pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Kabar Sepekan: Omicron Serang RI, Pengetatan Moneter Bikin Ngeri

Kabar sepekan menemani akhir pekan kamu dengan rangkuman kabar internasional, domestik hingga aset kripto. Selamat beraktivitas di akhir pekan, Sobat Cuan!

Kabar Mancanegara Sepekan

1. Bank Sentral Inggris Naikkan Bunga Acuan

Bank Sentral Inggris (Bank of England) menaikkan suku bunga acuannya dari 0,1% menjadi 0,25%. Penyesuaian ini dilakukan setelah inflasi di Inggris menembus 5,1% pada bulan November.

2. Defisit Anggaran AS Melejit 32%

Amerika Serikat mencatat defisit APBN sebesar US$191 miliar pada November 2021, atau melebar 32% dibanding November tahun lalu US$145 miliar. Baik pos penerimaan perpajakan maupun pos belanja mencetak rekor tertinggi di bulan November sepanjang sejarah Amerika Serikat. Adapun penerimaan pajak AS tercatat US$281 miliar atau melonjak 28% secara tahunan.

3. Harga Produsen AS Meroket 9,6% Secara Tahunan

Indeks harga produsen di Amerika Serikat mengalami lonjakan 9,6% secara tahunan pada bulan November. Inflasi inti harga produsen, yakni dengan mengecualikan kenaikan harga volatile food dan komponen energi mencapai 7,7%. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak 2010.

4. The Fed Perbesar Nilai Tapering

Bank sentral AS The Fed mengumumkan akan melaksanakan tapering, yakni dengan memperkecil pembelian instrumen surat berharga dari US$15 miliar per bulan menjadi US$30 miliar, mulai Januari 2022.

Selain itu, otoritas moneter tersebut pun berniat mengerek suku bunga acuan Fed Rate sebanyak tiga kali di tahun depan. Hal itu disampaikan Ketua The Fed Jerome Powell pasca rapat FOMC yang selesai Rabu (15/12) waktu AS.

5. Bank Sentral China Suntik 500 Miliar Yuan

People Bank of China (PBoC) menyuntikkan dana senilai 500 miliar yuan ke dalam sistem keuangannya. Jumlah tersebut setara US$78,5 miliar atau sekitar Rp1.130 triliun.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Inggris Kerek Suku Bunga, BI Tengah Gembira

Kabar Aset Kripto Sepekan

1. Senator AS Minta Yellen Elaborasi Pengertian Broker Kripto

Sebanyak enam senator Amerika Serikat meminta Menteri Keuangan AS Janet Yellen untuk menjelaskan batasan definisi ‘broker’ dalam dokumen UU Infrastruktur yang disahkan medio November lalu.

2. IMF Ingin Bitcoin Diatur secara Global

Tiga direktur International Monetary Fund (IMF) Tobias Adrian, Dong He dan Aditya Narain mengajukan proposal untuk segera menyusun kerangka regulasi global bagi Bitcoin dan aset-aset kripto lainnya.

Tujuannya ialah untuk menyediakan pendekatan manajemen risiko yang komprehensif dan mampu menjaga kestabilan finansial. Proposal tersebut diajukan kepada Financial Stability Board (FSB) yang memiliki fungsi koordinasi. Sehingga, IMF menilai FSB pula yang mestinya menyusun kerangka aturan tersebut.

3. Bank Sentral Inggris Ingin Regulasi Aset Kripto

Gubernur Bank of England Andrew Bailey memperingatkan industri perbankan dan firma finansial mengenai risiko aset kripto yang memiliki nilai cukup fluktuatif. Menurutnya, regulasi yang jelas terkait aset kripto cukup mendesak sebelum instrumen investasi anyar ini mulai diadopsi oleh lebih banyak pelaku keuangan.

Komite finansial BoE (Financial Policy Committee/FPC) mengatakan, saat ini memang belum ada perbankan di Inggris yang menyatakan niatnya untuk mengadopsi aset kripto secara eksplisit. Namun, beberapa layanan keuangan mulai menawarkan beragam jasa terkait aset kripto, diantaranya trading derivatif dan jasa custody.

4. Shiba Inu Diterima Sebagai Alat Pembayaran

Token meme Shiba Inu ternyata makin beken. Sepanjang Desember, sebanyak 10 perusahaan dan toko ritel di Amerika Serikat telah menerima pembayaran barang dan jasa dengan token tersebut, di mana lima di antaranya telah terintegrasi dengan perusahaan pembayaran kripto, Flexa.

Baca juga: Kabar Sepekan: Kode Broker Lenyap, Inflasi Bikin Ekonomi Megap-Megap

Kabar Domestik Sepekan

1. OJK Moratorium Izin Manajer Investasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara pemberian izin bagi perusahaan efek yang melakukan kegiatan usaha selaku manajer investasi (MI). Moratorium dilakukan agar OJK dapat mengevaluasi dan melakukan penataan ulang pada industri MI.

2. Porsi Utang Tahun Depan ‘Hanya’ Rp973,6 Triliun

Kementerian Keuangan akan melakukan pembiayaan sebesar Rp973,6 triliun untuk menutupi defisit anggaran tahun 2022. Jumlah ini lebih kecil dari outlook penarikan utang tahun ini yakni Rp1.026 triliun.

3. Indonesia Makin Sedikit Tarik Utang Asing

Bank Indonesia mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar US$208,4 miliar pada Oktober, atau menyusut 0,35% dari September yakni US$432,8 miliar. Turunnya posisi ULN disebabkan oleh menurunnya jumlah utang pemerintah maupun swasta. Penurunan terbesar terjadi pada ULN lembaga keuangan yang terkontraksi hingga 5,8%, padahal sektor ini merupakan kontributor terbesar dalam pos ULN Swasta.

4. Siap-Siap, Cukai Rokok Naik 12%

Kementerian Keuangan mengatakan akan mengerek rata-rata cukai rokok sebesar 12% mulai 1 Januari 2022 mendatang. Langkah ini diambil menimbang sisi kesehatan, sisi ketenagakerjaan, keberlangsungan petani tembakau, hingga upaya untuk memberantas rokok ilegal.

5. Ekspor RI Kembali Cetak Rekor

Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia pada November 2021 mencapai US$22,84 miliar, alias naik 49,7% secara tahunan. Sementara itu, nilai impor Indonesia mencapai US$19,33 miliar, naik 52,62% secara tahunan.

6. Indonesia Catat Kasus Pertama Omicron

Pemerintah mengumumkan kasus pertama COVID-19 varian Omicron di Indonesia, yang merupakan salah satu dari tiga petugas kebersihan Wisma Atlet yang sebelumnya dinyatakan positif COVD-19.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES