pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bagikan
resource

Waktu baca: 3 menit

View

1186

Kenapa Laporan Keuangan Penting?

Salah satu event penting yang mempengaruhi harga saham adalah laporan keuangan. Namun, seberapa signifikan laporan keuangan mempengaruhi harga saham? Simak selengkapnya di sini!

Dalam investasi saham, Sobat Cuan pasti tahu bahwa harga saham bergerak berdasarkan ekspektasi terhadap perusahaan. Nah, oleh karenanya, kamu pasti dengar istilah “Buy Rumor and Sell on News” dalam investasi, bukan?

Istilah itu menggambarkan bahwa harga saham cenderung naik sebelum berita itu terjadi dan cenderung turun ketika beritanya sudah terbut. Kondisi itu pun mungkin sesuai dengan pertanyaan kamu, yakni 'Kenapa harga saham malah turun setelah saya membeli saham pas kabarnya lagi bagus, ya?'.

Sobat Cuan harus memahami bahwa harga saham sebagian terbentuk karena ekspektasi. Ekspektasi tersebut biasanya muncul ketika terjadi event-event yang sangat krusial dalam pembentukan harga saham.

Salah satu event besar yang mempengaruhi harga saham dan rutin terjadi adalah pengumuman laporan keuangan. Emiten pasar modal biasanya rutin mengumumkan laporan kinerjanya setiap kuartal atau tiga bulan sekali. Jika terdapat empat kuartal setiap tahunnya, maka perusahaan akan merilis laporan keuangannya sebanyak empat kali dalam setahun.

Berikut timeline perusahaan ketika melaporkan laporan keuangannya!

Apa Saja yang Dilaporkan Perusahaan di Laporan Keuangan?

Perusahaan terbuka biasanya melaporkan pendapatan, laba bersih, neraca keuangan (posisi utang dan aset), serta prospek usaha perusahaan ke depan.

Setiap kuartal mempunyai peran masing-masing dalam pembentukan harga saham sebuah perusahaan. Sebagai contoh, laporan keuangan kuartal IV biasanya memberikan ekspektasi kinerja perusahaan di tahun depan. Dalam hal ini, analis atau investor akan menganalisis pencapaian sang emiten di tahun depan berdasarkan data-data laporan keuangan di kuartal IV. Selain itu, analis dan investor bisa menganalisis rencana bisnis sang emiten ke depan menggunakan laporan tersebut.

Ketika perusahaan melaporkan pendapatan dan laba bersih meningkat dari tahun sebelumnya, artinya perusahaan tersebut bisa dibilang punya nilai saham yang baik. Namun, apakah hal itu cukup untuk menganalisis kinerja perusahaan ke belakang? Tentu saja tidak!

Alasannya sederhana, Sobat Cuan. Investor akan melihat kenaikan harga saham sebagai potensi pendapatan dan laba bersih perusahaan ke depan. Sehingga, ketika perusahaan memberikan ekspektasi bahwa pendapatan di tahun depan akan naik dan berita di atas belum dicerna oleh pasar, biasanya nilai saham perusahaan tersebut akan naik. Tetapi, apabila perusahaan memberikan penjelasan bahwa bisnisnya tahun depan akan sedikit tergoncang, maka investor akan menerjemahkan ini sebagai sinyal negatif.

Ingat Sobat Cuan, semua pergerakan harga saham adalah berdasarkan ekspektasi

Tips Menghadapi Musim Laporan Keuangan

  1. Hindari melakukan transaksi saham sebelum laporan keuangan untuk menghindari volatilitas. Karena analis sekuritas, meski analis kawakan pun, juga bisa salah dalam menganalisis pergerakannya.
  2. Para analis tentu akan menyesuaikan ekspektasi nilai saham, baik revisinya naik atau turun. Ketika analis berekspektasi harga saham naik, biasanya nilai saham akan naik. Begitu pun sebaliknya. Harga saham akan berguguran jika analis berekspektasi sahamnya akan turun.
  3. Sobat Cuan perlu memperhatikan pergerakan saham sebuah emiten jika berita mengenai kinerja keuangan emiten bocor sehari sebelum perilisannya. Jika harga saham naik sebelum perilisan resmi laporan keuangan sebuah perusahaan, maka kemungkinan besar laporan keuangannya benar-benar kinclong. Sehingga, investor akan bersiap-siap menjual sahamnya ketika hari-H perilisan laporan keuangan tersebut.
  4. Jangan pernah membeli saham ketika berita baru keluar! Sebab, banyak investor diperkirakan akan melakukan aksi jual ketika berita baik mengenai satu emiten baru mencuat. Namun, harga saham sebuah emiten biasanya malah naik ketika kabar buruk menyeruak disertai ekspektasi analis yang positif terhadap harga saham tersebut ke depan.

Bagikan