
Laporan Capgemini menunjukkan hanya 10% perusahaan asuransi properti dan kecelakaan yang berhasil mengimplementasikan AI secara luas, dengan pertumbuhan pendapatan 21% dan kenaikan saham 51% dalam tiga tahun. Para pionir AI ini mengintegrasikan AI secara strategis dengan pelatihan kuat, alat AI yang dapat dijelaskan, dan tanggung jawab jelas, berbeda dengan yang masih dalam tahap pilot dengan pengukuran ROI terbatas. Laporan ini menyoroti tantangan industri seperti kurangnya investasi dalam manajemen perubahan dan persiapan data, serta mengajak perusahaan asuransi untuk memasukkan AI dalam operasi dan tata kelola sehari-hari agar mempertahankan keunggulan kompetitif.