ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Pelajari
Cara Memilih Saham yang Tepat
shareIcon

Cara Memilih Saham yang Tepat

6 dilihat·Waktu baca: 5 menit
shareIcon
cara-memilih-saham-yang-tepat
Mungkin Sobat Cuan masih bingung bagaimana cara memilih saham yang tepat. Yuk simak di sini cara memilih saham yang tepat untuk kamu!

Memilih saham bisa terasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami, terutama bagi pemula. Namun, dengan panduan yang tepat, Sobat Cuan bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dan rasional. Memilih saham bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi tentang memahami kualitas bisnis di baliknya.

1. Memahami Harga Saham dan Dinamikanya

Sebelum masuk ke analisis, penting untuk memahami apa itu harga saham dan mengapa harganya selalu bergerak.

Apa Itu Harga Saham? Harga saham adalah nilai sebuah unit kepemilikan di suatu perusahaan yang diperdagangkan di bursa efek. Harga ini pada dasarnya adalah titik temu (keseimbangan) antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) di pasar pada waktu tertentu.

Mengapa Harga Saham Naik-Turun? Pergerakan harga saham hari ini, atau kapan pun, dipengaruhi oleh tiga faktor utama:

  1. Fundamental Perusahaan: Kinerja bisnis (laba, pendapatan, utang). Jika perusahaan mencetak laba yang lebih tinggi dari ekspektasi, sentimen positif akan mendorong harga naik.
  2. Sentimen Pasar (Supply & Demand): Ini adalah faktor psikologis kolektif investor. Berita positif, isu akuisisi, atau rekomendasi dari analis dapat memicu lonjakan permintaan, sehingga harga saham naik. Sebaliknya, ketidakpastian ekonomi atau berita buruk dapat memicu penjualan massal (penawaran tinggi), yang akan menekan harga.
  3. Faktor Makroekonomi: Kebijakan pemerintah, tingkat suku bunga Bank Sentral, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi global memengaruhi minat investor secara keseluruhan, yang dampaknya terasa di semua harga saham.

2. Lakukan Analisis Fundamental

Analisis fundamental adalah metode untuk menilai "nilai intrinsik" atau nilai wajar suatu saham berdasarkan kondisi keuangan dan prospek bisnis perusahaan. Ini adalah cara terpenting untuk memastikan Sobat Cuan berinvestasi di perusahaan yang sehat.

A. Pahami Laporan Keuangan

Tiga laporan utama yang harus kamu lihat adalah Laporan Laba Rugi (untuk melihat pendapatan dan laba), Neraca (untuk melihat aset dan utang), dan Laporan Arus Kas. Pastikan perusahaan memiliki laba yang konsisten dan utang yang terkendali.

B. Perhatikan Rasio Keuangan Kunci

Gunakan rasio-rasio berikut untuk menilai kesehatan dan valuasi perusahaan:

Rasio

Singkatan

Kegunaan dan Interpretasi Singkat

Price to Earning Ratio

P/E Ratio

Mengukur seberapa mahal harga saham dibandingkan labanya. P/E yang lebih rendah dari rata-rata industri sering dianggap undervalued.

Return on Equity

ROE

Mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal sendiri. Semakin tinggi ROE (di atas 15% sering dianggap baik), semakin efisien perusahaan.

Debt to Equity Ratio

DER

Mengukur perbandingan total utang dengan modal sendiri. DER di bawah 1 (atau 100%) menunjukkan perusahaan memiliki utang yang lebih kecil daripada modalnya, yang merupakan tanda kesehatan finansial yang baik.

Price to Book Value

PBV

Membandingkan harga saham dengan nilai buku perusahaan. PBV mendekati atau di bawah 1 menunjukkan harga saham relatif murah dibandingkan aset bersihnya (namun harus dilihat konteks industrinya).

Net Profit Margin

NPM

Mengukur persentase laba bersih dari total pendapatan. Semakin tinggi NPM, semakin efisien perusahaan dalam mengendalikan biaya.

Dividen Yield

DY

Mengukur persentase dividen yang kamu terima dari harga saham. Cocok untuk investor yang mencari pendapatan pasif.

C. Batasan Analisis Fundamental

Perlu diingat, analisis fundamental memiliki batasan. Ia sangat baik untuk memprediksi nilai jangka panjang, tetapi tidak bisa memprediksi sentimen pasar jangka pendek. Harga saham bisa saja turun dalam waktu singkat meskipun fundamental perusahaan kuat.

3. Studi Kasus Singkat: BBCA (Bank Central Asia)

Menggunakan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebagai contoh adalah cara yang bagus untuk menerapkan analisis fundamental bagi pemula, karena BBCA sering dianggap sebagai salah satu blue chip terbaik di Indonesia .

BBCA sering dianggap cocok untuk pemula karena memiliki karakteristik berikut:

  1. Kinerja Laba Konsisten: BBCA hampir selalu mencetak laba bersih yang tumbuh stabil dari tahun ke tahun, bahkan di tengah krisis.
  2. ROE & DER yang Kuat: BBCA memiliki ROE yang solid (seringkali di atas 15%) dan DER yang sangat rendah (jauh di bawah rata-rata industri perbankan), menandakan modal yang kuat dan utang yang terkendali.
  3. Market Leader: Sebagai bank dengan kapitalisasi pasar terbesar dan pemimpin pasar di sektor perbankan, BBCA memiliki pondasi bisnis yang sangat kokoh dan relatif tahan banting.

Rasio Fundamental BBCA (Contoh Sederhana)

Nilai Umum

Interpretasi

Laba Bersih

Tumbuh Konsisten

Laba yang terus naik adalah penanda bisnis sehat.

ROE

>15%

Perusahaan sangat efisien dalam mengelola modal.

DER

Sangat Rendah

Risiko utang sangat kecil.

PBV

>3x

Dianggap mahal, tapi wajar untuk bank dengan kualitas dan dominasi pasar tinggi.

Dividen

Teratur

Menawarkan pendapatan pasif.

4. Cara Membaca Harga Saham Hari Ini

Investor pemula perlu mengerti istilah-istilah yang disajikan pada papan informasi saham (Running Trade) di aplikasi sekuritas atau website finansial:

Istilah

Keterangan

Relevansi Praktis

Open (Harga Pembukaan)

Harga saat perdagangan saham dimulai pada hari itu.

Menunjukkan sentimen awal pasar di hari tersebut.

Close (Harga Penutupan)

Harga penutupan pada hari perdagangan sebelumnya.

Menjadi titik acuan pergerakan harga hari ini.

High (Tertinggi)

Harga tertinggi yang dicapai saham pada hari itu.

Menunjukkan tingkat optimisme maksimal pembeli.

Low (Terendah)

Harga terendah yang dicapai saham pada hari itu.

Menunjukkan batas maksimal tekanan jual.

Volume

Jumlah lembar saham yang ditransaksikan.

Semakin tinggi volume, semakin likuid saham tersebut.

Contoh Interpretasi: Jika harga saat ini berada mendekati High dan volume tinggi, berarti sedang terjadi banyak pembelian dan sentimen positif (bullish) sedang kuat pada saham tersebut.

5. Kenali Sektor dan Bisnisnya

Lebih mudah berinvestasi di saham dari perusahaan yang kamu pahami. Pilih saham dari industri yang familiar bagi kamu dan yang memiliki prospek jangka panjang.

  • Pilih Sektor yang Stabil: Sebagai pemula, kamu bisa memulai dengan saham-saham dari sektor Barang Konsumen Primer (seperti makanan dan minuman contohnya saham UNVR, ICBP, dan lainnya) atau Keuangan (bank contohnya BBRI, BBCA, dan lainnya), yang kinerjanya cenderung stabil.
  • Fokus pada Market Leader: Pertimbangkan untuk berinvestasi di perusahaan yang merupakan pemimpin di industrinya. Mereka umumnya memiliki fundamental yang lebih kuat, reputasi yang baik, dan lebih tahan terhadap persaingan.

6. Sentimen, Spekulasi, dan Diversifikasi

  • Baca Sentimen Pasar dan Berita: Harga saham juga dipengaruhi oleh sentimen kolektif investor dan berita yang beredar.
    • Ikuti Berita Makro: Perhatikan berita tentang kebijakan pemerintah, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi.
    • Waspadai Berita Khusus Perusahaan: Pantau pengumuman laba, berita akuisisi, atau isu-isu yang bisa memengaruhi reputasi perusahaan.
  • Hindari Saham yang Terlalu Spekulatif: Sebagai pemula, sebaiknya hindari saham-saham dengan pergerakan harga yang sangat fluktuatif dan tidak didukung oleh fundamental yang jelas ("saham gorengan").
    • Cek Likuiditas: Pilih saham yang memiliki volume perdagangan harian yang tinggi.
    • Lihat Papan Pencatatan: Saham di Papan Utama cenderung lebih aman.
  • Diversifikasi Portofolio Kamu: "Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang." Sebarlah investasi Sobat Cuan ke berbagai saham dari sektor yang berbeda.

Kesimpulan

Memilih saham bukan sekadar keberuntungan, melainkan adalah proses yang membutuhkan analisis fundamental yang cermat dan kesabaran. Dengan memahami dinamika harga, menguasai rasio-rasio keuangan, dan berpegangan pada checklist praktis, Sobat Cuan akan lebih siap untuk berinvestasi pada perusahaan berkualitas. Ingatlah, investasi adalah maraton, bukan sprint. Mulailah dengan modal yang Sobat Cuan pahami dan teruslah belajar dari setiap pergerakan pasar untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang kamu.

Bagikan artikel ini
chatRoomImage
Right baner
Pelajari Materi Lainnya
chatRoomImage
Right baner
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1