Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Pelajari

Mengenal Berbagai Tipe Saham: Blue Chip, Growth, dan Value Stocks
shareIcon

Mengenal Berbagai Tipe Saham: Blue Chip, Growth, dan Value Stocks

3 dilihat·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
tipe-saham-indonesia

Mengenal tipe saham Indonesia yang tersedia di Pasar Modal adalah salah satu langak penting untuk mulai perjalanan investasi saham Indonesia. Baca selangkapnya di sini!

Apa Itu Saham dan Indeks Saham di Indonesia

Kita sudah membahas apa itu saham pada artikel sebelumnya, sekarang akan kita bahas apa perbedaannya dengan indeks saham.

  1. Apa itu Saham?
    Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Ketika kamu membeli selembar saham, kamu secara resmi menjadi bagian dari pemilik perusahaan tersebut (disebut pemegang saham). Sebagai pemilik, kamu berhak atas potensi keuntungan (dividen atau kenaikan harga jual) dan risiko kerugian perusahaan.
  2. Apa itu Indeks Saham?
    Indeks saham, seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), adalah indikator statistik yang mengukur pergerakan rata-rata harga dari sekelompok saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini berfungsi sebagai termometer atau barometer untuk menilai kinerja pasar saham secara keseluruhan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG): Pengertian dan Manfaatnya

IHSG adalah indeks utama yang menjadi acuan bagi investor di Indonesia. Memantau IHSG sangat penting karena alasan berikut:

  1. Indikator Sentimen Pasar: IHSG mencerminkan suasana hati (sentimen) kolektif investor. Kenaikan IHSG (disebut pasar bullish) menunjukkan optimisme investor, sedangkan penurunan IHSG (pasar bearish) mengindikasikan sentimen negatif atau pesimisme.
  2. Cerminan Kondisi Ekonomi: IHSG sering dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi Indonesia. Perubahan IHSG yang signifikan dapat dipicu oleh peristiwa makroekonomi (misalnya, perubahan suku bunga acuan) atau isu politik penting, yang pada akhirnya memengaruhi keputusan investasi.
  3. Tolok Ukur Kinerja: Investor menggunakan IHSG sebagai pembanding (benchmark) untuk mengukur apakah kinerja portofolio investasi mereka di atas, setara, atau di bawah kinerja pasar secara umum.

Daftar Indeks Saham Populer di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Selain IHSG, BEI memiliki beberapa indeks penting lainnya yang membantu investor fokus pada kategori saham tertentu:

Nama Indeks

Kriteria Utama atau Cakupan

Fungsi Bagi Investor

IHSG

Mengukur pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di BEI (indeks paling luas).

Indikator utama kondisi pasar modal Indonesia.

LQ45

45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar.

Pilihan untuk investor yang mencari saham Blue Chip yang paling aktif diperdagangkan.

IDX30

30 saham yang berasal dari LQ45, dengan kriteria yang lebih ketat.

Fokus pada 30 saham paling besar dan likuid.

Jakarta Islamic Index (JII)

30 saham dengan likuiditas tinggi dan memenuhi prinsip syariah.

Pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip Islam.

Mengenal Berbagai Tipe Saham Utama di BEI

Mengenali tipe saham sangat penting, sebab setiap saham memiliki karakteristik risiko dan potensi keuntungan (cuan saham) yang berbeda.

A. Saham Blue Chip (Lapis Satu)

Istilah Blue Chip merujuk pada saham perusahaan besar dengan reputasi dan fundamental yang sangat kokoh. Saham jenis ini adalah pilihan utama untuk investasi jangka panjang karena stabilitasnya.

Ciri-ciri Utama Saham Blue Chip:

  • Kapitalisasi Pasar Besar: Mereka adalah perusahaan dengan nilai pasar hingga ratusan triliun rupiah dan merupakan Market Leader di industrinya.
  • Kinerja dan Dividen Konsisten: Mereka memiliki laba yang stabil dan dikenal rutin membagikan dividen tunai kepada pemegang saham.
  • Penggerak Pasar: Banyak saham Blue Chip merupakan anggota indeks LQ45 dan menjadi motor penggerak IHSG utama di BEI.

Studi Kasus: Dampak Pergerakan IHSG terhadap BBCA dan BBRI (4)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) adalah dua saham Blue Chip perbankan yang memiliki bobot kapitalisasi pasar terbesar di IHSG.

  • Ilustrasi Dampak: Karena bobotnya yang besar, pergerakan harga BBCA dan BBRI sangat memengaruhi Indeks. Jika terjadi kenaikan sentimen positif terhadap sektor perbankan—misalnya, karena stabilnya suku bunga—IHSG dapat melaju kencang, terutama didorong oleh lonjakan harga BBCA dan BBRI. Sebaliknya, saat terjadi peristiwa politik yang memicu ketidakpastian, IHSG akan terkoreksi, dan saham-saham besar seperti BBCA dan BBRI juga akan ikut terkoreksi, meskipun fundamental kedua bank tersebut tetap kuat.

Keuntungan dan Risiko Saham Blue Chip

  • Keuntungan: Risiko relatif rendah, likuiditas sangat tinggi, dan memberikan pendapatan pasif berupa dividen stabil.
  • Risiko: Potensi kenaikan harga saham (capital gain) cenderung terbatas dan lebih lambat karena perusahaan sudah sangat besar.

B. Growth Stocks (Saham Pertumbuhan)

Growth Stocks adalah saham dari perusahaan yang laba dan pendapatannya diperkirakan tumbuh jauh di atas rata-rata industri (seperti saham teknologi, contohnya GOTO). Perusahaan ini fokus pada ekspansi agresif dan cenderung menginvestasikan kembali seluruh labanya, sehingga biasanya tidak membagikan dividen. Investor mengharapkan keuntungan dari kenaikan harga saham yang signifikan di masa depan.

C. Value Stocks (Saham Nilai)

Value Stocks adalah saham yang dinilai "murah" atau diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Investor jenis ini mencari saham yang diremehkan pasar, berharap pasar akan "menyadari" nilai sesungguhnya dari perusahaan yang fundamentalnya kuat. Saham ini sering memiliki valuasi yang rendah (P/E atau P/B rendah).

Sektor-Sektor Saham Utama di BEI

Saham di BEI dikelompokkan ke dalam beberapa sektor:

  • Keuangan: Pendorong utama IHSG, meliputi BBCA, BBRI, dan BMRI.
  • Barang Konsumen Primer: Saham yang dikenal defensive (tahan resesi), seperti perusahaan makanan dan minuman (UNVR, INDF).
  • Energi: Sangat dipengaruhi harga komoditas global, seperti batubara (ADRO) dan migas.
  • Teknologi: Dikenal memiliki pertumbuhan cepat tetapi volatilitas tinggi.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan merupakan saran investasi saham. Investasi saham memiliki risiko capital loss dan fluktuasi harga saham. Selalu lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko Sobat Cuan sebelum membuat keputusan investasi.

Ditulis oleh
channel logo

Faza Azaria Kramadibrata

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Pelajari Materi Lainnya

cards
Pemula
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1