
OPEC+ memutuskan menaikkan target produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari pada Juni, kenaikan ketiga berturut-turut. Namun, peningkatan ini lebih bersifat simbolis karena perang Iran dan penutupan Selat Hormuz masih membatasi ekspor minyak dari produsen utama seperti Arab Saudi, Irak, dan Kuwait. Langkah ini menunjukkan niat OPEC+ untuk mempertahankan kontrol pasokan dan kelangsungan meski UAE keluar dari kelompok. Pertemuan OPEC+ berikutnya dijadwalkan 7 Juni, dengan kendala pasokan fisik diperkirakan berlanjut hingga konflik dan gangguan pengiriman mereda.