
Amazon membuka jaringan logistiknya untuk perusahaan lain lewat Amazon Supply Chain Services, menyasar pasar logistik pihak ketiga senilai $1,3 triliun. Langkah ini diperkirakan mengganggu saham transportasi AS, dengan pemain besar seperti UPS dan FedEx turun hingga 9%. Bank of America menyebut ini sebagai perubahan struktural, membandingkannya dengan model bisnis Amazon Web Services, dan memperkirakan Amazon akan menguasai pangsa pasar signifikan pada 2027, meningkatkan pendapatan ritel dan memanfaatkan aset yang ada. Peluncuran ini menandakan kesiapan Amazon melayani permintaan eksternal, menantang perusahaan logistik dan broker tradisional.