
Saham AS menguat dengan S&P 500 mendekati rekor tertinggi setelah harga minyak turun akibat meredanya ketegangan di Selat Hormuz, mengurangi kekhawatiran inflasi. Intel melonjak 14% ke rekor tertinggi setelah laporan bahwa Apple bernegosiasi dengan Intel dan Samsung untuk memindahkan produksi chip ke AS, menandai perubahan besar rantai pasok. Meski pendapatan Palantir tumbuh kuat, sahamnya turun karena investor mengambil keuntungan. Pasar tetap sensitif terhadap pergerakan harga minyak dan laporan pendapatan, dengan S&P 500 siap menguji level tertinggi baru jika momentum berlanjut.