
Bitcoin melonjak lebih dari 19% dalam sebulan terakhir, menembus di atas $80.000 di tengah sinyal inflasi yang meningkat seperti harga minyak dan indeks komoditas yang tinggi. Biasanya, inflasi naik dan suku bunga tinggi membuat investor beralih ke aset aman, menekan Bitcoin. Namun, reli Bitcoin kali ini menunjukkan potensi pergeseran dari aset berisiko menjadi lindung nilai inflasi. Pergeseran ini didukung oleh aliran masuk dana $4,45 miliar ke ETF Bitcoin di AS sejak Maret dan dukungan dari investor ternama seperti Paul Tudor Jones. Meski begitu, korelasi Bitcoin dengan saham AS yang naik membuat narasi ini kompleks; ujian sebenarnya adalah jika Bitcoin tetap kuat atau naik saat pasar saham turun, yang akan mengonfirmasi statusnya sebagai lindung nilai inflasi.