
China memperluas pengaruh komersial dan geopolitiknya di Amerika Latin, tidak hanya di sumber daya alam tapi juga sektor energi, energi terbarukan, dan otomotif, dengan Brazil, Argentina, Meksiko, dan Peru sebagai mitra utama. Pengaruh keuangan China tumbuh lewat sistem pembayaran renminbi, penyelesaian mata uang lokal, dan jalur swap bilateral yang memberikan stabilitas ekonomi kawasan. AS merespons dengan menargetkan aset China, mengenakan tarif, dan mengawasi proyek infrastruktur, terutama di mineral kritis dan jaringan digital. Ketergantungan yang makin dalam ini membuat upaya pemisahan oleh AS jadi tidak praktis, menandai lanskap geopolitik yang kompleks.