
Imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun kembali menyentuh 5%, mendorong biaya pembayaran bunga utang pemerintah menjadi sekitar $1,22 triliun per tahun atau lebih dari 4% dari PDB—tertinggi sejak awal 1990-an. Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik yang memengaruhi harga minyak dan ekspektasi inflasi, yang kemudian menekan kebijakan The Fed dan menaikkan biaya pinjaman bagi pemerintah, bisnis, dan konsumen. Imbal hasil tinggi yang bertahan dapat menekan valuasi saham, menaikkan suku bunga KPR, dan membebani anggaran federal, menandakan tantangan bagi investor dan ekonomi. Pasar kini menanti apakah imbal hasil akan turun atau terus naik, yang bisa memicu pergeseran pasar besar.