
Flyte, perusahaan mobilitas udara regional, meningkatkan kapasitas penerbangan dan membuka inisiatif perekrutan setelah Spirit Airlines berhenti beroperasi pada 2 Mei 2026. Penutupan Spirit mengganggu perjalanan udara AS, mempengaruhi sekitar 17.000 karyawan dan menyebabkan banyak pembatalan penerbangan. Flyte berencana memperluas armada Vision Jet dan rute regionalnya, fokus pada layanan jarak pendek premium, serta menawarkan peluang kerja bagi pilot dan profesional penerbangan yang terdampak. Langkah ini bertujuan mengatasi kapasitas yang berkurang dan tarif yang naik di pasar domestik utama setelah keluarnya Spirit.