Apa arti metrik Fundamental Screener Saham Indonesia di Pluang?
Fundamental Screener di Pluang memakai metrik akuntansi dan valuasi standar: P/E Ratio, P/B Ratio, ROE, ROA, Debt-to-Equity, Dividend Yield, Dividend Payout Ratio, EPS Growth, Interest Coverage Ratio, Net Profit Margin, dan Market Cap. Setiap metrik mengukur aspek berbeda dari keuangan perusahaan.
Panduan singkat:
- Market Cap — nilai pasar total (harga × jumlah saham)
- Net Profit Margin — laba bersih ÷ revenue; rata-rata ID ~10–12%, >15% = kuat
- P/E Ratio — harga ÷ EPS; rata-rata IDX 13–15; <13 bisa menandai undervaluation
- P/B Ratio — harga ÷ nilai buku; bank ID ~1,5
- ROE — laba bersih ÷ ekuitas; 15% solid, 20% elite
- ROA — laba bersih ÷ total aset; kurang dipengaruhi utang dibanding ROE
- Debt-to-Equity — utang ÷ ekuitas; <0,5 = utang rendah
- Interest Coverage — laba operasi ÷ beban bunga; >8 rata-rata ID
- Dividend Yield — dividen tahunan ÷ harga; >5% tinggi
- Payout Ratio — dividen ÷ laba bersih; <60% berkelanjutan
- EPS Growth — perubahan EPS tahun ke tahun
Peringatan: Tidak ada satu metrik yang menceritakan keseluruhan. Pakai metrik secara bersamaan.
Pertanyaan terkait:
T: Apakah Dividend Yield tinggi selalu lebih baik?
Tidak selalu. Yield sangat tinggi bisa menandai penurunan harga tajam atau dividen tidak berkelanjutan. Cek Payout Ratio dan EPS Growth bersama Yield.
T: Beda ROE dan ROA?
ROE mengukur laba per Rupiah ekuitas (lebih dipengaruhi utang). ROA mengukur laba per Rupiah total aset (kurang dipengaruhi utang).