
Grab Holdings melaporkan kenaikan pendapatan 24% pada kuartal pertama, dengan pendapatan pengemudi naik 23% berkat mode 'Turbo' berbasis AI yang mengoptimalkan rute dan waktu. Perusahaan memanfaatkan lebih dari 20 miliar transaksi lokal untuk meningkatkan efisiensi layanan pengantaran dan ride-hailing. Meski menghadapi tantangan regulasi seperti pembatasan komisi ride-share di Indonesia, Grab bernegosiasi dengan otoritas dan mengembangkan inisiatif AI, termasuk uji coba kendaraan otonom dan robot AI untuk mengurangi waktu tunggu pengemudi. Inovasi ini bertujuan mendukung pertumbuhan dan meningkatkan pendapatan pengemudi di pasar Asia Tenggara yang kompetitif.