
Pengadilan federal memutuskan algoritma rekomendasi X (sebelumnya Twitter) dilindungi oleh Section 230 Communications Decency Act, menolak gugatan yang menuduh platform memperkuat konten berbahaya dan menekan postingan pengguna berbayar. Putusan ini, didukung oleh mantan CTO Ripple David Schwartz, menegaskan bahwa rekomendasi algoritma tidak membuat platform bertanggung jawab atas konten pengguna, sejalan dengan perlindungan Amandemen Pertama AS. Keputusan ini menjadi preseden penting terkait tanggung jawab media sosial dan kebebasan berbicara, dengan tinjauan akhir menunggu dari Hakim Reed O’Connor. Kasus ini menyoroti perdebatan tentang peran algoritma dalam visibilitas konten dan tanggung jawab platform.