Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Leveragearrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Informasi Terkini UntukmuBlogBerita & AnalisisPelajariKamus
bookmark

Cari berita, blog, atau artikel

Berita & Analisis

Berita Terpopuler 17 Februari 2023

Berita Terpopuler 17 Februari 2023

17 Feb 2023, 9:08 AM·Waktu baca: 2 menit
Kategori
Berita Terpopuler 17 Februari 2023

Berikut lima berita terpopuler untuk semua artikel pada 17 Februari 2023.

1. Inflasi AS Bikin Deg-Degan, Harga Emas Terus Tertekan (Sumber: CNBC Indonesia)

Harga emas telah menurun sejak awal Februari karena kekhawatiran pasar tentang kelanjutan kebijakan moneter ketat Federal Reserve AS. Data inflasi AS yang bergerak di atas ekspektasi pasar telah meningkatkan kekhawatiran ini, yang menyebabkan penurunan harga emas sebesar 4,8% bulan ini. Dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS telah membuat emas semakin tidak terjangkau dan kurang menarik, mendorong indeks dolar AS ke level tertingginya sejak 5 Januari. Presiden Fed Lorie Logan telah menyarankan bahwa suku bunga yang tinggi mungkin akan berlangsung lebih lama daripada yang sebelumnya diperkirakan.

2. Robert Kiyosaki Sebut Emas Bakal ke Rp 2,5 Juta/Gram, Bisa? (Sumber: CNBC Indonesia)

Penulis buku keuangan terkenal 'Rich Dad Poor Dad', Robert Kiyosaki, baru-baru ini memprediksi bahwa harga emas dunia dapat melonjak hingga US$ 5.000/troy ounce karena AS berpotensi mengalami depresi. Diperkirakan The Fed akan melanjutkan quantitative easing, yang dapat membuat harga emas melonjak, namun kemungkinan ini kecil karena risiko inflasi meningkat kembali. DataTrek Research menyoroti model probabilitas resesi dari The Fed New York, yang menunjukkan bahwa AS berisiko mengalami resesi dalam 12 bulan berikutnya dengan probabilitas 57%. Ini adalah yang tertinggi sejak akhir 1970-an dan awal 1980-an. Kenaikan suku bunga yang agresif The Fed membuat sulit bagi logam mulia untuk menguat, dan emas baru-baru ini turun setelah menyentuh US$ 1.960/troy ounce. Namun, kemungkinan emas mencapai US$ 5.000/troy ounce pada tahun 2025 masih kecil karena risiko inflasi meningkat kembali jika The Fed melanjutkan quantitative easing.

3. Jreng! Bakrie Temukan 8 Juta Ton Harta Karun di Lokasi Ini (Sumber: CNBC Indonesia)

Subsidiary PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) telah menemukan tambahan 8 juta ton bijih mineral di Blok 1 Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, meningkatkan cadangan mineral entitas usaha Bakrie Group dari 14 juta ton menjadi 22 juta ton. Konten emas rata-rata dalam cadangan dan sumber daya mineral yang dioperasikan oleh CPM sekitar 2,4 g per ton. Cadangan dan sumber daya mineral tambahan akan meningkatkan masa produksi tambang emas BRMS di Poboya, Palu, dan meningkatkan produksi emas pada 2023 dengan selesainya pabrik emas kedua. Hal ini akan memiliki dampak positif pada kinerja keuangan emiten pertambangan Bakrie Group.


Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.

Ditulis oleh
channel logo

MachineBot

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1

Daftar