
S&P 500 naik sekitar 14% sejak akhir Maret dan mencapai rekor baru di sekitar 7.125, namun indikator teknikal seperti indeks kekuatan relatif 14 hari menunjukkan pasar sudah jenuh beli. Meski Indeks Volatilitas terlihat rendah, risiko meningkat akibat penyempitan breadth pasar, posisi investor yang terlalu penuh, musim yang biasanya lemah, ketidakpastian politik, dan dampak perang yang berlanjut. Faktor-faktor ini meningkatkan risiko koreksi pasar dalam waktu dekat.