
Harga aluminium naik lebih dari 13% sejak konflik AS-Iran dimulai, mencapai level tertinggi sejak 2022. Lonjakan ini disebabkan gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz dan kerusakan fasilitas di Timur Tengah, mengurangi sekitar 10% pasokan global. Perusahaan seperti Ford dan Molson Coors menghadapi kenaikan biaya, dengan Ford memperkirakan tekanan komoditas melebihi $2 miliar akibat harga aluminium yang naik. Analis Wall Street memprediksi pertumbuhan pasokan terbatas pada 2026, menandakan tekanan harga berlanjut.