Table of ContentsHal Yang Perlu di Pantau Minggu Ini1. Akankah ‘Santa Claus Rally’ Kembali Terjadi?2. S&P 500 Uji Level 48003. Klaim Bantuan Pengangguran AS Diprediksi Naik Tipis4. Kembali Terapresiasi, Mampukah BTC Lanjutkan Reli Pekan Ini?5. Kalender Perekonomian AS 6. Kalender CryptoMulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!Hal Yang Perlu di Pantau Minggu Ini1. Akankah ‘Santa Claus Rally’ Kembali Terjadi?Santa Claus Rally adalah istilah yang digunakan dalam pasar saham untuk menggambarkan kenaikan harga saham yang sering terjadi menjelang akhir tahun, terutama selama periode Natal dan liburan Tahun Baru. Fenomena ini umumnya terjadi pada bulan Desember dan para investor melihatnya sebagai tren positif di pasar keuangan.Meskipun fenomena Santa Claus Rally terjadi secara historis, tidak ada jaminan bahwa hal itu akan terjadi setiap tahun. Selain itu, tidak ada penjelasan pasti untuk tren musiman ini. Hanya saja, terdapat beberapa faktor yang diidentifikasi sebagai kemungkinan penyebab reli ini, termasuk belanja liburan, optimisme musiman, dan tutup buku oleh investor institusional.Apalagi, banyak perusahaan mendistribusikan dividen kepada pemegang saham pada akhir tahun. Sebagian penerima dividen tersebut memilih untuk menginvestasikan kembali dividennya ke dalam saham, sehingga menciptakan permintaan tambahan dan mendorong kenaikan harga saham. Berikut ini merupakan grafik kenaikan indeks S&P 500 di akhir tahun dalam lima tahun terakhir. Pertanyaannya, apakah reli serupa akan kembali terjadi di pekan ini? Reli Akhir Tahun Indeks S&P 500 5 Tahun Terakhir, Sumber: TradingView (2023)Transaksi Indeks S&P 500 di Sini!2. S&P 500 Uji Level 4800Nilai indeks S&P 500 masih berada dalam tren kenaikan (bullish) pada pekan ini jika ditinjau melalui analisis teknikal terbaru per Minggu (24/12). Pasalnya, nilai indeks S&P 500 kembali menguat pada pekan lalu, yakni melaju 29.06 poin atau 0,614% dari level pembukaan 4.725,58 ke level penutupan 4.754,64, dan tetap solid berada di atas level rata-ratanya dalam 30, 50, 100, bahkan 200 hari terakhir (SMA 30,50,100,200).Adapun salah satu faktor pendorongnya adalah tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun yang berada di level 3,9% pada pekan lalu alias level terendahnya dalam sembilan bulan terakhir. Maklum saja, jika tingkat imbal hasil obligasi semakin melandai, maka investor pun kembali termotivasi untuk menggenggam aset-aset berisiko seperti saham.Sentimen tersebut, ditambah dengan katalis positif dari Santa Claus Rally, akan membuat indeks S&P 500 menguji level resistensi selanjutnya di 4.800.Grafik Harga S&P 500, Sumber: TradingView (2023)3. Klaim Bantuan Pengangguran AS Diprediksi Naik TipisDepartemen ketenagakerjaan AS (US Department of Labor) akan mengumumkan data pengajuan klaim bantuan pengangguran (Initial Jobless Claim) pada Kamis (28/12). Pada perilisan tersebut, ekonom memperkirakan terdapat 210.000 pengangguran yang mengajukan klaim bantuan tunakarya dari pemerintah AS di pekan ini, sedikit lebih tinggi dari sepekan sebelumnya yakni 205.000 pengajuan.Asal tahu saja, Initial Jobless Claim adalah indikator yang menggambarkan jumlah tunakarya yang mengajukan tunjangan pengangguran dari pemerintah AS lantaran sudah tidak memiliki pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan dalam kurun waktu sepekan. Ekonom dan analis biasanya menggunakan data ini untuk mengukur kesehatan pasar tenaga kerja serta mencari sinyal mengenai kondisi ekonomi AS secara keseluruhan.Jumlah klaim yang tinggi memberi isyarat bahwa situasi ekonomi AS sedang lesu sehingga nilai tukar Dolar AS pun berpotensi melemah. Begitu pun sebaliknya, jumlah pengajuan bantuan tunakarya yang menurun mengindikasikan ekspansi ekonomi AS.US Initial Jobless Claims, Sumber: Trading Economics (2023)4. Kembali Terapresiasi, Mampukah BTC Lanjutkan Reli Pekan Ini?Harga Bitcoin ($BTC) kembali bersemi pada pekan lalu. Setidaknya sampai artikel ini ditulis Minggu (24/12), harga BTC terapresiasi sekitar 3,3% dalam sepekan ke level sekitar 670 juta rupiah per koin dan membuat nilai kapitalisasi pasarnya naik dari US$1,47 triliun di sepekan sebelumnya menjadi US$1,65 triliun.Salah satu katalis positif bagi pergerakan harga BTC adalah antusiasme pelaku pasar kripto terhadap persetujuan produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis BTC dan Ether (ETH) Spot yang dijadwalkan akan diterbitkan otoritas pasar modal AS (SEC) pada bulan depan.Kabar mengenai persetujuan produk ETF BTC Spot belakangan memang menjadi angin segar bagi harga-harga aset kripto, terutama BTC. Bahkan, harga BTC sempat menyentuh US$44.700 atau Rp687 juta pada 8 Desember lalu, atau rekor tertinggi terbarunya sejak April 2022, akibat sentimen tersebut. Pekan ini, Bitcoin akan kembali menguji level resistensi kunci tersebut.5. Kalender Perekonomian AS DateEventsSenin, 25 December 2023US markets closedSelasa, 26 Desember 2023Chicago Fed Nat Activity IndexFHFA House Price Index MoMDallas Fed Manf. ActivityRabu, 27 Desember 2023Richmond Fed Manufact. IndexKamis, 28 Desember 2023Wholesale Inventories MoMInitial Jobless ClaimsContinuing ClaimsPending Home Sales MoMJumat, 29 Desember 2023MNI Chicago PMIBond markets close at 2 p.m.Kalender Perekonomian AS, Sumber: Bloomberg (2023)6. Kalender CryptoDateEventsSenin, 25 Desember 2023$BETA - Launch on BNB ChainSelasa, 26 Desember 2023$COQ - Bybit ListingMinggu, 31 Desember 2023$NEAR - Wallet Hub Transition$OP - $41.6M Token UnlockKalender Crypto, Sumber: CoinMarketCal, Bloomberg (2023)Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!