
Harga energi naik lebih dari 50% akibat perang Iran, namun pasar saham global tetap tinggi, menandakan investor meremehkan dampak ekonomi. Para ahli memperingatkan krisis energi ini bisa memicu resesi besar, mempengaruhi industri kimia, produksi makanan, dan maskapai penerbangan. Harga minyak diperkirakan akan tetap tinggi, mendorong kenaikan biaya di berbagai komoditas dan memperburuk inflasi. Penyelesaian cepat konflik sangat penting untuk menghindari kerusakan ekonomi berkepanjangan dan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh bank sentral.