
Departemen Pertahanan AS menandatangani kesepakatan dengan Nvidia, Microsoft, Amazon Web Services, dan Reflection AI untuk menggunakan teknologi AI mereka di jaringan militer rahasia. Langkah ini bertujuan mempercepat transformasi militer AS menjadi kekuatan tempur berbasis AI, meningkatkan pengambilan keputusan dan pemahaman situasi di berbagai domain peperangan. Kesepakatan ini muncul setelah upaya Pentagon mendiversifikasi vendor AI pasca sengketa hukum dengan Anthropic terkait batasan penggunaan. Alat AI akan digunakan di lingkungan sangat aman untuk mendukung lebih dari 1,3 juta personel DoD melalui platform GenAI.mil, terutama untuk tugas non-rahasia seperti riset dan analisis data.