Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro (Segera Hadir)
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Advanced Order

support-icon
Dirancang untuk Investor (Segera Hadir)
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

chatRoomImage

Scan kode QR untuk download Pluang di Android dan iOS.

Informasi Terkini UntukmuBlogBerita & AnalisisPelajariKamus
bookmark

Cari berita, blog, atau artikel

Pelajari

Mengenal Konsep Bid & Offer dalam Transaksi Aset

Mengenal Konsep Bid & Offer dalam Transaksi Aset

0 dilihat·Waktu baca: 3 menit
Mengenal Konsep Bid & Offer dalam Transaksi Aset

Pelaku pasar selalu mempertimbangkan mengenai harga jual dan beli (bid and offer) sebelum bertransaksi satu instrumen aset tertentu. Namun, sebagian di antaranya masih belum paham mengenai konsep tersebut. Yuk, pelajari konsep bid dan offer secara mudah dan singkat di artikel berikut!

Apa Itu Bid & Offer?

Secara sederhana, bid adalah harga penawaran yang diajukan oleh pembeli ketika membeli satu instrumen keuangan tertentu di pasar finansial.

Umumnya, sebagai pembeli, pelaku pasar akan memasang harga beli yang lebih rendah dibanding harga jual aslinya. Maklum, pembeli tentu ingin membeli barang dengan harga serendah mungkin.

Misalnya, jika harga sebuah instrumen keuangan berada di level Rp1 juta, maka pelaku pasar biasanya akan menawar harga barang tersebut lebih rendah, misal Rp950.000.

Sementara itu, offer merupakan kebalikan dari bid. Offer adalah harga yang dipasang pelaku pasar ketika ingin menjual asetnya ke jajaran pembeli yang berkumpul di pasar.

Secara alamiah, penjual tentu ingin mendulang cuan. Makanya, jika memungkinkan, mereka akan memasang harga jual yang lebih tinggi dari harga seharusnya. Hanya saja, aset tersebut bisa jadi tidak laku di pasaran jika sang penjual malah memasang harga yang kelewat lebih mahal dari harga aslinya.

Konsep bid dan offer hadir mengingat pasar berisikan penjual dan pembeli yang memiliki persepsi masing-masing soal harga sebuah aset. Oleh karenanya, mereka melakukan proses "tawar-menawar" harga di pasar keuangan untuk menentukan satu harga jual/beli yang disepakati bersama kedua belah pihak.

Apakah Portofolio Dihitung Menggunakan Harga Bid atau Offer?

Sobat Cuan tentu sering menemukan bahwa nilai portofoliomu langsung susut setelah kamu membeli aset. Kondisi ini tentu bikin kamu bertanya-tanya: Apakah nilai aset di dalam portofoliomu sebenarnya tertera dalam harga offer? Atau harga bid? Atau mungkin kamu sedang apes sehingga langsung mengalami kerugian portofolio?

Nah, melihat kasus di atas, nilai portofoliomu sebenarnya tertera dari harga bid yang tengah berlaku saat ini.

Ilustrasinya seperti ini, Sobat Cuan. Ketika kamu membeli 1 Bitcoin (BTC) senilai Rp601 juta, maka kamu tentu akan mengeluarkan uang yang sama-sama seharga Rp601 juta. Tapi, mungkin kamu akan menemukan nilai BTC-mu di portofolio tiba-tiba ciut menjadi Rp600 juta.

Secara sekilas, kamu mungkin jengkel karena merasa langsung rugi mendadak. Padahal, perbedaan nilai tersebut hanyalah perkara pencatatan saja, Sobat Cuan!

Nilai BTC-mu ditulis sebesar Rp600 juta lantaran itulah level harga bid yang berlaku saat ini. Dengan kata lain, kamu bakal laku menjual BTC saat ini jika menjualnya seharga Rp600 juta. Sementara itu, BTC milikmu tidak akan laku jika kamu kekeh menjualnya di level Rp601 juta karena tingkatan harga tersebut baru sebatas harga penawaran alias offer.

Bagaimana Perhitungan Portofolio di Pluang?

Pluang menggunakan jenis harga-harga yang berbeda ketika menghitung dan mencatat nilai portofolio atas masing-masing kelas aset yang terdapat di dalam aplikasi Pluang. Berikut penjelasannya!

Perlu diingat, total portofoliomu adalah nilai aset yang kamu miliki saat ini. Sehingga, kamu hanya tinggal mengurangi nilai portofoliomu saat ini dengan jumlah uang yang kamu gelontorkan di awal untuk membeli aset demi menilai apakah kamu sudah cuan atau belum.

Apabila nilai portofoliomu lebih besar dibandingkan dengan jumlah uang yang yang kamu keluarkan untuk investasi, maka selamat! Kamu sudah berhasil mendulang laba investasimu. Namun, jika nilai portofoliomu lebih rendah dibanding jumlah modal uang yang kamu keluarkan, maka pergerakan harga asetmu sedang tidak sesuai dengan ekspektasimu.

Ditulis oleh
channel logo

Christopher Andre Benas

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Artikel Terkait
1.

Kelas Aset yang Terdapat di Aplikasi Pluang

card-image
2.

Investasi Untuk Pemula

card-image
3.

4 Konsep Utama Investasi Yang Perlu Diketahui

card-image
4.

Mengenal Berbagai Macam Gaya Berinvestasi

card-image
5.

Mengenal Konsep Bid & Offer dalam Transaksi Aset

card-image
Right baner

Pelajari Materi Lainnya

cards
Pemula
Diversifikasi 101

Salah satu konsep penting dalam investasi adalah...

Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1

Daftar