
OPEC+ mengumumkan akan menaikkan produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari pada Juni, sedikit lebih rendah dari kenaikan Mei sebesar 206.000 barel per hari. Keputusan ini diambil setelah Uni Emirat Arab, produsen minyak terbesar ketiga dalam kartel, resmi keluar dari OPEC+ pada 1 Mei. Tujuh anggota yang tersisa, termasuk Arab Saudi dan Rusia, berupaya mendukung stabilitas pasar minyak meski pasokan terganggu akibat konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz. Keluarannya UAE menandai perubahan penting dalam dinamika OPEC+ saat kelompok ini menyesuaikan strategi produksinya ke depan.