ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Bitcoin Crash ke $60.000: Menelaah Badai Pasca-Rekor dan Outlook crypto 2026
shareIcon

Bitcoin Crash ke $60.000: Menelaah Badai Pasca-Rekor dan Outlook crypto 2026

6 Feb 2026, 12:08 PM
·
Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Bitcoin Crash ke $60.000: Menelaah Badai Pasca-Rekor dan Outlook crypto 2026
Dunia crypto kembali diguncang oleh volatilitas ekstrem. Pada awal Februari 2026, Bitcoin (BTC) mencatatkan penurunan yang dramatis, menyentuh level $60.000. Angka ini merepresentasikan koreksi sebesar 50% hanya dalam waktu empat bulan sejak aset digital ini mencapai puncaknya di $126.080 pada Oktober 2025.

Bagi banyak investor baru yang masuk saat euphoria akhir tahun lalu, momen ini terasa seperti mimpi buruk. Namun, bagi para pengamat pasar, ini adalah bagian dari siklus besar yang dipicu oleh pergeseran geopolitik dan kebijakan moneter global. Mari kita bedah lebih dalam: apa yang membuat Bitcoin terbang tinggi di 2025, mengapa ia jatuh sekarang, dan bagaimana prospeknya hingga akhir 2026?

Beli Coin BTC di Sini!

Kilas Balik 2025: Mengapa Bitcoin Sempat Tembus $120.000?

Untuk memahami kejatuhan saat ini, kita harus melihat apa yang memicu lonjakan fantastis tahun lalu. Kenaikan Bitcoin ke angka $126.080 bukan tanpa alasan. Ada tiga pilar utama yang menyokongnya:

1. Narasi "crypto-Sentris" di Washington

Kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS 2024 menjadi katalis utama. Kampanyenya yang sangat pro-crypto menjanjikan perubahan regulasi besar-besaran. Begitu menjabat pada Januari 2025, pemerintahan Trump segera mengambil langkah konkret dengan membentuk Bitcoin Strategic Reserve (Cadangan Bitcoin Strategis Nasional) pada Maret 2025. Langkah ini secara instan mengubah status Bitcoin dari aset spekulatif menjadi aset cadangan yang diakui negara adidaya.

2. Adopsi Institusional dan "M7"

Tahun 2025 menjadi tahun di mana perusahaan raksasa dalam kelompok Magnificent Seven (seperti Microsoft dan Tesla) mulai menambahkan Bitcoin secara lebih agresif ke dalam neraca keuangan mereka. Masuknya dana institusional melalui ETF Bitcoin Spot yang mencapai arus masuk bersih lebih dari $70 miliar sepanjang tahun tersebut menciptakan tekanan beli yang belum pernah terjadi sebelumnya.

3. Kebijakan Moneter yang Longgar

Sepanjang 2025, Federal Reserve mengadopsi sikap dovish dengan memangkas suku bunga secara bertahap. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang stabil, suku bunga rendah membuat investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi (yield-seeking) di aset berisiko seperti Bitcoin, yang akhirnya mendorong harganya melewati level psikologis $100.000.

Badai Februari 2026: Mengapa Harga Terkoreksi 50%?

Kejatuhan ke level $60.000 minggu ini adalah hasil dari "badai sempurna" yang menggabungkan ketidakpastian politik dan teknis pasar.

Ketidakpastian Makroekonomi & "Efek Kevin Warsh"

Nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve oleh Presiden Trump menjadi katalis negatif bagi aset spekulatif. Meskipun Warsh memiliki pandangan positif terhadap crypto, pasar melihatnya sebagai sosok yang hawkish (mendukung pengetatan moneter). Analis khawatir kepemimpinannya akan berujung pada penyusutan neraca keuangan Fed (QT yang lebih ketat), yang berarti likuiditas di pasar akan berkurang—sebuah kabar buruk bagi Bitcoin yang sangat bergantung pada likuiditas global.

Krisis Independensi Bank Sentral

Nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve memicu perdebatan mengenai independensi bank sentral. Meskipun Warsh dikenal memiliki pandangan positif terhadap crypto, spekulasi bahwa Fed akan berada di bawah kendali langsung eksekutif menciptakan kekhawatiran inflasi yang tidak terkendali. Dalam jangka pendek, ini memicu kepanikan di pasar saham teknologi (Nasdaq turun 4,8%), yang secara historis memiliki korelasi kuat dengan Bitcoin.

Penarikan Dana (Outflow) Masif dari ETF

Setelah satu tahun penuh arus masuk, tren berbalik di Januari 2026. Deutsche Bank mencatat arus keluar lebih dari $3 miliar dari ETF Bitcoin Spot hanya dalam bulan Januari. Penarikan dana oleh institusi besar ini menciptakan tekanan jual yang berat di pasar spot, memaksa harga turun menembus level support demi support. Pada bulan Desember & November 2025: Keluar total ~$9 miliar. Penjualan masif oleh investor tradisional ini menghilangkan penopang harga utama yang selama ini menjaga BTC di atas $70.000.

Beli Coin BTC di Sini!

Efek Domino Likuidasi "Long Positions"

Ketika harga menembus level psikologis $70.000, terjadi pembersihan besar-besaran di pasar derivatif. Data menunjukkan lebih dari $1 miliar hingga $2 miliar posisi long (taruhan harga naik) terlikuidasi secara otomatis dalam waktu singkat. Likuidasi paksa ini menciptakan tekanan jual tambahan yang membuat harga merosot lebih cepat ke arah $60.000.

 Koreksi Saham Teknologi (Nasdaq)

Bitcoin semakin bergerak searah dengan sektor teknologi. Dengan jatuhnya saham-saham AI dan indeks Nasdaq (turun hampir 5% dalam sepekan), sentimen negatif ini menular ke pasar crypto. Investor institusi cenderung mengurangi eksposur mereka pada seluruh kategori aset berisiko secara bersamaan.

Faktor Geopolitik: Isu Greenland dan Venezuela

Pasar dikejutkan oleh eskalasi kebijakan luar negeri AS yang agresif di awal 2026. Upaya AS untuk mengontrol sumber daya di Greenland dan intervensi militer di Venezuela memicu ketegangan dengan sekutu NATO dan rival global. Ketidakpastian ini menyebabkan fenomena "Sell America", di mana investor membuang aset yang berbasis di AS atau yang dianggap berisiko tinggi (termasuk Bitcoin) dan beralih ke emas serta perak yang harganya justru melonjak ke rekor tertinggi.

Analisis Teknikal: Mengapa $60.000 Sangat Krusial?

Secara teknikal, level $60.000 - $61.000 adalah area support historis yang kuat. Ini adalah titik di mana Bitcoin berkonsolidasi cukup lama pada akhir 2024 sebelum memulai reli besarnya.

  • Golden Pocket: Penurunan 50% dari ATH adalah koreksi yang sering terjadi dalam siklus bull market crypto. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $60.000, ini bisa dianggap sebagai "retest" besar sebelum kembali naik.
  • Likuidasi Leveraged: Jatuhnya harga di bawah $70.000 memicu likuidasi posisi long senilai miliaran dolar. Pembersihan ini sebenarnya sehat bagi pasar jangka panjang karena menghilangkan spekulan yang menggunakan pinjaman berlebih (over-leverage).

Outlook 2026: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Meski terlihat suram, banyak analis tetap optimis terhadap paruh kedua tahun 2026. Berikut adalah beberapa skenario yang mungkin terjadi:

Skenario Optimis (Recovery):

Jika ketegangan geopolitik mereda dan kejelasan regulasi (seperti Clarity Act yang sedang dibahas di Senat AS) disahkan, Bitcoin diprediksi akan kembali ke area $85.000 - $90.000 pada kuartal ketiga 2026. Adopsi teknologi tokenization yang diperkirakan akan meledak tahun ini akan memberikan fundamental baru bagi ekosistem blockchain.

Skenario Konsolidasi:

Bitcoin mungkin akan bergerak menyamping (sideways) di kisaran $55.000 - $70.000 untuk waktu yang lama. Ini adalah fase akumulasi di mana investor jangka panjang (HODLers) akan perlahan menyerap pasokan yang dijual oleh investor ritel yang panik.

Risiko yang Perlu Diawasi:

Risiko utama tetap ada pada inflasi. Jika kebijakan tarif dan ketegangan dagang memicu lonjakan harga barang di AS, Fed mungkin terpaksa menaikkan suku bunga kembali. Hal ini akan menjadi sentimen negatif bagi Bitcoin karena likuiditas di pasar akan mengetat.

Kesimpulan: Strategi untuk Sobat Cuan

Kejatuhan Bitcoin ke $60.000 adalah pengingat keras bahwa crypto tetaplah aset dengan profil risiko tinggi. Bagi investor di Pluang, ada beberapa langkah bijak yang bisa diambil:

  1. Jangan "All-in": Gunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Membeli secara bertahap saat harga diskon 50% jauh lebih aman daripada mencoba menebak dasar harga (bottom).
  2. Diversifikasi: Pastikan portofolio kamu tidak hanya berisi crypto. Di saat seperti ini, memiliki kepemilikan di Emas atau Saham AS sektor defensif bisa menjadi penyeimbang yang baik.
  3. Fokus pada Fundamental: Ingatlah bahwa teknologi blockchain dan status Bitcoin sebagai emas digital belum berubah. Volatilitas harga adalah biaya yang kita bayar untuk potensi pertumbuhan jangka panjang yang masif.

Pasar crypto tidak pernah bergerak dalam garis lurus. Badai hari ini mungkin adalah cara pasar bersiap untuk lompatan berikutnya. Tetap tenang, pantau data, dan investasikan hanya apa yang siap kamu risikokan.

Beli Coin BTC di Sini!

Disklaimer: Investasi aset crypto memiliki risiko tinggi. Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan informasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual. Lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.

Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1