ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Bitcoin (BTC) Outlook 2026 Pasca-Koreksi Februari: Peluang Akumulasi Struktural atau Awal 'Crypto Winter' Baru?
shareIcon

Bitcoin (BTC) Outlook 2026 Pasca-Koreksi Februari: Peluang Akumulasi Struktural atau Awal 'Crypto Winter' Baru?

17 hours ago
·
Waktu baca: 8 menit
shareIcon
Bitcoin (BTC) Outlook 2026 Pasca-Koreksi Februari: Peluang Akumulasi Struktural atau Awal 'Crypto Winter' Baru?
Februari 2026 dimulai dengan optimisme tinggi yang didorong oleh narasi "Trump Trade" dan harapan deregulasi agresif di Amerika Serikat. Namun, pada tanggal 5 Februari, pasar aset digital mengalami dislokasi harga yang ekstrem. Bitcoin, yang digadang-gadang sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi, justru anjlok di saat narasi politik sedang memuncak.

Key Takeaways (Ringkasan Eksekutif)

  • Penyebab Struktural Crash: Koreksi tajam pada 5 Februari 2026 bukan disebabkan oleh kegagalan fundamental Bitcoin, melainkan oleh peristiwa deleveraging institusional akibat likuidasi hedge funds di Hong Kong dan arus keluar (outflow) spekulatif dari ETF.
  • Divergensi Analis: Terdapat perpecahan pandangan yang tajam. Standard Chartered memangkas target harga karena risiko makro, sementara Goldman Sachs dan Michael Saylor mempertahankan target bullish jangka panjang di kisaran $170.000 - $200.000.
  • Strategi Likuiditas: Di tengah ketidakpastian arah (bias neutral/bearish), memegang uang tunai adalah posisi aktif. Fitur USD Yield menawarkan tempat parkir likuiditas (cash cadangan) yang produktif dengan imbal hasil hingga 3,38% p.a.
  • Strategi Derivatif Lanjutan: Investor profesional dapat memanfaatkan Options pada saham proxy Bitcoin utama seperti MicroStrategy (MSTR) dan Coinbase (COIN). Gunakan strategi Long Call/Short Put untuk pandangan bullish, atau Short Call/Long Put untuk antisipasi penurunan (bearish).
  • Diversifikasi & Hedging Emas Terlengkap: Alokasi ke aset riil tetap krusial. Pluang menyediakan akses ke 5 Kelas Aset Emas dalam satu aplikasi: Emas Digital (bisa konversi fisik), ETF Emas (GLD), Options GLD, Crypto Emas (PAXG/XAUT), dan Crypto Futures Emas (XAUTUSDT-PERP), memberikan fleksibilitas strategi lindung nilai yang tak tertandingi bagi HNWIs.

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Beli Call Options $MSTR di Sini!

Beli Saham MSTR di Sini!

Beli Call Option COIN Di Sini!

Beli Saham COIN di Sini!

Konteks Makro: Anatomi "The Great Decoupling" Februari 2026

Februari 2026 dimulai dengan optimisme tinggi yang didorong oleh narasi "Trump Trade" dan harapan deregulasi agresif di Amerika Serikat. Namun, pada tanggal 5 Februari, pasar aset digital mengalami dislokasi harga yang ekstrem. Bitcoin, yang digadang-gadang sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi, justru anjlok di saat narasi politik sedang memuncak.

Fenomena ini disebut oleh para analis kuantitatif sebagai "The Great Decoupling". Pasar tersadar bahwa janji politik tidak dapat melawan hukum gravitasi likuiditas global. Ketika yield obligasi AS tetap tinggi dan ketidakpastian kebijakan The Fed meningkat, struktur pasar yang rapuh akibat leverage berlebihan akhirnya runtuh.

Bagi investor ritel, ini adalah bencana. Namun bagi investor institusional dan HNWIs, volatilitas ini membuka jendela peluang taktis. Pertanyaannya bukan lagi "mengapa harga turun", melainkan "bagaimana kita memposisikan portofolio di valuasi saat ini". Apakah kita sedang melihat diskon besar-besaran sebelum reli menuju $200.000, atau ini adalah awal dari stagnasi panjang?

Apa Sebenarnya Pemicu Fundamental Kejatuhan Bitcoin?

Pertanyaan ini krusial untuk menentukan apakah tren bearish akan berlanjut. Berdasarkan analisis forensik pasar, pemicu utamanya bersifat teknikal dan struktural, bukan fundamental teknologi.

Investigasi pasar menunjukkan bahwa pusat gempa berasal dari Asia. Laporan dari Fortune dan Bitwise mengkonfirmasi adanya kegagalan margin (margin blow-up) pada beberapa dana lindung nilai (hedge funds) besar yang berbasis di Hong Kong. Dana-dana ini mengambil eksposur long dengan leverage ekstrem, bertaruh pada persetujuan regulasi lanjutan yang ternyata tertunda. Ketika harga terkoreksi sedikit, posisi mereka terlikuidasi secara paksa (forced liquidation), menciptakan tekanan jual masif yang tidak mampu diserap oleh order book spot.

Selain itu, narasi bahwa ETF Bitcoin adalah "tangan berlian" (diamond hands) terbukti salah. Data on-chain mendeteksi arus keluar (outflow) signifikan dari ETF Bitcoin Spot utama. Institusi, yang beroperasi berdasarkan model manajemen risiko ketat, terpaksa mengurangi eksposur (de-risking) ketika volatilitas melonjak melewati ambang batas toleransi mereka. Ini menegaskan bahwa sebagian besar modal institusional di crypto saat ini adalah "modal tentara bayaran" (mercenary capital) yang setia pada profit, bukan pada aset.

Beli Coin BTC di Sini!

Siapa yang Benar: Pesimisme Standard Chartered atau Optimisme Goldman Sachs?

Dalam memetakan Bitcoin Outlook 2026, investor dihadapkan pada dua skenario yang saling bertentangan dari lembaga keuangan kelas dunia.

Kubu Berhati-hati (Bearish/Neutral):

Standard Chartered baru-baru ini memangkas proyeksi harga Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana mereka. Alasan utamanya adalah penundaan penurunan suku bunga The Fed dan realisasi adopsi institusional yang lebih lambat dari perkiraan awal. Dalam pandangan ini, Bitcoin mungkin akan mengalami konsolidasi berkepanjangan atau penurunan lebih lanjut ("pain") sebelum menemukan dasar yang kuat. Analis memperingatkan bahwa tanpa katalis likuiditas baru, kenaikan harga akan terbatas.

Kubu Optimis (Bullish):

Di sisi lain spektrum, Goldman Sachs dan tokoh industri seperti Michael Saylor tetap mempertahankan target harga agresif. Goldman Sachs memprediksi harga bisa mencapai $200.000 pada akhir 2026, didorong oleh inovasi ETF derivatif dan adopsi negara (sovereign adoption). Michael Saylor bahkan melihat potensi Bitcoin menyentuh $170.000 dalam waktu dekat, berargumen bahwa volatilitas saat ini hanyalah "gangguan" dalam tren adopsi jangka panjang.

Sintesis Strategi:

Bagi HNWIs, divergensi ini adalah sinyal untuk tidak all-in di satu arah. Strategi yang paling bijak adalah mengakui risiko jangka pendek (seperti pandangan Standard Chartered) sambil bersiap untuk potensi upside jangka panjang (seperti pandangan Goldman Sachs). Ini membutuhkan manajemen kas yang disiplin dan penggunaan instrumen lindung nilai.

Pandangan Ahli tentang Volatilitas Struktural

Menanggapi divergensi tajam antara analis global dan kepanikan pasar pasca-koreksi, Jason Gozali, Head of Investment Research di Pluang, memberikan perspektif yang menenangkan namun waspada bagi para investor profesional. Ia menekankan pentingnya memisahkan sinyal fundamental dari kebisingan struktural jangka pendek.

"Koreksi Februari ini bukanlah kerusakan fundamental pada tesis investasi Bitcoin jangka panjang, melainkan sebuah 'structural reset' akibat deleveraging institusional. Di saat pasar ritel bereaksi dengan kepanikan, investor profesional justru harus melihat volatilitas ini sebagai momentum emas untuk melakukan lindung nilai (hedging) taktis dan mengamankan likuiditas produktif. Jangan mencoba menangkap pisau jatuh, biarkan data institusional mengkonfirmasi lantai harga sebelum melakukan akumulasi agresif."

Jason Gozali, Head of Investment Research Pluang.

Pandangan ini sejalan dengan strategi "Netral Aktif", di mana kesabaran bukan berarti pasif, melainkan persiapan likuiditas yang disiplin menunggu momen masuk yang terukur secara kuantitatif.

Bagaimana Cara Mengelola Likuiditas di Tengah Ketidakpastian?

Jika Anda ragu antara membeli atau menjual, posisi terbaik adalah Netral Aktif. Memegang uang tunai (cash) di saat pasar volatil adalah sebuah posisi investasi yang valid, asalkan uang tersebut tetap produktif.

Banyak investor membiarkan dana menganggur (idle cash) mereka di stablecoin tanpa bunga atau rekening bank dengan bunga rendah. Ini adalah inefisiensi modal. Platform Pluang menyediakan solusi institusional melalui fitur USD Yield.

Dengan memarkir dana di USD Yield, investor mendapatkan imbal hasil sekitar 3,38% p.a. (khusus pengguna Pluang Plus). Ini berfungsi sebagai "cash cadangan" yang siap digunakan kapan saja untuk menyerok harga bawah (buy the dip), namun tetap menghasilkan return yang kompetitif selama masa tunggu. Berbeda dengan deposito berjangka yang mengunci dana, likuiditas di USD Yield tetap tersedia untuk eksekusi instan ke aset lain.

Bagi nasabah Pluang Plus, terdapat keunggulan tambahan berupa USD Direct Deposit dan Withdrawal (minimum $10k), yang memungkinkan perpindahan dana besar tanpa biaya konversi kurs yang merugikan, serta akses ke layanan OTC FX (minimum $20k) untuk konversi mata uang yang lebih efisien.

Strategi Hedging & Speculation: Futures dan Options pada Proxy Bitcoin

Bagi investor profesional, pasar berjangka (futures) dan opsi (options) menawarkan fleksibilitas untuk mengambil keuntungan dari segala arah pasar, baik bullish maupun bearish.

  1. Lindung Nilai Langsung via Crypto Futures:

Investor dapat menggunakan fitur Crypto Futures di Pluang untuk mengambil posisi Short pada Bitcoin atau Ethereum.

  • Mekanisme: Jika portofolio aset fisik Anda turun nilainya, keuntungan dari posisi Short di Futures akan menutupi (offset) kerugian tersebut. Ini disebut strategi Delta Neutral.
  • Eksekusi: Pantau level teknikal kunci. Jika harga menembus support, buka posisi Short dengan ukuran yang sesuai dengan eksposur aset fisik Anda.
  1. Strategi Options pada Saham Proxy Bitcoin (US Stocks):

Untuk eksposur yang lebih canggih, investor dapat memanfaatkan saham AS yang berkorelasi tinggi dengan Bitcoin (seperti MicroStrategy/MSTR atau Coinbase/COIN) menggunakan fitur Options Trading di Pluang.

  • Skenario BULLISH (Goldman Sachs Case):
    • Long Call: Membeli opsi Call pada MSTR atau COIN. Strategi ini memberikan potensi keuntungan tak terbatas jika harga saham proxy naik (mengikuti Bitcoin), dengan risiko terbatas hanya pada premi yang dibayarkan.
    • Short Put: Menjual opsi Put pada saham proxy. Anda menerima premi di muka. Jika harga tetap stabil atau naik, Anda menyimpan premi tersebut sebagai profit (income). Jika harga turun, Anda bersedia membeli saham tersebut di harga diskon (Strike Price). Ini adalah strategi "dibayar untuk menunggu membeli di harga bawah".
  • Skenario BEARISH (Standard Chartered Case):
    • Long Put: Membeli opsi Put. Ini bertindak sebagai asuransi. Jika harga saham proxy Bitcoin jatuh, nilai opsi Put akan melonjak, melindungi nilai portofolio Anda.
    • Short Call: Menjual opsi Call (sebaiknya Covered Call jika Anda memiliki sahamnya). Anda menerima premi sebagai pendapatan tambahan saat pasar sedang turun atau stagnan. Strategi ini efektif untuk memitigasi kerugian portofolio saat "Crypto Winter".

Kapan Saat yang Tepat untuk Melakukan Akumulasi (Buy the Dip)?

Mencoba menebak dasar pasar (bottom fishing) tanpa data adalah tindakan spekulatif. Investor profesional menggunakan data kuantitatif untuk memvalidasi keputusan masuk.

Filter Aset dengan Smart Screeners:

Gunakan Smart Screeners untuk menyaring kebisingan pasar dan menghindari "menangkap pisau jatuh". Jangan membeli aset hanya karena harganya murah secara visual. Gunakan preset berikut untuk menemukan kualitas:

  • Crypto Preset: Gunakan "Oversold Assets" (aset dengan RSI rendah namun fundamental kuat) untuk mencari potensi technical rebound. Alternatifnya, gunakan "Trend-Following" dan masuk hanya ketika tren positif sudah terkonfirmasi, menghindari risiko membeli terlalu dini.
  • US Stocks Preset (Proxy Crypto): Untuk saham terkait crypto (seperti miner atau exchange), gunakan preset "Profitable Market Leaders" atau "Strong Financial Health" untuk memastikan perusahaan tersebut memiliki neraca kuat (cash rich) untuk bertahan hidup jika fase bearish berlanjut lama.

Strategi HNWIs: Diversifikasi Pajak dan Aset Riil

Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, HNWIs sering kali melakukan rotasi ke aset pertahanan (safe haven) seperti Emas. Namun, struktur kepemilikan emas sangat mempengaruhi hasil akhir investasi (net return).

Pluang Emas menawarkan likuiditas tinggi yang sangat kompetitif untuk perdagangan aktif. Namun, untuk kepemilikan jangka panjang dengan nominal besar, HNWIs harus mempertimbangkan aspek perpajakan.

Keunggulan Crypto Emas (PAXG):

Aset seperti PAX Gold (PAXG) dikategorikan sebagai aset crypto di Indonesia. Ini memberikan keuntungan pajak yang signifikan. Transaksi aset crypto dikenakan PPh Final (0,21% saat jual), yang pelaporannya jauh lebih sederhana dan sering kali lebih efisien secara nominal dibandingkan pajak penghasilan progresif atau struktur biaya penjualan emas fisik tertentu. Ini adalah "Alpha Pajak" yang sering diabaikan.

Matriks Skenario & Alokasi Strategis 2026

Berikut adalah panduan alokasi taktis berdasarkan tiga skenario pasar utama untuk sisa tahun 2026:

Skenario Pasar

Probabilitas

Target Harga (Est.)

Strategi Utama

Instrumen Pluang

Bullish (Goldman/Saylor)

40%

$150k - $200k

Aggressive Upside

Beli Spot Crypto, Long Call Options (MSTR/COIN)

Neutral/Chop (Konsolidasi)

35%

$55k - $75k

Yield Farming & Income

USD Yield, Short Put Options (Collect Premium)

Bearish (Standard Chartered)

25%

< $45k

Hedging & Protection

Short Crypto Futures, Long Put Options (MSTR/COIN)

Kesimpulan: Disiplin Eksekusi di Era Volatilitas

Pasar Bitcoin di tahun 2026 adalah medan pertempuran antara likuiditas jangka pendek dan adopsi jangka panjang. Bagi investor profesional, ini bukan saatnya untuk menjadi fanatik ideologis, melainkan saatnya menjadi pragmatis taktis.

Manfaatkan volatilitas pasar AS yang buka 24 jam melalui fitur 24-Hour US Stocks dan Web Trading untuk eksekusi yang presisi. Gunakan USD Yield sebagai benteng pertahanan likuiditas Anda, dan instrumen derivatif (Futures & Options) untuk mengoptimalkan posisi di segala cuaca ekonomi.

Ingat, dalam investasi, pemenangnya bukanlah mereka yang memprediksi masa depan dengan tepat, melainkan mereka yang siap menghadapi skenario apa pun dengan portofolio yang tangguh.

Referensi & Sumber Data:

    • Bitcoin slides below $67,000, as traders digest hawkish US macro outlook - The Block
  • ‘We Are Going To See More Pain’: Standard Chartered Cuts 2026 Bitcoin Forecast From $150K to $100K - Yahoo Finance
  • The boldest bitcoin predictions for 2026 are in — from $75,000 to $225,000 - CNBC
  • Goldman Sachs Just Issued A Huge 2026 Crypto Forecast As $200,000 Bitcoin Price Predicted By Bulls - Forbes

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan saran investasi atau keuangan. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Perdagangan aset kripto dan derivatif memiliki risiko tinggi. Harap lakukan riset Anda sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan/atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1