Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNew

arrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

NEWS_TITLE

Pluang Snapshot: Amazon Ketiban Berkah, Ekonomi AS Malah Melemah

Pluang Snapshot: Amazon Ketiban Berkah, Ekonomi AS Malah Melemah

28 Apr 2023, 3:11 AM·READING_TIME
Kategori
Pluang Snapshot: Amazon Ketiban Berkah, Ekonomi AS Malah Melemah

Selamat siang, Sobat Cuan! Amazon bukukan laba di triwulan lalu sementara ekonomi AS melambat di periode yang sama, semua terangkum di Pluang Snapshot berikut!

Hal yang Perlu Dipantau Hari Ini

1. Efisiensi Beban Buat Amazon Lepas dari Jeratan Kerugian

Raksasa belanja daring Amazon.com Inc mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba menawan di kuartal I 2023. Prestasi itu merupakan buah dari siasat efisiensi yang dijalankan perusahaan sejak awal tahun dan kenaikan pendapatan iklan.

Di kuartal lalu, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$127,4 miliar atau tumbuh 9% dari US$116,4 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini jauh melebihi estimasi analis yakni US$124,7 miliar. Sementara itu, perusahaan juga sukses menorehkan laba bersih sebesar US$3,2 miliar di triwulan lalu atau membaik signifikan dari rugi bersih sebesar US$3,8 miliar di kuartal I tahun sebelumnya.

Kinclongnya kinerja keuangan Amazon ditopang oleh pertumbuhan pendapatan periklanan yang mencapai 23% jika dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, AWS, yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan, hanya menorehkan pertumbuhan 15,79% di rentang waktu yang sama.

Lebih lanjut, upaya penghematan perusahaan, salah satunya adalah dengan memecat 27.000 karyawan hingga saat ini,  berhasil menekan laju pertumbuhan beban operasional menjadi 8,7% secara tahunan di triwulan lalu. Meski tetap bertumbuh, kenaikan beban ini merupakan pertumbuhan beban tahunan  terendah setidaknya dalam satu dekade terakhir.

Transaksi Saham Amazon di Sini!

2. Permintaan PC Melemah, Pendapatan Intel Anjlok Parah

Produsen chip semikonduktor Intel Corporation melaporkan penurunan pendapatan yang kronis di kuartal I 2023. Perusahaan diketahui membukukan pendapatan US$11,72 miliar di triwulan lalu atau terjun drastis 36,13% dari US$18,35 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Anjloknya permintaan di pasar komputer personal (PC) dan data center menjadi tulah bagi kinerja pendapatan perusahaan. Asal tahu saja, permintaan komputer memang sudah menunjukkan pelemahan sejak tahun lalu akibat situasi makroekonomi yang tidak pasti dan inflasi tinggi.

Transaksi Saham Intel di Sini!

3. Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat Jadi 1,1%

Biro Analisis Ekonomi AS kemarin melaporkan bahwa AS mencetak pertumbuhan ekonomi 1,1% secara tahunan (year-on-year) di kuartal I 2023. Meski angka ini membaik dari -1,6% di periode yang sama tahun sebelumnya, realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut ternyata lebih rendah dibanding 2,6% di kuartal IV 2022.

Secara lebih rinci, lembaga tersebut mengatakan bahwa pertumbuhan konsumsi masyarakat tumbuh mengesankan yakni 3,7% sepanjang triwulan lalu. Sayangnya, pelemahan pertumbuhan investasi persediaan (inventory investment) menjadi batu sandungan utama bagi laju pertumbuhan ekonomi AS.

Baca Juga: Pluang Snapshot: Pendapatan Meta Bertumbuh, Penjualan iPhone di China 'Luluh'

4. Komunitas LUNC Pertimbangkan Stabilkan Nilai USTC

Anggota komunitas Terra Classic (LUNC) mempertimbangkan untuk mengesahkan satu proposal tata kelola baru tentang pentautan kembali (re-peg) nilai stablecoin USTC terhadap Dolar AS. Proposal tersebut diketahui diajukan oleh anggota komunitas LUNC dengan identitas Redline Drafter.

Dalam proposalnya, Redline Drafter memuat sebuah mekanisme baru agar nilai  USTC kembali setara dengan Dolar AS.

Dalam mekanisme yang dimaksud, jaringan diharapkan dapat memungut biaya tambahan, atau disebut dengan divergence fee, dalam kegiatan trading USTC jika nilainya tidak sesuai dengan peg yang seharusnya. Nantinya, seluruh biaya-biaya tersebut bisa digunakan jaringan untuk membeli aset-aset baru, sehingga nilai USTC pun lambat laun akan menyamai Dolar AS.

Transaksi LUNC di Sini!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Download Aplikasi Pluang di Sini!

Ditulis oleh
channel logo

Marco Antonius

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1