
ASML, perusahaan Belanda, memegang monopoli mesin litografi ultraviolet ekstrim yang penting untuk produksi chip canggih yang mendukung AI. Meski permintaan meningkat dari perusahaan teknologi AS besar yang berinvestasi besar dalam AI, ASML menghadapi kendala rantai pasokan yang membatasi ketersediaan chip selama bertahun-tahun. Perusahaan membela mesin mahalnya sebagai efisien biaya dalam jangka panjang dan menolak klaim startup pesaing yang bisa meniru teknologinya, dengan alasan pengalaman puluhan tahun dan manufaktur kompleks. Ketegangan geopolitik muncul dari kekhawatiran rekayasa balik di China, namun ASML membantah adanya transfer teknologi tanpa izin. Perusahaan terus berdialog dengan otoritas AS soal kontrol ekspor untuk menyeimbangkan peluang bisnis dan keamanan nasional.