Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Mau Beli Rumah, Tapi Masih Bingung? Sini Liat Tipsnya!
shareIcon

Mau Beli Rumah, Tapi Masih Bingung? Sini Liat Tipsnya!

1 Oct 2020, 4:12 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Mau Beli Rumah, Tapi Masih Bingung? Sini Liat Tipsnya!

Punya hunian sendiri, pasti jadi prioritas banyak orang. Maka dari itu, perlu tips membeli rumah yang tepat agar tidak salah kaprah. Buat urusan membeli rumah pertama kali, sebaiknya jangan terlalu menganggap gampang.

Kamu perlu berdiskusi dengan pasangan, dan mengumpulkan informasi seputar tips membeli rumah pertama. Sebuah rumah nantinya akan menjadi tempat bernaung kamu dan keluarga dalam jangka panjang.

Bisa saja rumah tersebut menjadi warisan buat anak, cucu, atau cicit. Tak ayal, perencanaan, kesiapan, dan strategi yang tepat perlu digalakkan.

Tentu kamu tidak ingin ketika sudah bisa mencicil rumah, finansial sehari-hari justru terganggu ‘kan? Nah, agar memuaskan dan tak salah pilih, ikuti tips membeli rumah pertama di bawah ini:

Baca: Menikah VS Beli Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?

Rencanakan Budget untuk Membeli Rumah

Hunian untuk seluruh anggota keluarga ini memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karena itu kita perlu merencanakan terlebih dahulu budget maupun batas kemampuan bayar masing-masing.

Hal ini dilakukan agar keputusan membeli rumah tidak membebani kondisi finansial untuk memenuhi kebutuhan pokok. Maupun kebutuhan lain yang sebelumnya sudah ada. Sebagai informasi bank biasanya mensyaratkan angsuran KPR per bulan maksimal sebesar 30% penghasilan bersih pribadi maupun gabungan antara suami dan istri.

Ini bisa kamu jadikan patokan untuk batas kemampuan bayarmu, dengan catatan kamu maupun pasangan tidak memiliki utang.

Kenali Seluk Beluk Pembayaran Membeli Rumah

Setelah merencanakan budget untuk membeli rumah, selanjutnya kamu perlu mengenali seluk beluk pembayarannya. Hal ini menjadi penting, agar kamu paham akan biaya serta komitmen apa saja yang diperlukan dalam membeli rumah. salah satu tips membeli rumah ini harus sangat kamu pahami, karena hal ini tentang anggaran kamu lho!

Sebagai bukti keseriusan, terdapat 2 macam biaya yang perlu dibayarkan, diantaranya:

Baca juga: Kompensasi Rumah Korban Banjir hingga Rp50 Juta, Plus Dana Hunian Rp500 ribu/bulan

  • Booking fee – merupakan pembayaran dalam bentuk sejumlah uang sebagai komitmen memesan unit properti tertentu. Untuk besaran biayanya, booking fee tidak memiliki patokan pasti, dan berbeda-beda di tiap jenis hunian maupun pengembang properti.
  • Uang Tanda Jadi atau Down Payment (DP) – sama halnya dengan booking fee, DP merupakan wujud dari bukti keseriusan pemesanan rumah yang diinginkan. Selain itu DP juga digunakan untuk mengikat harga yang sebelumnya sudah disetujui antara penjual dan pembeli properti. Untuk besaran biayanya bervariasi, pada umumnya mulai dari 10%, tergantung promo yang sedang berlangsung dari bank ataupun pengembang properti. Agar tidak terbebani DP, kamu dapat memilih bank atau pengembang properti yang mempunyai program keringanan kredit pembelian rumah.

Selain bukti keseriusan, terdapat juga 3 pilihan cara bayar properti yang berlaku di Indonesia, diantaranya:

  • Kredit Pemilikan Rakyat (KPR) – merupakan produk pembiayaan untuk pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga rumah. Pada sistem ini, kita akan membayar rumah dengan cara mencicil tiap bulan kepada pihak bank. Lama cicilan atau tenornya beragam, dan dapat disesuaikan dengan kemampuan bayar masing-masing. Untuk mengajukan KPR, terdapat ketentuan standar yang harus dipenuhi meliputi usia <50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR, fotokopi KTP, akta nikah atau cerai, kartu keluarga, surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan), serta dokumen terkait rumah yang dijadikan agunan (SHM, IMB, PBB).

Baca juga: 7 Tips Keuangan untuk Milenial, Kamu Milenial? Check disini!

  • Tunai Keras atau Cash Keras – merupakan sistem pembayaran yang dilakukan dalam waktu paling lambat satu bulan sejak adanya kesepakatan antara pembeli dan pengembang. Sistem bayar ini memiliki banyak keuntungan, karena biasanya pengembang akan memberikan potongan harga rumah yang menggiurkan (biasanya sekitar 10 – 15%). Selain itu, keuntungan lainnya adalah kita tidak perlu memikirkan beban cicilan tiap bulan, maupun fluktuasi suku bunga pinjaman yang kerap melambung tinggi seperti di sistem bayar KPR.
  • Tunai Bertahap atau Cash Installment – bila sebelumnya KPR adalah cicilan kepada pihak bank, maka Cash Installment adalah cicilan dalam kurun 6-24 bulan yang dibayarkan langsung kepada pihak pengembang. Sistem bayar ini terbilang cukup efektif karena cicilan tak akan terpengaruh fluktuasi bunga bank. Namun, perlu kamu ketahui juga bahwa pada sistem ini pembeli diwajibkan untuk menyerahkan DP yang jumlahnya cenderung lebih besar atau sekitar 30 – 50% dari harga rumah, tergantung kebijakan pengembang.

Baca: Beli Rumah dari Tabungan Emas? Bisa, Hitung Dulu Anggaranmu Yuk!

Tentukan Lokasi Saat Membeli Rumah

Nah, kalau sudah paham kedua hal mendasar sebelumnya, maka kamu dapat mulai menentukan lokasi rumah yang diinginkan. Penentuan lokasi ini dapat dipertimbangkan berdasarkan berbagai aspek. Mulai dari pertimbangan atas lokasi yang tidak rawan banjir, memiliki akses yang mudah dan strategis, maupun pertimbangan atas kondisi air, bentuk tanah, hingga besarnya budget yang dimiliki.

Pilih Pengembang Properti atau Developer Terpercaya

Tahap selanjutnya adalah memilih rumah berdasarkan pengembangnya. Pastikan pihak pengembang atau developer yang dipilih merupakan pihak terpercaya. Hal ini bisa dipastikan dengan menggali informasi seputar track record project sebelumnya.

Apakah developer memiliki masalah atau terdapat kejanggalan pada proyek hunian yang sudah pernah dibangun?

Bila tidak ada masalah maka kamu dapat memilih produk hunian dari developer tersebut.

Tapi, jangan lupa pastikan kembali produk hunian developer yang kamu pilih memiliki kisaran harga yang sesuai dengan budget yang kamu miliki.

Baca: Jangan Ditunda Lagi! Begini 7 Cara Kilat Terbebas dari Utang

Tentukan Tipe Rumah

Pengembang properti umumnya memiliki beberapa produk hunian dengan tipe luas tanah dan bangunan yang berbeda-beda. Sebagai contoh tipe rumah yang kini cukup populer adalah tipe 36, 45, 60, dan juga tipe 70.

Untuk menentukan tipe rumah yang diinginkan kamu dapat mengecek produk rumah yang disediakan oleh developer pilihanmu. Lalu menentukannya berdasarkan dengan budget yang dimiliki.

Dalam menentukan tipe rumah ini pastikan kamu tidak memaksakan keinginan untuk memiliki rumah impian. Sebagai opsi agar tetap on budget kamu bisa memilih hunian dengan konsep rumah tumbuh yang memungkinkan untuk dibangun atau di renovasi di kemudian hari.

Baca: Newbie di Bursa Saham? Ini 4 Cara Aman Berinvestasi bagi Pemula

Pastikan Tidak Ada Kredit Macet

Apabila kamu hendak membeli rumah dengan cara mencicil, maka pastikan bahwa kamu ataupun pasangan tidak memiliki kredit yang macet pembayarannya. Apabila seseorang memiliki kredit macet akan lebih sulit mendapatkan approval pinjaman KPR dari bank.

Hal ini terjadi karena pihak bank mempertimbangkan kemampuan dan kepatuhan kamu dalam membayar cicilan. Karenanya pihak bank biasanya juga akan memperhitungkan jumlah utang maupun cicilan berjalan dengan pendapatan kamu tiap bulannya. Dan juga track record kredit macet jika kamu pernah mengalami sebelumnya.

Nah, sudah tahu kan tips membeli rumah?

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: cnbc.com

Baca juga:

Menikah VS Beli Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?

Newbie di Bursa Saham? Ini 4 Cara Aman Berinvestasi bagi Pemula

Beli Rumah dari Tabungan Emas? Bisa, Hitung Dulu Anggaranmu Yuk!

Ditulis oleh
channel logo

Satya Nagara

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1