pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
course

Waktu baca: 4 menit

View
2656

Memahami Ragam Pola Candlestick

Analisis teknikal memang tak bisa lepas dengan grafik candlestick lantaran pola-polanya bisa memberi sinyal terkait perubahan tren harga. Lantas, apa saja pola-pola candlestick yang perlu kamu ketahui?

Grafik candlestick membentuk dasar utama analisis teknikal untuk trading. Pasalnya, gabungan grafik candlestick bisa memberikan gambaran bagi investor terkait satu pola tertentu, yang terjadi akibat interaksi antara pembeli dan penjual di pasar aset.

Pola candlestick memang banyak jumlahnya. Tapi, pola-pola tersebut umumnya menunjukkan dua tren pasar utama: Bullish dan bearish. Apakah itu?

Pola bullish mengindikasikan bahwa harga aset kemungkinan akan terus menanjak, sementara pola bearish menunjukkan bahwa harga aset akan terus melandai. Hanya saja, grafik candlestick tidak selalu jitu dalam meramal pergerakan tren harga aset ke depan mengingat pola candlestick hanya sebatas memberi sinyal-sinyal bagi tren tersebut.

Di bawah ini, Sobat Cuan bisa mempelajari delapan jenis pola candlestick yang umum digunakan oleh trader. Delapan pola ini terdiri dari empat pola candlestick bullish dan empat pola candlestick bearish.

Mengenal Pola Candlestick

Pola Candlestick Bullish

Pola bullish umumnya muncul setelah harga aset terpantau terus melandai, yang mengindikasikan bahwa harga sudah mulai terdongkrak setelah melorot dalam jangka waktu tertentu. Pola-pola ini biasanya menjadi sinyal bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi beli sebelum nantinya mendulang cuan dari pergerakan harga aset ke depan.

1. Hammer

Pola candlestick hammer terjadi ketika terdapat satu "lilin" yang memiliki badan pendek namun memiliki batang bagian bawah yang menjuntai. Hal ini mencerminkan bahwa pelaku pasar tengah getol melakukan aksi beli dan ujungnya meningkatkan harga aset. Lilin candlestick pola hammer biasanya berwarna hijau, namun kadang bisa juga berwarna merah. Jika lilin tersebut berwarna hijau, maka terdapat sinyal bullish yang kuat di pasar.

2. Bullish Engulfing

Pola bullish engulfing terjadi ketika candlestick hijau memiliki badan yang lebih besar dibanding candlestick merah yang berada di samping kirinya. Hal ini mengindikasikan bahwa sesi perdagangan hari tersebut punya nilai pembukaan yang lebih kecil dibanding hari sebelumnya, namun kondisi market terbilang tengah bullish sehingga harga menanjak.

3. Morning Star

Sobat Cuan bisa menerka pola candlestick morning star dari tiga lilin yang berderet, seperti yang terlihat dari gambar di atas.

Lilin pertama memiliki badan yang panjang dan berwarna merah. Sementara itu, lilin kedua memiliki badan kecil dan berwarna merah dan lilin ketiga berwarna hijau dengan badan yang panjang.

Nah, dalam hal ini, Sobat Cuan perlu memperhatikan lilin kedua, di mana selisih antara harga pembukaan dan penutupan makin menyempit sebelum. Lilin candlestick inilah yang kemudian disebut dengan bintang pagi (morning star) karena dianggap memberi harapan bahwa harga bisa kembali menanjak setelah melorot dalam jangka waktu tertentu. Hal ini juga mengindikasikan bahwa tekanan jual investor sudah mereda dan menjadi sinyal bull market ke depan.

4. Three White Soldiers

Pola ini tercermin dari candlestick berwarna hijau dengan badan lilin yang panjang dan batang kecil yang muncul secara tiga kali berturut-turut. Hal ini mengindikasikan bahwa sesi perdagangan, yang tercermin dari masing-masing candlestick hijau tersebut, punya harga pembukaan dan penutupan yang terus meningkat. Nah, pelaku pasar biasanya mengasosiasikan pola tersebut dengan pola bullish yang kuat karena sedang terjadi aksi beli yang deras.

Pola Candlestick Bearish

Pola candlestick bearish biasanya terbentuk setelah harga aset meningkat dan menjadi sinyal bahwa pelaku pasar ogah mendorong harga aset tersebut lebih tinggi lagi. Hal tersebut bikin pelaku pasar pesimistis untuk melakukan aksi beli dan akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi jual, dan ujungnya bikin harga aset melorot.

1. Hanging Man

The hanging man versi bearish dari pola hammer di pola bullish. Bahkan, bentuknya pun sama seperti pola hammer. Bedanya, ia terjadi setelah harga aset menunjukkan pola menanjak (uptrend). Di samping itu, pola tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar tengah getol melancarkan aksi jual pada saat itu meski mereka sejatinya masih bisa mendorong harga aset lebih tinggi lagi.

2. Bearish Engulfing

Pola bearish engulfing terjadi di ujung pola uptrend. Dan sama seperti bullish engulfing pattern, pola ini terlihat dari tiga lilin yang berderet, di mana lilin kedua berada di antara dua lilin yang memiliki badan yang panjang. Pola ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga menanjak mulai melambat dan pola harga akan segera memasuki bearish.

Umumnya, semakin kecil ukuran lilin kedua, maka semakin besar pula tren ini akan terjadi.

3. Evening Star

The evening star pun mirip dengan the morning star. Tetapi, kali ini, pola tersebut muncul setelah harga aset terus menanjak. Pola ini memberi sinyal bahwa pola harga akan berubah dari bullish menjadi bearish. Sinyal ini semakin kuat ketika badan lilin ketiga (yang berwarna merah) lebih besar dari lilin kedua.

4. Three Black Crows

Pola three black crows terjadi ketika tiga candlestick merah muncul secara berturut-turut, di mana nilai pembukaan dan penutupan di masing-masing lilinnya terus melandai. Pola ini menandai bahwa pelaku pasar tengah melakukan aksi jual yang kuat, sehingga harga aset terus tertekan. Biasanya, pelaku pasar menginterpretasikan pola ini sebagai awal mula dari tren harga bearish.

Bagaimana Cara Menggunakan Pola Candlestick?

Sobat Cuan perlu ingat bahwa kamu tidak bisa hanya mengandalkan pola candlestick semata untuk melihat tren pergerakan harga ke depan. Kamu juga perlu menggunakan informasi dan indikator lain untuk mempertajam analisismu. Mengapa demikian?

Kini, keandalan pola-pola candlestick dianggap semakin menurun sebab pola harga yang tercermin di candlestick diduga telah dimanipulasi oleh perusahaan hedge fund dan program-program komputernya. Praktik umumnya, para perusahaan ini menggantungkan asa pada eksekusi kilat berbasis pola candlestick untuk mendulang cuan yang lebih mantap ketimbang investor ritel dan manajer investasi biasa. Sehingga, analisis yang dilakukan dua pihak yang disebut belakangan ini bisa tidak semakin valid.

Selain itu, tidak ada strategi sempurna dalam trading. Semuanya perlu dilakukan dengan analisis yang berdasarkan komponen yang bejibun. Nah, dalam hal ini, Sobat Cuan bisa menggunakan pola candlestick untuk mengukur kondisi psikologis pasar.

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?