
Lufthansa melaporkan biaya bahan bakar tambahan sebesar €1,7 miliar akibat konflik di Timur Tengah, meski telah melakukan lindung nilai pada 80% bahan bakarnya. Laba operasional kuartal pertama naik menjadi €612 juta dengan pendapatan meningkat 8% menjadi €8,7 miliar. Untuk mengatasi kenaikan harga bahan bakar dan tantangan pasokan, Lufthansa memangkas 20.000 penerbangan jarak pendek guna menghemat bahan bakar dan menghindari kerugian. Kekurangan bahan bakar jet di Eropa yang diperparah oleh blokade Selat Hormuz berdampak luas pada maskapai, termasuk EasyJet yang juga mengalami kenaikan biaya bahan bakar dan pemesanan tiket yang melemah.