
Di tengah ketegangan AS-Iran dan sanksi yang batasi metode pembayaran tradisional, bisnis Iran semakin mengandalkan cryptocurrency untuk perdagangan domestik dan internasional. Bitcoin dan aset digital lain membantu transfer uang lintas batas meski akses Visa, Mastercard, dan SWIFT terbatas. Meski memudahkan pembayaran, crypto belum bisa menggantikan kerangka hukum dan kepercayaan yang dibutuhkan dalam perdagangan formal, terutama dengan negara seperti Rusia. Lonjakan penggunaan crypto juga terkait listrik murah di Iran yang mendukung penambangan Bitcoin, meski menyebabkan pemadaman listrik. Ketegangan militer di Selat Hormuz dorong harga minyak naik, menegaskan tantangan ekonomi kompleks yang dihadapi Iran.