ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Alphabet Tambah Amunisi ‘Perang’ AI, Terbitkan Obligasi Senilai $20 Miliar
shareIcon

Alphabet Tambah Amunisi ‘Perang’ AI, Terbitkan Obligasi Senilai $20 Miliar

10 Feb 2026, 9:14 AM
·
Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Alphabet Tambah Amunisi ‘Perang’ AI, Terbitkan Obligasi Senilai $20 Miliar
Alphabet, holding company dari Google dan berbagai perusahaan teknologi lainnya, kembali menjadi sorotan. Selain pergerakan saham Alphabet yang ikut mencerminkan optimisme terhadap sektor AI, Alphabet baru saja menggebrak pasar dengan menerbitkan obligasi senilai $20 miliar atau setara Rp314 triliun. Langkah ini bukan sekadar menambah kas, tapi sebagai sinyal kuat bagi para investor saham dan merupakan strategi besar untuk mendominasi perlombaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Key Takeaways

  • Agresivitas AI: Alphabet dan raksasa teknologi lainnya (Hyperscalers) sedang gila-gilaan berutang untuk mendanai pembangunan infrastruktur data center dan chip AI.
  • Potensi Rekor Dunia: Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun dengan penerbitan obligasi korporasi tertinggi sepanjang sejarah, menembus angka $2,4 triliun.
  • Strategi Jangka Panjang: Alphabet mempertimbangkan obligasi berdurasi 100 tahun, menunjukkan kepercayaan diri tinggi pada eksistensi mereka di abad mendatang.
  • Dampak Sektoral: Masifnya investasi AI mulai menekan arus kas perusahaan perangkat lunak (software) tradisional yang belum beradaptasi.

Beli Call Options $GOOG di Sini!

Beli Saham GOOG di Sini!

Agresivitas "Hyperscalers" Mengejar Infrastruktur AI

Langkah Alphabet menjual obligasi senilai $20 miliar (sekitar Rp314 triliun) dilakukan melalui tujuh seri surat utang senior tanpa jaminan. Tidak berhenti di situ, Alphabet bahkan dikabarkan tengah merencanakan penawaran dalam mata uang Sterling, termasuk potensi obligasi berdurasi 100 tahun.

Langkah ini menyusul jejak Oracle yang pekan lalu lebih dulu melepas obligasi senilai $25 miliar. Fenomena ini menegaskan satu ha, yaitu perang infrastruktur AI semakin mahal.

Mengapa Alphabet Berutang Sekarang?

Lima raksasa hyperscaler (Amazon, Google, Meta, Microsoft, dan Oracle) sedang beradu cepat membangun pusat data (data center) dan mengamankan pasokan prosesor. Berikut adalah perbandingan skalanya:

  • Penerbitan Obligasi 2025: Kelima perusahaan ini menerbitkan total $121 miliar surat utang tahun lalu.
  • Proyeksi Belanja Modal (Capex) 2026: Enam raksasa teknologi AS diperkirakan akan menghabiskan $500 miliar tahun ini hanya untuk investasi infrastruktur.

Pasar Obligasi AS Menuju Rekor Tertinggi

Aksi korporasi Alphabet dan Oracle ini diprediksi menjadi pembuka jalan bagi tahun tersibuk dalam sejarah pasar surat utang. Analis dari berbagai lembaga keuangan terkemuka memberikan estimasi yang ambisius untuk tahun 2026:

Lembaga

Proyeksi Total Penerbitan Obligasi Korporasi AS

Pertumbuhan vs 2025

Barclays

$2,46 Triliun

+11,8%

Morgan Stanley

$2,30 Triliun

-

Apa Dampaknya Bagi Investor?

1. Pergeseran Arus Kas di Sektor Software

Masifnya belanja modal AI mulai berdampak pada ekosistem perangkat lunak (software). Rilis model AI baru, seperti Claude dari Anthropic, telah memicu analisis ulang terhadap valuasi perusahaan software tradisional karena AI mulai "memakan" pangsa pasar dan arus kas mereka.

2. Likuiditas yang Melimpah, Namun Berisiko

Meskipun surat utang perusahaan besar seperti Alphabet dianggap berkualitas tinggi (high-grade), besarnya volume utang yang masuk ke pasar tetap perlu dicermati. Bagi investor, ini mencerminkan optimisme jangka panjang terhadap AI, namun juga menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada pendanaan eksternal untuk mempertahankan pertumbuhan.

3. "Capex Spend" Terbesar dalam Sejarah

Analis pasar menyebut tren ini sebagai salah satu belanja modal terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah industri. Ini bukan lagi soal inovasi kecil, melainkan perombakan total infrastruktur digital global.

Perbandingan Aksi Korporasi Terbaru

Perusahaan

Nilai Obligasi Terbaru

Fokus Utama

Alphabet

$20 Miliar

AI & Cloud Expansion

Oracle

$25 Miliar

Database & Data Center

Meta

$30 Miliar (Okt '25)

Llama AI & Metaverse Infra

Amazon

$15 Miliar (Nov '25)

AWS AI Integration

Risks & Considerations

  • Beban Bunga: Utang yang besar berarti kewajiban membayar bunga yang besar pula. Jika pendapatan AI tidak tumbuh secepat beban utang, profitabilitas bisa terganggu.
  • Obsolescence (Kuno): Investasi ratusan miliar dolar di perangkat keras berisiko jika tiba-tiba muncul teknologi baru yang lebih murah dan efisien.
  • Sentimen Pasar Saham: Jika ekonomi melambat, perusahaan dengan tumpukan utang tinggi biasanya lebih rentan terhadap koreksi harga saham.

FAQ 

  1. Kenapa Alphabet harus berutang kalau mereka punya banyak cash?
    Kadang lebih menguntungkan secara pajak dan operasional untuk meminjam uang saat bunga kompetitif daripada mencairkan cadangan kas yang ada di luar negeri.
  2. Apa itu "100-year bond"?
    Ini adalah obligasi yang jatuh temponya 100 tahun lagi. Hanya perusahaan sangat stabil yang bisa merilis ini karena investor harus percaya perusahaan tersebut masih ada seabad ke depan.
  3. Apakah ini tanda gelembung (bubble) AI?
    Masih diperdebatkan. Namun, bedanya dengan dot-com dulu adalah, perusahaan sekarang (seperti Alphabet) sudah punya pendapatan riil yang sangat besar.
  4. Apa pengaruhnya ke harga saham Alphabet ($GOOGL)?
    Jangka pendek bisa netral atau sedikit fluktuatif. Jangka panjang, pasar akan melihat apakah modal ini bisa menghasilkan profit dari AI.
  5. Siapa yang membeli obligasi ini?
    Biasanya investor institusi besar seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, dan manajer investasi.
  6. Apa itu "Hyperscalers"?
    Istilah untuk penyedia layanan cloud raksasa (Google, AWS, Azure) yang punya kapasitas infrastruktur sangat masif.

Beli Call Options $GOOG di Sini!

Beli Saham GOOG di Sini!

Reference

  • Laporan Reuters (Matt Tracy, Feb 2026), Data IFR (International Financing Review), Riset Barclays, Morgan Stanley, dan Moody’s Ratings.
Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1