Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
course

Waktu baca: 3 menit

View
0

7 Pertimbangan Utama Sebelum Investasi NFT

Melihat pertumbuhan nilainya yang mumpuni, Non-Fungible Token (NFT) tentu akan menjadi pilihan bisnis yang bakal Sobat Cuan lirik. Kendati demikian, kamu tetap harus punya pertimbangan masak sebelum membelinya. Yuk, simak tujuh pertimbangan utama bagimu sebelum membeli NFT di artikel berikut!

7 Tips Sebelum Investasi di NFT

1. Kamu Harus Punya Alasan Kuat Untuk Mengoleksi NFT

Pertama, kamu harus punya alasan kuat mengapa kamu ingin membeli NFT. Selain itu, kamu juga harus meluangkan waktu untuk mempelajari karakteristik serta seluk-beluk aset digital satu ini.

Dengan mengetahui aspek tersebut, maka kamu bisa menentukan jenis NFT apa yang ingin kamu investasikan dan berapa besar dana yang harus kamu alokasikan untuk token-token non-identik tersebut.

Sebagai contoh, jika kamu memiliki profil risiko yang agresif dan percaya bahwa NFT adalah instrumen aset masa depan, maka kamu bisa menempatkan NFT sebagai aset yang mengambil porsi cukup signifikan di portofoliomu.

2. Punya Rencana Investasi NFT yang Rinci

Setelah melaksanakan poin pertama, maka kini kamu bisa merencanakan seberapa besar dana yang ingin kamu investasikan di NFT. Bahkan, ada baiknya jika kamu sudah menentukan jumlah uang maksimal yang ingin kamu gelontorkan di NFT sejak awal. 

Hal ini bertujuan agar kamu bisa memitigasi risiko yang tak diinginkan dalam berinvestasi NFT ke depan. Pasalnya, pasar NFT mirip seperti aset kripto. Kamu harus siap-siap kehilangan uang yang signifikan jika kondisi pasarnya terpantau mendung.

Dengan demikian, maka nilai investasi NFT harus setara dengan jumlah uang yang ikhlas kamu relakan jika usahamu merugi. Sebagai contoh, jika kamu hanya rela kehilangan uang US$20.000 dalam investasi NFT, maka investasi awal yang perlu kamu sediakan adalah US$20.000.

3. Cari 'Marketplace' Andalanmu

Setelah itu, kamu tinggal mengamati lokapasar NFT yang tersedia di pasar. Sejauh ini, marketplace terbesar NFT adalah OpenSea. Namun, terdapat pula lokapasar alternatif lainnya meski harga-harganya cenderung lebih mahal yang terdiri dari: 

  1. SuperRare
  2. Rarible
  3. Foundation
  4. Cargo
  5. Known Origin

Nah, untuk memilih lokapasar NFT andalanmu, maka yang perlu kamu lakukan adalah terus mencari dan menggali informasi tentang platform tersebut. Selain mencari lokasi yang tepat bagimu untuk "mengais" NFT, kamu juga bisa memahami pengetahuan dasar soal pasar NFT melalui browsing lokapasar secara tekun.

Selain itu, kamu tak perlu takut untuk bergabung ke komunitas NFT baik di Telegram maupun Discord kalau kamu bingung mencari referensi marketplace NFT terbaik.

4. Ingin Coba-Coba? Mulai Dulu dari Modal Kecil

Baik, kini kamu sudah selesai mengamati lusinan lokapasar NFT di luar sana. Namun pertanyaan berikutnya, NFT seperti apa yang harus kamu beli?

Jika kamu ragu-ragu terkait hal tersebut, maka tak ada salahnya kamu beli NFT yang bernilai "receh" terlebih dulu. Memang, sebagian NFT bernilai mahal, bahkan setara jutaan Dolar AS. Tapi, banyak pula NFT lain yang bernilai 0,01 hingga 0,03 ETH.

Selain itu, membeli NFT pertamamu akan memberikanmu banyak pelajaran berharga mengenai investasi NFT ke depan, misalnya:

  1. Belajar menggunakan dompet ETH.
  2. Belajar menggunakan OpenSea dan lokapasar lainnya.
  3. Belajar cara membeli dan mengirim sebuah NFT.

5. Evaluasi Pembelian NFT Pertamamu

Selamat, kini kamu sudah mendapatkan NFT pertamamu! Apakah kamu sudah siap untuk membeli NFT berikutnya?

Nah, jangan gegabah dulu, Sobat Cuan! Ada baiknya kamu evaluasi lagi pembelian NFT pertamamu tersebut.

Coba tanyakan beberapa pertanyaan ini ke dirimu sendiri. Apakah kamu merasa senang setelah membeli NFT? Jika ya, kamu bisa mengoleksi lebih banyak NFT bagi dirimu sendiri.

Namun, jika kamu malah kecewa setelah memboyong aset digital tersebut, maka kamu bisa mengurangi alokasi investasimu di NFT atau mempelajarinya lebih lanjut lagi.

6. Beli NFT yang Benar-Benar Kamu Suka

Sama seperti investasi pada umumnya, kamu perlu membeli NFT yang benar-benar kamu suka. Jangan merasa terpaksa membeli NFT karena takut ketinggalan hype atau takut suplainya habis di pasaran. Tenang saja, seiring berkembangnya jagat NFT, maka suplai karya seni NFT akan tetap ada di masa depan.

7. Perhatikan Aspek Keamanan Ketika Investasi NFT

Membeli NFT tentu membutuhkan modal. Sehingga, kamu tentu tak mau NFT milikmu raib mendadak hanya karena kamu lalai memperhatikan aspek keamanannya, bukan?

Oleh karenanya, ada baiknya kamu mengantisipasi risiko keamanan tersebut dengan membeli dompet kripto hardware. Pasalnya, dompet kripto yang berjenis software terbilang kurang aman.

Di samping itu, kamu juga perlu waspada dengan aksi scam NFT yang bertebaran di dunia maya. Makanya, jangan pernah merespons pesan langsung di media sosial dari oknum tak dikenal. Kemudian, jangan pernah mengeklik tautan yang mencurigakan.

Yang terakhir, jangan pernah memberikan kata sandi dompetmu ke pihak lain dalam keadaan apapun! Sebab, hal ini ibarat kamu memberikan kunci rumahmu sendiri ke pihak lain.

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?