
Coca-Cola, pemimpin global dengan 32 merek bernilai miliaran dolar, melaporkan hasil kuartal pertama 2026 yang kuat dan mempertahankan kenaikan dividen selama 64 tahun berturut-turut. Strategi pertumbuhannya meliputi refranchising ringan modal dan inovasi merek yang mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil. Namun, saham saat ini dinilai terlalu tinggi sekitar 25,8 kali laba per saham 2026 dan memberikan hasil dividen sekitar 2,5%. Karena rasio pembayaran dan cakupan arus kas bebas yang tinggi, ada kekhawatiran tentang keamanan dividen, sehingga rekomendasi tetap 'Hold' meski fundamental perusahaan solid.