
Para ilmuwan dari IBM, Cleveland Clinic, dan RIKEN berhasil menggunakan superkomputasi kuantum untuk mensimulasikan kompleks protein dengan lebih dari 12.600 atom, simulasi terbesar di perangkat kuantum hingga kini. Terobosan ini, yang menggabungkan komputer kuantum dan klasik dengan algoritma baru, menjadi langkah penting dalam pemanfaatan komputasi kuantum untuk memecahkan masalah biologis kompleks, termasuk penemuan obat. Akurasi dan skala yang meningkat dapat mempercepat proses pengembangan obat dengan memprediksi interaksi obat-protein secara lebih baik. Tonggak ini menunjukkan peran praktis komputasi kuantum yang semakin nyata dalam riset ilmu hayat dan kimia.