
Tiga pejabat Federal Reserve menolak pernyataan kebijakan terbaru yang mempertahankan suku bunga, dengan alasan Fed harus menghilangkan 'bias pelonggaran' dan memberi sinyal bahwa suku bunga bisa naik karena risiko inflasi dari perang di Iran. Mereka menyoroti kekhawatiran bahwa guncangan energi dan konflik berkepanjangan di dekat Selat Hormuz dapat meningkatkan inflasi secara tajam, yang mungkin memaksa kenaikan suku bunga meski berdampak pada pasar tenaga kerja. Penolakan ini menantang harapan Presiden Trump yang mendukung pemotongan suku bunga di bawah calon pemimpin Fed pilihannya. Para penolak menekankan risiko ekspektasi inflasi yang tidak terkendali jika Fed tidak bertindak hati-hati.