Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Alasan Crypto Crash: BTC Turun di Bawah $90K
shareIcon

Alasan Crypto Crash: BTC Turun di Bawah $90K

26 Feb 2025, 9:29 AM
·
Waktu baca: 7 menit
shareIcon
Alasan Crypto Crash: BTC Turun di Bawah $90K
Simak penyebab crypto crash yang membuat harga BTC turun di bawah $90.000, dampaknya ke pasar, dan kondisi terkini. Baca analisis lengkap di Pluang.

Pada 19–20 Januari 2026, harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam hingga menembus level psikologis US$90.000, dengan harga sempat menyentuh US$76.003,65 pada 20 Januari 2026 pukul 10:23 waktu AS Timur — koreksi sekitar 3% dalam semalam dan bagian dari aksi jual pasar aset berisiko secara global (sumber: CoinDesk, 20 Januari 2026). Aksi jual ini dipicu kombinasi sentimen tarif dagang AS-Eropa dan gejolak pasar obligasi Jepang.

Jawaban Singkat:

●       BTC turun di bawah US$90.000 pada 20 Januari 2026, sempat menyentuh US$76.003 (sumber: CoinDesk).

●       Penyebab utama: ancaman tarif AS terhadap negara Eropa dan gejolak pasar obligasi Jepang, ditambah likuidasi derivatif senilai ratusan juta dolar AS.

●       Per 16 September 2026, BTC diperdagangkan di kisaran US$75.729 (sumber: CoinGecko) — masih jauh di bawah level sebelum koreksi.

Apa Itu Crypto Crash dan Kapan BTC Turun Dibawah $90K?

Crypto crash adalah istilah untuk penurunan harga aset kripto secara tajam dan cepat dalam periode singkat, biasanya dipicu oleh sentimen makroekonomi, kebijakan pemerintah, atau peristiwa spesifik di pasar kripto itu sendiri. Pada kasus ini, penurunan BTC di bawah US$90.000 terjadi dalam rentang dua hari:

●       Minggu, 18 Januari 2026 malam: Koreksi awal terjadi di tengah likuiditas akhir pekan yang tipis, dengan likuidasi derivatif mencapai US$544,25 juta dalam semalam (sumber: Suara.com, 19 Januari 2026).

●       Senin, 19 Januari 2026: BTC jatuh di bawah US$92.000 dan stabil di kisaran US$92.500; total likuidasi akhir pekan mencapai US$653,92 juta yang memengaruhi 235.442 trader (sumber: Suara.com, 19 Januari 2026).

●       Selasa, 20 Januari 2026 pagi waktu AS: BTC melanjutkan penurunan hingga menembus US$90.000, dengan harga intraday sempat menyentuh US$76.003,65 (sumber: CoinDesk, 20 Januari 2026).

Periode data: 18–20 Januari 2026. Angka ini bukan cerminan performa mendatang.

Apa Penyebab Bitcoin Anjlok Dibawah US$90.000?

Berdasarkan pemberitaan CoinDesk (20 Januari 2026) dan Suara.com (19 Januari 2026), beberapa faktor utama yang disebut mendorong koreksi tajam ini:

●       Ancaman tarif dagang AS terhadap Eropa — Presiden AS Donald Trump mengumumkan ancaman tarif terhadap delapan negara Eropa melalui platform Truth Social pada 17 Januari 2026, memicu kekhawatiran perang dagang yang menekan aset berisiko secara global.

●       Gejolak pasar obligasi Jepang — CoinDesk melaporkan adanya "meltdown" di pasar obligasi pemerintah Jepang yang turut menekan sentimen aset berisiko global menjelang crash.

●       Aksi jual aset berisiko secara luas — Indeks Nasdaq turun hampir 2%, DAX Jerman turun 1%, dan Nikkei turun 2,5% pada periode yang sama, menunjukkan koreksi ini bukan hanya isu spesifik kripto.

●       Likuiditas akhir pekan yang tipis — Menurut Suara.com, volume perdagangan yang tipis pada akhir pekan memperbesar volatilitas harga saat terjadi aksi jual.

●       Tertundanya legislasi struktur pasar kripto di Senat AS — penundaan pembahasan regulasi turut menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar institusional.

Analis yang dikutip Suara.com (19 Januari 2026) menyatakan bahwa "volatilitas masih mengendalikan pergerakan pasar" dan pasar tetap berisiko mengalami gejolak serupa selama posisi leverage tinggi dan volume perdagangan tipis. Ini adalah opini pihak ketiga per tanggal publikasi, bukan proyeksi arah pasar dari Pluang.

Bagaimana Dampak Crash Ini terhadap Pasar Kripto Secara Luas?

Koreksi BTC turut menyeret aset kripto lain dan memicu likuidasi besar-besaran di pasar derivatif:

Indikator

Nilai

Sumber & Tanggal

Likuidasi derivatif (Minggu malam)

US$544,25 juta

Suara.com, 19 Jan 2026

Total likuidasi akhir pekan

US$653,92 juta (235.442 trader)

Suara.com, 19 Jan 2026

Penurunan Ethereum (ETH)

Turun >7%, di bawah US$3.000

CoinDesk, 20 Jan 2026

Kapitalisasi pasar kripto global

Turun ~2% menjadi US$3,16 triliun

Suara.com, 19 Jan 2026

Penurunan Solana & XRP

Masing-masing -5% dalam 1 jam

Suara.com, 19 Jan 2026

Periode data: 18–20 Januari 2026. Angka ini bukan cerminan performa mendatang.

Aset "safe haven" seperti emas dan perak justru menguat di tengah aksi jual ini — harga emas tercatat di level US$4.679/oz dan perak US$93,38/oz pada periode yang sama (sumber: Suara.com, 19 Januari 2026), mengindikasikan aliran dana investor beralih sementara dari aset berisiko ke instrumen lindung nilai tradisional. Perlu dicatat, emas dan perak juga tetap mengandung risiko fluktuasi harga.

Bagaimana Kondisi Harga BTC Saat Ini?

Data pasar per 16 September 2026: harga BTC diperdagangkan di kisaran US$75.729 (sumber: CoinGecko, 16 September 2026), atau sekitar Rp1.338.763.100 per koin (sumber: Pluang, 16 September 2026). Artinya, harga BTC saat ini masih berada jauh di bawah level sebelum koreksi Januari 2026.

Isu regulasi turut menjadi sorotan pada periode ini: menurut pemberitaan Kayonews (16 September 2026), RUU CLARITY Act — yang dirancang memberi kerangka regulasi lebih jelas bagi aset digital di AS — gagal memperoleh 60 suara yang dibutuhkan untuk lolos di Senat AS, dan BTC sempat tertekan lebih dari 5% terkait sentimen ini, ditambah faktor keputusan suku bunga bank sentral AS pada hari yang sama. Ini menunjukkan ketidakpastian regulasi masih menjadi salah satu faktor risiko yang berlanjut sejak crash Januari 2026.

Konsensus pasar terkait arah harga BTC ke depan bervariasi dan terus berubah seiring data ekonomi baru — artikel ini tidak memberikan proyeksi harga dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual. Pergerakan harga aset kripto secara historis sangat fluktuatif dan dipengaruhi banyak faktor makro yang sulit diprediksi secara akurat.

Apa Saja Risiko yang Perlu Diperhatikan Investor Kripto?

●       Risiko volatilitas tinggi — harga aset kripto dapat berubah drastis dalam hitungan jam, seperti yang terjadi pada Januari 2026.

●       Risiko likuiditas — pada periode volume perdagangan tipis (akhir pekan/libur), pergerakan harga bisa lebih ekstrem.

●       Risiko sentimen makro dan geopolitik — kebijakan tarif, suku bunga, dan kondisi pasar obligasi negara lain dapat memengaruhi harga kripto secara tidak langsung.

●       Risiko leverage/derivatif — posisi dengan leverage tinggi berisiko terkena likuidasi paksa saat harga bergerak cepat berlawanan arah.

●       Risiko regulasi — perubahan atau penundaan regulasi (seperti legislasi struktur pasar kripto di AS) dapat memengaruhi sentimen investor institusional.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Bagaimana Cara Berinvestasi Aset Kripto di Pluang?

Kamu bisa mulai bertransaksi aset kripto seperti BTC melalui aplikasi Pluang dengan langkah berikut:

●       Buka aplikasi Pluang dan pastikan akun sudah terverifikasi (KYC selesai).

●       Cari aset kripto yang diinginkan, misalnya BTC, pada menu Kripto.

●       Masukkan nominal pembelian — minimum pembelian aset kripto di Pluang adalah Rp10.000.

●       Konfirmasi transaksi dan pantau portofolio secara berkala.

●       Untuk penjualan, minimum nominal transaksi adalah Rp5.000.

Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).

Diversifikasi ke Aset Lain di Pluang

Selain aset kripto, kamu dapat mendiversifikasi portofolio ke aset lain di Pluang, masing-masing dengan ketentuan minimum transaksi berbeda:

Aset

Minimum Pembelian

Minimum Penjualan/Order

Aset Kripto (mis. BTC)

Rp10.000

Rp5.000

Saham AS (Limit/Stop/Stop Limit Order)

—

Minimum order US$1,5

Saham AS (Market Order)

—

Minimum order US$1,00

Catatan: minimum transaksi kripto adalah Rp10.000 untuk pembelian dan Rp5.000 untuk penjualan. Untuk saham AS, minimum transaksi adalah US$1,5 apabila menggunakan Limit Order, Stop Order, atau Stop Limit Order, dan US$1,00 apabila menggunakan Market Order. Data per 16 September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu — cek ketentuan terbaru di aplikasi Pluang.

Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan BTC turun di bawah US$90.000?

BTC menembus level US$90.000 pada 20 Januari 2026 pagi waktu AS, setelah sebelumnya jatuh di bawah US$92.000 pada 19 Januari 2026 (sumber: CoinDesk, Suara.com).

Apa penyebab utama crypto crash Januari 2026?

Penyebab utama meliputi ancaman tarif AS terhadap Eropa, gejolak pasar obligasi Jepang, likuiditas akhir pekan yang tipis, dan aksi jual aset berisiko secara global.

Apakah harga BTC sudah pulih setelah crash Januari 2026?

Per 16 September 2026, BTC diperdagangkan di kisaran US$75.729 (sumber: CoinGecko), masih di bawah level sebelum koreksi Januari 2026. Ini adalah data historis, bukan indikasi arah harga ke depan.

Apakah investasi kripto berisiko tinggi?

Ya. Aset kripto termasuk produk berisiko tinggi dengan volatilitas signifikan. Investor perlu melakukan analisis pribadi dan memahami bahwa produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Berapa minimum pembelian aset kripto di Pluang?

Minimum pembelian aset kripto di Pluang adalah Rp10.000, sedangkan minimum penjualan adalah Rp5.000.

Kesimpulan

Crash BTC di bawah US$90.000 pada Januari 2026 dipicu kombinasi sentimen tarif dagang AS-Eropa, gejolak pasar obligasi Jepang, likuiditas tipis, dan aksi jual aset berisiko secara global — bukan peristiwa yang berdiri sendiri di pasar kripto. Hingga 16 September 2026, harga BTC masih berada di bawah level sebelum koreksi tersebut, mengingatkan investor bahwa volatilitas tinggi adalah karakteristik melekat pada aset kripto. Keputusan bertransaksi aset kripto sebaiknya selalu didasarkan pada analisis pribadi, toleransi risiko, dan pemahaman penuh atas karakteristik produk yang berisiko tinggi ini.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1