
Spirit Airlines menghadapi risiko penutupan setelah kesepakatan dana darurat senilai $500 juta gagal karena kurangnya dukungan dari pemegang obligasi utama dan pemerintah. Maskapai berbiaya sangat rendah ini kehabisan dana dan mungkin tidak bisa melanjutkan operasional tanpa pembiayaan baru. Diskusi mengenai restrukturisasi dan bantuan pemerintah masih berlangsung, namun ketidaksepakatan di antara kreditur dan biaya operasional yang meningkat memperumit upaya penyelamatan. Saham maskapai ini turun 63% setelah kabar tersebut, menunjukkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas keuangannya.