
Keluar resmi UAE dari OPEC pada 1 Mei menambah ketidakpastian pengelolaan pasokan minyak global di tengah konflik AS-Iran dan penutupan efektif Selat Hormuz, yang menyebabkan gangguan besar pada logistik dan pasokan minyak mentah. Hal ini memicu volatilitas harga minyak, dengan WTI menunjukkan momentum bullish dan Brent rentan terhadap ketegangan Timur Tengah. Sementara itu, harga gas alam AS tetap rendah karena kelebihan stok dan permintaan yang lemah. Pelaku pasar memantau level resistensi harga dan perkembangan geopolitik untuk tren selanjutnya.