
Grab Holdings turun di bawah level dukungan teknis sebelumnya akibat perubahan tarif komisi di Indonesia. Namun, manajemen tetap optimis untuk tahun fiskal 2026 dengan pertumbuhan dari layanan keuangan dan GrabMart. Arus kas bebas yang meningkat dan neraca keuangan yang sehat mendukung prospek pertumbuhan yang menguntungkan melalui investasi internal dan akuisisi. Rasio EV/EBITDA yang lebih rendah dan indikator teknis yang oversold menunjukkan peluang beli yang menarik, meski risiko jangka pendek dari ketidakpastian makro dan geopolitik masih ada.