
Arthur Hayes memprediksi Bitcoin akan mencapai $100.000 setelah musim panas di belahan bumi utara dan naik ke $125.000 pada akhir 2026, terutama didorong oleh likuiditas dolar, bukan regulasi. Ia berpendapat bahwa pembiayaan perang melalui bank komersial meningkatkan likuiditas yang mendukung kenaikan harga Bitcoin dibandingkan saham tradisional. Hayes juga mencatat ketegangan geopolitik seperti di Iran dapat memengaruhi waktu pencapaian target, namun pasar saat ini tampak mengabaikan risiko tersebut. Selain itu, ia meremehkan dampak CLARITY Act terhadap Bitcoin dan menyoroti pergeseran investasinya ke Hyperliquid, platform derivatif tanpa izin, yang diperkirakan akan mengungguli Ethereum dalam siklus ini.