Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Crypto Outlook 2026: Menunggangi Gelombang Likuiditas dan Bitcoin sebagai Benteng Terakhir Melawan Soft QE
shareIcon

Crypto Outlook 2026: Menunggangi Gelombang Likuiditas dan Bitcoin sebagai Benteng Terakhir Melawan Soft QE

15 Jan 2026, 12:43 AM·Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Kategori
Crypto Outlook 2026: Menunggangi Gelombang Likuiditas dan Bitcoin sebagai Benteng Terakhir Melawan Soft QE

Memasuki tahun 2026, narasi ekonomi global tidak lagi sekadar berputar pada angka inflasi konsumen (CPI), melainkan pada pergeseran tektonik dalam manajemen utang negara. Kita sedang menyaksikan era Soft Quantitative Easing (Soft QE), sebuah fenomena di mana bank sentral tidak lagi mengumumkan pencetakan uang secara seremonial, namun melakukan intervensi pasar secara diam-diam untuk menjaga solvabilitas sistem.

Berbeda dengan stimulus "bazooka" di awal dekade 2020-an, Soft QE di tahun 2026 bersifat lebih teknis namun mematikan bagi pemegang uang tunai (cash). Bagi investor institusional, memahami arus likuiditas ini adalah fondasi pertahanan kekayaan.

Artikel ini akan membedah hubungan kausalitas antara suplai uang (M2) dengan Bitcoin, serta strategi memanfaatkan saham proksi (MSTR, COIN) dan instrumen derivatif (Options & Futures) di ekosistem Pluang.

1. The Macro Thesis: Jerat Utang dan Definisi "Soft QE"

Untuk memahami arah pasar crypto di 2026, kita harus melihat melampaui berita utama dan masuk ke neraca bank sentral.

  • Apa itu Soft QE?
    Strategi intervensi di mana bank sentral menyuntikkan likuiditas ke pasar repo dan obligasi pemerintah untuk menekan biaya pinjaman negara tanpa melabelinya sebagai "stimulus".
  • Ledakan M2:
    Efek samping yang tak terelakkan adalah peningkatan M2 Money Supply. Ketika suplai uang bertambah tanpa kenaikan produktivitas, devaluasi mata uang fiat menjadi kepastian matematis.

2. Transmisi Likuiditas: Mengapa Bitcoin Menjadi "Kuda Tercepat"?

Investor institusional memahami prinsip Cantillon Effect: uang baru menguntungkan aset finansial terlebih dahulu.

  • Sensitivitas Bitcoin: Bitcoin bergerak murni berdasarkan arus permintaan moneter. Korelasi historis menunjukkan setiap ekspansi neraca The Fed selalu diikuti oleh price discovery baru pada Bitcoin. Ia berfungsi sebagai "spons" raksasa yang menyerap kelebihan likuiditas fiat.

3. Matriks Strategi: Solusi Pluang untuk Tantangan Makro 2026

Berikut pemetaan masalah ekonomi makro dan solusi teknis di platform Pluang:

Tantangan Makro

Solusi Strategis

Implementasi di Pluang

Volatilitas Tinggi

Hedging & Speculation

Crypto Futures & Stock Options (Long/Short Strategy)

Exposure High Beta

Proxy Trading via Equities

Saham AS (MSTR, COIN, HOOD) dengan Leverage 2x

Inflasi

Cash Management & Yield

USD Yield (Bunga hingga 3,38% p.a. untuk saldo USD menganggur)

Capital Inefficiency

Capital Rotation

Multi-Asset Wallet (Pindah dana instan dari Crypto ke Saham AS, dan sebaliknya)

 

4. The Equity Proxy: Mengambil Eksposur Bitcoin Lewat Saham AS

Bagi investor institusional, diversifikasi juga berarti memanfaatkan korelasi aset. Di tahun 2026, strategi membeli saham perusahaan yang terkait erat dengan crypto menjadi sangat populer.

  • The Corporate Vault: MicroStrategy (MSTR)

MicroStrategy bukan lagi sekadar perusahaan perangkat lunak. Di bawah strategi perbendaharaannya, MSTR bertindak seolah-olah mereka adalah ETF Bitcoin yang menggunakan leverage. Mereka meminjam uang dengan bunga rendah untuk membeli Bitcoin.

Saat harga Bitcoin naik, nilai aset bersih (NAV) MSTR naik. Karena mereka menggunakan utang untuk membeli Bitcoin, kenaikan harga saham MSTR sering kali 2x hingga 3x lipat lebih tinggi daripada kenaikan harga Bitcoin itu sendiri. Ini adalah cara mendapatkan leverage tanpa resiko likuidasi margin call harian.

  • The Infrastructure Kings: Coinbase (COIN)

Dalam demam emas, jangan hanya menggali emas, tapi juallah sekopnya. Coinbase adalah penjual sekop terbesar di AS.

Model Bisnis: Pendapatan Coinbase tidak hanya bergantung pada harga Bitcoin naik, tetapi pada Volatilitas dan Volume. Di era Soft QE, volume perdagangan cenderung meledak. COIN memberikan eksposur pada pertumbuhan ekosistem crypto secara keseluruhan, bukan hanya satu koin.

  • The Retail Gateway: Robinhood (HOOD)

Sebagai gerbang utama investor ritel AS ke pasar crypto, Robinhood mendapatkan keuntungan besar ketika sentimen retail FOMO kembali. Membeli HOOD adalah taruhan pada psikologi pasar massal.

 

5. Advanced Execution: Menggunakan Options dan Futures di Pluang

Mengetahui apa yang harus dibeli hanyalah separuh pertempuran. Separuh lainnya adalah bagaimana membelinya dan mengelola risikonya. Di tahun 2026, Pluang menyediakan alat setara Wall Street untuk investor Indonesia.

Strategi US Stock Options (Opsi Saham AS)
Options memberikan fleksibilitas dimensi waktu dan arah. Berbeda dengan saham biasa, di Options Anda bisa menjadi "Pembeli" (Long) untuk mengejar profit besar, atau "Penjual" (Short) untuk mendapatkan pendapatan rutin dari premi.

A. Skenario Bullish (Optimis Harga Naik)

Jika Anda yakin harga saham proksi seperti MSTR atau COIN akan naik karena efek Soft QE:

  1. Agresif: Long Call
    • Cara Kerja: Anda membeli hak untuk membeli saham di harga tertentu.
    • Kapan Dipakai: Saat Anda yakin harga akan meledak naik dalam waktu dekat (misal: Bitcoin menembus ATH). Modal kecil, potensi profit tidak terbatas.
  2. Income/Akumulasi: Short Put
    • Cara Kerja: Anda menjual opsi Put dan menerima uang tunai (premi) di depan.
    • Kapan Dipakai: Saat Anda ingin membeli saham MSTR tapi merasa harganya sekarang kemahalan. Dengan menjual Put, Anda dibayar (dapat premi) sambil menunggu harga turun ke level yang Anda mau. Jika harga malah naik, Anda tetap untung dari premi yang sudah diterima tadi. Strategi ini sering disebut "Getting Paid to Buy the Dip".

B. Skenario Bearish (Pesimis/Hedging)

Jika Anda memprediksi pasar akan koreksi atau stagnan karena ketidakpastian ekonomi:

  1. Asuransi: Long Put
    • Cara Kerja: Anda membeli hak untuk menjual saham di harga tertentu.
    • Kapan Dipakai: Sebagai asuransi portofolio. Jika Anda punya banyak saham COIN dan pasar jatuh crash, nilai Long Put Anda akan melonjak drastis, menutupi kerugian aset utama Anda.
  2. Yield Enhancement: Short Call
    • Cara Kerja: Anda menjual opsi Call dan menerima premi di depan.
    • Kapan Dipakai: Saat Anda yakin harga saham tidak akan naik terlalu tinggi (stagnan) atau cenderung turun perlahan. Anda mendapatkan keuntungan instan dari premi. Namun ingat, strategi ini membatasi potensi keuntungan maksimal Anda jika ternyata harga saham terbang tinggi.

Strategi Crypto Futures
Bagi trader yang lebih aktif memantau grafik harian, Crypto Futures di Pluang menawarkan efisiensi modal.

  • Short Selling: Pasar crypto tidak selalu naik. Saat tren berbalik arah, trader profesional tidak berhenti trading. Mereka mengambil posisi Short di Futures untuk mendapatkan profit dari penurunan harga.
  • Leverage: Dengan leverage hingga 25x (atau lebih sesuai aset), Anda bisa membuka posisi besar dengan modal kecil, membebaskan sisa modal Anda untuk peluang lain (capital efficiency).

Memposisikan Diri di Sisi Kanan Sejarah Ekonomi

Kebijakan Soft QE menjamin bahwa likuiditas akan terus mengalir. Pertanyaannya bukan apakah inflasi aset akan terjadi, tetapi apakah Anda memiliki instrumen yang tepat?

Gunakan Pluang sebagai pusat komando investasi. Dengan akses ke Bitcoin, Saham Proksi (MSTR, COIN), strategi Options (Call/Put), dan Futures, Anda memiliki infrastruktur setara institusi untuk menavigasi siklus ekonomi makro ini dengan presisi.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Strategi 2026

Apa perbedaan utama Soft QE 2026 dengan stimulus 2020?
Stimulus 2020 berupa bantuan tunai langsung yang memicu inflasi barang (CPI). Soft QE 2026 berupa suntikan likuiditas ke sistem perbankan/repo yang lebih memicu inflasi harga aset investasi (saham, crypto, properti).

Mana yang lebih baik: Beli Bitcoin langsung atau Saham MSTR?
Keduanya memiliki peran berbeda. Bitcoin adalah aset dasar yang lebih aman dari risiko manajemen perusahaan. Saham MSTR menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi (leverage) namun memiliki risiko volatilitas saham dan kinerja perusahaan. Portofolio ideal sering menggabungkan keduanya.

Apakah pemula boleh menggunakan Options di Pluang?
Options adalah instrumen tingkat lanjut. Pemula disarankan untuk mempelajari konsep dasar Call/Put terlebih dahulu atau menggunakan strategi dasar seperti membeli saham (Spot) sebelum masuk ke derivatif. Pluang menyediakan materi edukasi lengkap di Pluang Academy.

Apa strategi Options terbaik untuk pasar bullish?
Jika sangat yakin harga naik, gunakan Long Call. Jika ingin membeli saham di harga murah sambil dapat income, gunakan Short Put.

Bagaimana ketentuan pajak untuk investasi Saham AS, Options, dan Futures di Pluang? Sesuai peraturan perpajakan yang berlaku:

  • Crypto Spot: Pajak dipotong otomatis oleh Pluang dengan tarif efektif sebagai berikut:
    • Transaksi Pembelian: Tidak dikenakan pajak, sesuai PMK 50/2025.
    • Transaksi Penjualan: Dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,21% dari nilai transaksi.
  • Pajak Penghasilan (PPh): Keuntungan (Capital Gain) dari transaksi Saham AS, Options, Crypto Futures, serta bunga dari USD Yield, dikenakan pajak berdasarkan kategori PPh Pasal 17 (Tarif Progresif). Anda wajib melaporkan keuntungan ini secara mandiri dalam SPT Tahunan.
  • Pajak Dividen: Dividen Saham AS yang diterima sudah dipotong pajak di negara asal (Withholding Tax) sebesar 15%. Nilai bersih tersebut dilaporkan sebagai penambahan penghasilan dalam pelaporan pajak di Indonesia.
  • PPN 12%: Transaksi Options Saham AS dan Crypto Futures dikenakan PPN sebesar 12%. PPN ini hanya diterapkan pada biaya transaksi (Biaya Pluang, Biaya JFX, dan Biaya CFX), bukan pada nilai aset.
  • Catatan: Tidak ada PPN untuk transaksi Saham AS (Spot) atau USD Yield.
Ditulis oleh
channel logo

Davion Arsinio

Right baner

Davion Arsinio

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
pluang insight
Pluang Insight: Lahan Virtual, Proyek Menggiurkan atau Bakal Gagal Total?
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1