semakin Bullish?

7 hours ago
·
Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Era Baru The Fed, Benarkah Saham, Emas dan Perak Semakin Bullish?
Pasar keuangan global tengah bersiap menghadapi transisi kepemimpinan penting di Federal Reserve (The Fed). Dengan nominasi Kevin Warsh sebagai calon pengganti Jerome Powell pada Mei 2026, arah kebijakan moneter AS memasuki babak baru yang penuh spekulasi. Bagi investor Indonesia, hal ini akan menentukan arah pergerakan indeks saham, dolar AS, hingga komoditas seperti emas dan perak. Apalagi dolar AS diperkirakan masih overvalued dan berpotensi melemah 3–5% tahun ini, yang dapat menjadi sentimen positif bagi pasar negara berkembang.

Key Takeaways

  • Suku Bunga Januari Tetap: The Fed mempertahankan suku bunga di level 3,5–3,75% seiring stabilnya angka pengangguran (4,4%) dan inflasi.
  • Efek Kevin Warsh: Nominasi Warsh memicu ekspektasi kebijakan yang lebih "dovish" (longgar) di jangka pendek untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja.
  • Proyeksi Suku Bunga: J.P. Morgan memprediksi Fed akan hold sepanjang 2025, namun pasar mulai memperhitungkan pemangkasan yang lebih dalam di paruh kedua 2026 di bawah kepemimpinan Warsh.
  • Strategi Investasi: Bullish pada aset risiko (saham teknologi) dan emas sebagai instrumen lindung nilai (hedge) selama transisi kebijakan.

Beli ETF SLV di Sini!

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Quick Facts Table

Indikator

Status/Proyeksi

Dampak Pasar

Suku Bunga Saat Ini

3,5% - 3,75% (Januari 2026)

Netral

Calon Ketua Fed

Kevin Warsh (Mulai Mei 2026)

Bullish (Aset Risiko)

Target Inflasi

2,0% (Saat ini di kisaran 2,8%)

Menantang

Angka Pengangguran

4,4% (Stabil)

Mendukung Hold

Target Emas 2026

USD 5.000-6.000/oz

Bullish

Memahami Outlook Suku Bunga 2026

Meskipun ekonomi AS menunjukkan ketahanan dengan data tenaga kerja yang stabil, pasar mulai mempertanyakan: Kapan suku bunga akan turun?

Michael Feroli, Kepala Ekonom AS di J.P. Morgan, mencatat bahwa proses disinflasi saat ini berlangsung bertahap. Namun, kehadiran Kevin Warsh diprediksi akan mengubah peta suara di dalam komite Fed (FOMC). Warsh berargumen bahwa suku bunga yang terlalu tinggi saat ini menghambat potensi pertumbuhan AS yang didorong oleh produktivitas AI.

Saat ini, mayoritas anggota FOMC masih bersikap konservatif. Warsh perlu meyakinkan setidaknya tiga anggota voting lainnya untuk meloloskan pemangkasan suku bunga guna menghidupkan kembali pasar tenaga kerja yang sempat stagnan di akhir 2025.

Kevin Warsh: Dari "Hawk" Menjadi "Dove"?

Kevin Warsh dikenal sebagai anggota dewan Fed termuda (2006-2011) yang dulunya sangat berhati-hati terhadap inflasi (hawkish). Namun, pandangannya kini bergeser.

  1. Optimisme AI: Warsh percaya lonjakan produktivitas akibat AI dapat menekan inflasi secara alami meskipun ekonomi tumbuh pesat.
  2. Dukungan Pertumbuhan: Ia menilai suku bunga yang lebih rendah dapat mengangkat pertumbuhan AS 1% di atas tren jangka panjang tanpa memicu inflasi berlebih.
  3. Independensi Fed: Meskipun dinominasikan oleh Presiden Trump, rekam jejak Warsh menunjukkan ia tetap kritis terhadap kebijakan neraca keuangan (balance sheet) Fed yang terlalu besar.

Dampak Terhadap Saham, Emas, Perak, dan Dolar

1. Saham (Equities) – Bullish (Index)

Pasar saham AS tetap didukung oleh laba korporasi yang kuat, terutama sektor teknologi yang diprediksi tumbuh 31% pada 2026. Kebijakan Warsh yang pro-pertumbuhan dan potensi pelemahan USD akan menguntungkan emiten teknologi dengan pendapatan luar negeri yang besar.

Strategi: Tetap positif pada indeks saham global, terutama AS dan Asia (ex-Japan).

2. Emas dan Perak – Peluang Buy on Weakness

Meskipun sempat terkoreksi tajam setelah nominasi Warsh karena penguatan USD sesaat, prospek jangka panjang emas tetap cerah. Secara historis, transisi kepemimpinan Fed sering kali diiringi ketidakpastian kebijakan yang menguntungkan emas.

  • Target Harga: Menurut Pluang Research Team, emas diproyeksikan menuju kisaran USD 5.000 - 6.000/oz pada 2026.
  • Saran: Manfaatkan koreksi harga untuk melakukan average-in pada emas. Untuk perak, investor disarankan lebih berhati-hati dan mulai mengalihkan sebagian alokasi ke emas karena volatilitas yang lebih tinggi.

Beli ETF SLV di Sini!

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

3. Dolar AS (USD) – Potensi Melemah

Secara siklus, USD dinilai masih overvalued. Pemangkasan suku bunga yang lebih dalam di bawah kepemimpinan Warsh kemungkinan akan menekan USD turun sekitar 3-5% lagi tahun ini, memberikan angin segar bagi pasar negara berkembang (Emerging Markets).

Cara Berinvestasi di Tengah Transisi Fed

  1. Evaluasi Portofolio: Periksa eksposur Anda pada sektor teknologi dan emas.
  2. Pantau Yield Obligasi: Perhatikan Yield Curve. Jika suku bunga jangka pendek turun namun jangka panjang naik, ini adalah sinyal reflation trade.
  3. Diversifikasi ke EM: Manfaatkan potensi pelemahan Dolar AS (USD) dengan menambah porsi pada saham Asia atau pasar negara berkembang.
  4. DCA pada Emas: Gunakan strategi Dollar Cost Averaging saat terjadi koreksi teknis di harga emas.

Comparison Table: Powell vs. Warsh (Ekspektasi)

Fitur

Jerome Powell

Kevin Warsh (Proyeksi)

Gaya Kebijakan

Data-dependent & Hati-hati

Fokus pada Pertumbuhan & Agresif

Pandangan Inflasi

Sangat waspada (Hawkish)

Melihat inflasi sebagai efek temporer tarif

Suku Bunga

Cenderung menahan lebih lama

Ingin memangkas untuk memicu ekonomi

Neraca (Balance Sheet)

Pengetatan Kuantitatif (QT)

Mendukung pengurangan neraca yang cepat

Risks & Considerations

  • Risiko Inflasi Kembali: Jika pemangkasan suku bunga dilakukan terlalu cepat sementara produktivitas AI tidak sesuai ekspektasi, inflasi bisa melonjak kembali.
  • Hambatan Senat: Konfirmasi Kevin Warsh dapat tertunda jika penyelidikan terhadap Powell belum tuntas, menciptakan ketidakpastian pasar.
  • Volatilitas Mata Uang: Perubahan mendadak dalam kebijakan Fed dapat menyebabkan fluktuasi tajam pada nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.
  • Risiko Geopolitik: Perang dagang atau tarif baru dapat mengganggu proses disinflasi yang sedang berjalan.

Beli ETF SLV di Sini!

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

FAQ 

  1. Kapan Kevin Warsh resmi menjabat?
    Direncanakan Mei 2026 setelah masa jabatan Powell berakhir.
  2. Mengapa harga emas turun saat Warsh diumumkan?
    Itu adalah reaksi jangka pendek (relief rally USD) karena pasar sempat mengkhawatirkan kandidat yang jauh lebih dovish.
  3. Apakah suku bunga pasti turun tahun ini?
    J.P. Morgan memprediksi hold, namun pasar bertaruh ada peluang pangkas 50bps di akhir tahun.
  4. Apa dampak bunga rendah bagi saham teknologi?
    Menurunkan biaya pinjaman dan meningkatkan valuasi perusahaan bertipe growth.
  5. Mengapa Warsh mendukung pengurangan neraca Fed?
    Ia percaya neraca yang besar mendorong belanja pemerintah yang boros dan menghambat kredit swasta.
  6. Bagaimana pengaruhnya ke IHSG?
    Suku bunga AS yang lebih rendah biasanya memicu aliran modal masuk (inflow) ke pasar saham Indonesia.
  7. Apakah emas masih layak beli di harga USD 4.900?
    Ya, target 12 bulan berada di USD 5.350 seiring ketidakpastian kebijakan.
  8. Apa itu "Hawkish" dan "Dovish"?
    Hawkish mendukung bunga tinggi untuk tekan inflasi; Dovish mendukung bunga rendah untuk dorong ekonomi.

Kesimpulan: Navigasi Transisi

Menurut Jason Gozali, Head of Research Pluang, transisi menuju kepemimpinan Kevin Warsh di tahun 2026 membawa harapan akan kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Bagi investor di Pluang, periode "pause" atau jeda suku bunga saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyeimbangkan portofolio antara aset risiko yang bertumbuh (saham teknologi) dan aset aman (emas).

Beli ETF SLV di Sini!

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Reference

  • Laporan J.P. Morgan Global Research (Februari 2026), Analisis Standard Chartered Wealth Management, Bloomberg, dan data LBMA (London Bullion Market Association).
Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1