
Keluarga korban penembakan sekolah di British Columbia pada Februari mengajukan tujuh gugatan terhadap OpenAI, mengklaim AI ChatGPT disalahgunakan oleh pelaku. Gugatan menyebut kegagalan OpenAI mencegah pelaku yang melakukan percakapan kekerasan di ChatGPT berkontribusi pada tragedi yang menewaskan enam orang. OpenAI menanggapi dengan memperkuat pengamanan dan menyatakan penyesalan karena tidak melapor ke penegak hukum lebih awal. Kasus ini bisa jadi preseden penting terkait tanggung jawab perusahaan AI dan langkah keselamatan di tengah tantangan hukum yang sedang berlangsung bagi OpenAI.