Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
course

Waktu baca: 9 menit

View
0

Mengenal Moonbeam, Platform Pionir Penciptaan Aplikasi Lintas Jaringan

Komunitas kripto umumnya menciptakan aplikasi terdesentralisasi di jaringan Ethereum yang dikenal punya masalah segudang. Sebagai solusinya, mereka bisa “pindah rumah” ke platform Moonbeam yang punya kompatibilitas tinggi dengan Ethereum! Ketahui Moonbeam lebih lanjut di artikel berikut!

Apa Itu Moonbeam?

Moonbeam adalah platform smart contract yang memungkinkan aplikasi terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan Ethereum untuk beroperasi di atas jaringan Polkadot. Hal ini bisa terjadi lantaran Moonbeam merupakan salah satu "cabang" jaringan Polkadot yang disebut sebagai parachain.

Keistimewaan ini menjadikan Moonbeam sebagai salah satu proyek pionir yang mengusung konsep interoperabilitas antar jaringan blockchain.

Ringkasan Moonbeam. Sumber: Moonbeam

Jaringan Moonbeam dikembangkan oleh lembaga nirlaba bernama Moonbeam Foundation. Namun, Moonbeam merupakan buah karya dari CEO PureStake bernama Derek Yoo. PureStake sendiri adalah perusahaan pengembangan teknologi yang sempat membangun perangkat pengembangan bagi jaringan Algorand.

Dalam melebarkan sayap aktivitas Moonbeam, Yoo juga dibantu oleh COO PureStake Stefan Mehlhorn yang sebelumnya sempat malang melintang di perusahaan teknologi seperti Samsung Pay, Candibell Inc, dan LoopPay.

Mereka mendirikan jaringan Moonbeam setelah proyek rintisan tersebut menjadi salah satu pemenang awal lelang parachain Polkadot pada Desember 2021.

Mengapa Moonbeam Hadir?

Namun kehadiran Moonbeam memunculkan satu pertanyaan: Apa sih pentingnya menjalankan aplikasi terdesentralisasi Ethereum di atas jaringan Polkadot?

Ternyata, Moonbeam menciptakan platform ini agar pengembang aplikasi terdesentralisasi bisa mendapatkan keunggulan jaringan Ethereum dan Polkadot secara bersamaan.

Terkadang, pengembang ingin mengaplikasikan fitur-fitur smart contract lengkap yang hanya terdapat di jaringan Ethereum ke aplikasinya. Sayangnya, mereka selalu didera masalah kemacetan proses transaksi atau tingginya biaya transaksi ketika membangun aplikasi di atas jaringan Ethereum. 

Oleh karenanya, salah satu solusi yang bisa mereka lakukan adalah "memindahkan" pengembangan aplikasinya ke jaringan smart contract lain, salah satunya Polkadot.

Namun, pertanyaan barunya, mengapa pengembang memilih jaringan Polkadot? Jawabannya, Polkadot memiliki satu fitur khas bernama multichain di dalam jaringannya.

Sobat Cuan bisa memahami lebih jauh mengenai seluk beluk teknologi Polkadot dan manfaat multichain di artikel berikut. Tetapi intinya, arsitektur jaringan Polkadot yang "bercabang-cabang" memungkinkan satu proyek aplikasi terdesentralisasi di Polkadot untuk menggunakan dua jaringan berbeda di saat bersamaan, di mana masing-masing jaringan tersebut bisa berinteraksi satu sama lain.

Nah, dalam konteks Moonbeam, platform ini memungkinkan pengembang aplikasi di jaringan Ethereum untuk mengoperasikan aplikasinya yang berbasis bahasa pemrograman khusus Ethereum, Solidity, di ekosistem Polkadot. Imbasnya, pengembang bisa menempatkan aplikasinya yang dibangun di Ethereum ke jaringan Polkadot tanpa harus mengubah atau menulis kembali kode-kode pemrogramannya. 

Selain itu, pengembang juga tidak perlu memindahkan asetnya dari jaringan Ethereum ke jaringan Polkadot. Tak ketinggalan, proyek-proyek Moonbeam bisa bekerja dengan harmonis bersama pemrograman aplikasi antarmuka (API) web3 Ethereum dan Ethereum Virtual Machine (EVM).

Sebenarnya, selain memanfaatkan teknologi multichain Polkadot, pengembang aplikasi terdesentralisasi bisa memanfaatkan jaringan jembatan (bridge chain) ketika ingin melakukan fungsi interoperabilitas antara satu jaringan dengan jaringan lain.

Hanya saja, menggunakan bridge chain ternyata cukup ribet. Pengembang aplikasi harus memindahkan asetnya di jaringan sebelumnya ke jaringan jembatan untuk kemudian "diubah" (wrapped) ke aset yang berlaku di jaringan baru.

Hal ini rupanya membuat bridge chain menjadi target menggiurkan bagi beberapa oknum yang ingin mencuri aset kripto benrilai jumbo. Salah satu kasusnya terjadi pada Maret 2022, ketika aset kripto senilai US$650 juta raib dari jaringan bridge chain Ronin Network dan membuat peristiwa itu dikenang sebagai peretasan kripto terbesar sepanjang sejarah.

Mengenal Jaringan Anggota Ekosistem Moonbeam

Saat ini, terdapat empat jaringan yang menjadi anggota ekosistem Moonbeam, yakni:

  1. Moonbeam.
  2. Moonriver. Ini adalah jaringan uji coba (canary) Moonbeam yang dibangun di atas jaringan canary Polkadot bernama Kusama. Platform yang memanfaatkan teknologi serupa dengan Moonbeam ini digunakan oleh pengembang untuk mencoba kode-kode pemrograman baru sebelum digunakan di jaringan Moonbeam.
  3. Moonrock. Ini adalah jaringan uji coba (testnet) bagi Moonriver dan Moonbeam yang juga bertindak sebagai parachain di jaringan uji coba Polkadot bernama Rococo.
  4. Moonbase Alpha. Ini adalah parachain uji coba milik PureStake yang memungkinkan pengembang untuk mengetes kecocokan fitur-fitur Ethereum di jaringan Moonbeam.

Bagaimana Cara Kerja Moonbeam?

Menjejak Kembali Konsep Parachain

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Moonbeam adalah salah satu jaringan parachain Polkadot. Sobat Cuan bisa memahami lebih lanjut mengenai konsep parachain di artikel berikut.

Namun intinya, parachain sendiri merupakan jaringan blockchain lapisan pertama yang bisa beroperasi secara paralel dengan parachain lainnya sekaligus berkomunikasi dengan jaringan utama Polkadot. Tujuannya, agar proyek yang berada di parachain tersebut bisa mengimplementasikan fitur dan manfaat parachain lain sekaligus mendapatkan eksposur terhadap ukuran komunitas yang lebih besar.

Setiap parachain memiliki fungsi, desain, token, dan tata kelolanya sendiri. Tetapi, ia tetap menikmati tingkat keamanan tinggi yang disediakan oleh jaringan utama Polkadot dan tak perlu membangun komunitas validator transaksinya sendiri.

Pendiri Polkadot Gavin Wood mengibaratkan proses tersebut seperti kegiatan bekerja di kantor. Ia mengumpamakan parachain sebagai karyawan yang memiliki tanggung jawab tersendiri dan masing-masing "karyawan" tersebut akan melakukan rapat di jaringan utama Polkadot untuk mengoordinasikan pekerjaan mereka.

Lebih lanjut, setiap proyek yang ingin menjadi anggota parachain Polkadot harus melalui proses lelang. Kemudian, anggota komunitas Polkadot akan menentukan apakah proyek tersebut berhak menghuni parachain Polkadot atau tidak.

Jika mereka mendukung salah satu proyek untuk menjadi parachain, maka mereka akan "mengunci" token DOT miliknya di slot lelang yang dihuni sang calon proyek tersebut. Dalam kasus Moonbeam, sebanyak 200.000 anggota komunitas Polkadot telah "mengunci" lebih dari 35 juta keping DOT miliknya di slot lelang Moonbeam sebagai bentuk sokongan atas proyek tersebut.

Bagaimana Cara Kerja Moonbeam?

Dalam ekosistem Polkadot, finalisasi proses transaksi tetap dilakukan oleh validator yang berada di jaringan Polkadot. Namun, produksi blok transaksi di jaringan parachain tetap dilakukan oleh komputer-komputer (node) yang khusus berpartisipasi di dalamnya.

Dalam hal ini, jaringan parachain akan mengirimkan blok transaksinya ke validator melalui pengepul (collators) catatan transaksi. Kemudian, validator akan menentukan apakah blok-blok transaksi yang berasal dari pengepul tersebut sudah valid dan bisa dicatat di jaringan utama Polkadot.

Untuk lebih memahami mekanisme tersebut, Sobat Cuan bisa menyimak alur proses transaksi Moonbeam melalui ilustrasi berikut.

Dalam konteks Moonbeam, protokol akan mengumpulkan catatan aktivitas transaksi di jaringan dan menyerahkannya ke collators yang ditentukan berdasarkan sistem konsensus Nimbus. Operator yang ingin bertindak sebagai collators juga wajib mengunci minimal 100.000 token asli Moonbeam, GLMR, di jaringan Moonbeam.

Setelah itu, collators kemudian akan menyerahkan catatan-catatan tersebut ke validator untuk diverifikasi. Apabila validator sudah selesai memvalidasi transaksi, mereka akan menyerahkan kembali hasil kerjanya ke jaringan utama Polkadot. Jika hasil validasi transaksi itu tidak valid, maka jaringan utama Polkadot berhak menolak pengajuan pencatatan transaksi dari Moonbeam.

Manfaat Platform Moonbeam bagi Pengembang

Ringkasan Ekosistem Moonbeam beserta Manfaatnya. Sumber: Moonbeam

Memang, Moonbeam bukanlah satu-satunya platform yang menawarkan interoperabilitas antara jaringan Ethereum dengan jaringan lainnya. Namun, Moonbeam menawarkan beberapa manfaat yang mungkin tidak bisa didapatkan pengembang aplikasi dari platform lainnya. Berikut adalah beberapa manfaat tersebut!

1. Ekosistem yang Terus Berkembang

Komunitas Moonbeam saat ini memiliki lebih dari 100 protokol dan integrasi jaringan. Namun, angka tersebut bakal terus menggembung seiring waktu. Moonbeam bisa memperbesar ukuran komunitasnya lantaran telah mengintegrasikan API, oracles, aplikasi terdesentralisasi, keuangan terdesentralisasi, hingga dompet web3 ke dalam jaringannya.

Bahkan, pengembang di jaringan Ethereum juga bisa memanfaatkan jaringan Moonbeam sebagai gerbang untuk meningkatkan aspek interoperabilitasnya dengan parachain-parachain lain di jaringan Polkadot. Sehingga, pengembang Ethereum bisa memperluas cakupan pasarnya dan menggaet pengguna baru dengan lebih mudah.

2. Memiliki Kompatibilitas dengan EVM

Pengembang yang mengembangkan aplikasi berbasis bahasa pemrograman Solidity yang berjalan di atas Ethereum Virtual Machine (EVM) bisa memindahkannya ke Moonbeam tanpa perlu mengubah kode-kode pemrogramannya. Sebagai manfaatnya, pengembang bisa menikmati hal-hal berikut:

  1. Pengembang bisa menekan waktu dan ongkos untuk memindahkan smart contract-nya antar jaringan.
  2. Pengembang bisa mengakses berbagai perangkat, seperti Hardhat, Metamask, dan Waffle, untuk menciptakan aplikasi dengan sifat interoperabilitas tinggi.
  3. Pengguna aplikasi platform Moonbeam bisa mengakses dompet hingga bentuk integrasi lain yang terdapat di jaringan Polkadot.
  4. Dompet, alamat, hingga tanda tangan smart contract pengembang di jaringan Ethereum tetap akan valid di platform Moonbeam.

3. Memiiliki Kompatibilitas dengan Substrate

Substrate adalah kerangka kerja modular blockchain yang dimanfaatkan bagi pengembang untuk membangun blockchain yang sesuai dengan kebutuhannya menggunakan komponen daur ulang yang disebut Pallet. Kerangka kerja ini menggunakan bahasa pemrograman Rust dan paling banyak digunakan pengembang ketika membangun parachain di jaringan Polkadot.

Karena Moonbeam juga dibangun berdasarkan kerangka kerja ini, maka aplikasi yang terintegrasi dengan jaringan Moonbeam bisa menerima manfaat dari jaringan Polkadot dan Ethereum secara bersamaan.

Di samping itu, pengembang juga bisa menggunakan perangkat yang punya kompatibilitas dengan Substrate yang biasanya dimanfaatkan di Ethereum, seperti dompet, front-end development libraries, dan block explorers, di jaringan Moonbeam

4. Integrasi dengan Jaringan Lainnya

Beberapa jaringan jembatan telah terintegrasi dengan Moonbeam, seperti cBridge dan Multichain Swap Protocol, sehingga Moonbeam bisa memindahkan asetnya ke jaringan blockchain lain melalui jaringan jembatan tersebut dengan mudah.

5. Bahasa Smart Contract yang Mudah Dipahami

Meski Solidity adalah bahasa pemrograman utama di dalamnya, Moonbeam tetap mendukung bahasa pemrograman lain yang cocok dengan bytecode EVM.

6. Keunggulan Sebagai Salah Satu Parachain Pertama Polkadot

Sebagai salah satu parachain pertama yang menghuni Polkadot, Moonbeam bisa dibilang "mencuri start" dalam hal pengintegrasian aplikasi terdesentralisasi dan protokol yang terintegrasi dengan jaringan Polkadot. Makanya, tak heran jika proyek kripto terkenal seperti Chainlink hingga Sushiswap telah menjalin kerja sama dengan Moonbeam.

7. Mengatasi Masalah yang ada di Ethereum

Status Ethereum sebagai punggawa platform smart contract membuatnya ramai dijejali pengembang yang ingin menciptakan aplikasi terdesentralisasi di dalamnnya. Akibatnya, mereka pun harus mencari tempat "bernaung" lain yang punya fitur sama dengan Ethereum namun dengan lalu lintas jaringan yang lebih sepi.

Nah, sebagai solusinya, mereka bisa "pindah rumah" ke platform Moonbeam. Sebab, selain menyediakan fitur-fitur yang kompatibel dengan jaringan Ethereum, mereka pun bisa menciptakan aplikasinya dengan cepat dan biaya yang lebih efisien.

Bahkan, jika pengembang mau memanfaatkan Moonbeam, maka mereka juga bisa menikmati manfaat atas integrasi Moonbeam dengan protokol lainnya. Sebagai contoh, Moonbeam telah menjalin kerja sama dengan platform penghimpun data berbasis blockchain (oracle) The Graph, sehingga pengembang bisa menggunakan data milik The Graph ketika membangun aplikasinya.

Siapa Pihak yang Diuntungkan Atas Platform Moonbeam?

Kehadiran platform Moonbeam sejatinya menguntungkan empat kelompok pengguna yang terdiri dari:

  1. Pengembang proyek berbasis Ethereum. Pasalnya, mereka bisa menghindari masalah di jaringan Ethereum, seperti perkara skalabilitas dan biaya transaksi, ketika menciptakan aplikasi terdesentralisasi.
  2. Pengembang proyek berbasis Polkadot. Aplikasi Polkadot yang tak memiliki fungsi smart contract bisa meningkatkan kualitas aplikasinya melalui platform Moonbeam.
  3. Pengembang aplikasi yang ingin mengembangkan produk yang beroperasi secara lintas jaringan. Pengembang bisa menggunakan Moonbeam untuk menciptakan aplikasi terdesentralisasi yang mampu beroperasi di dua jaringan berbeda.
  4. Komunitas kripto. Mereka yang beraktivitas di banyak jaringan blockchain bisa memanfaatkan Moonbeam untuk menghubungkan aset-asetnya.

Keunggulan dan Kritik Terhadap Moonbeam

Sama seperti jaringan blockchain lainnya, platform Moonbeam punya keunggulan dan kelemahannya tersendiri. Berikut penjelasannya.

Keunggulan Moonbeam

  1. Solusi terhadap permasalahan jaringan blockchain pada umumnya, yakni masalah interoperabilitas.
  2. Moonbeam tidak memiliki pesaing langsung. Kendati demikian, terdapat beberapa platform yang menawarkan jasa serupa namun tidak identik dengan Moonbeam.
  3. Didukung oleh lembaga Web3 yang disokong dengan jumlah dana hibah yang melimpah.
  4. Didukung oleh pendanaan kuat yang berasal dari pemain penting kancah kripto seperti Binance Labs, Coingecko Ventures, ParaFi Capital, KR1, dan HashKey.
  5. Merupakan parachain pertama yang berfungsi di Polkadot.
  6. Didukung kuat oleh komunitas Polkadot.

Kritik

  1. Perkembangannya sangat tergantung dengan pertumbuhan ekosistem Polkadot. Akibatnya, Moonbeam bisa gagal berkembang jika hanya ada sedikit anggota komunitas kripto yang tertarik menggunakan Polkadot.
  2. Pengembang aplikasi berbasis Ethereum masih belum tertarik memanfaatkan platform Moonbeam lantaran mereka lebih doyan menggunakan jaringan lapis 2 Ethereum seperti Arbitrum dan Optimism.
  3. Suplai token yang tak terbatas.

Aspek Tokenomics Moonbeam

Platform Moonbeam memiliki token asli yang disebut dengan Glimmer (GLMR) yang digunakan sebagai pembayaran transaksi, pembayaran eksekusi smart contract, dan insentif bagi collators.

Saat ini, Moonbeam sendiri tidak membatasi jumlah pasokan GLMR di pasar. Malahan, Moonbeam menargetkan tingkat pertumbuhan penerbitan token sebesar 5% per tahun dengan distribusi sebagai berikut:

  1. 1% didistribusikan bagi collators aktif.
  2. 1,5% dibagikan kepada wadah himpunan dana (Treasury) Moonbeam.
  3. 2,5% disebar kepada delegators, yakni pengguna yang melakukan staking atas GLMR dan menyediakan energi bagi collators.

Selain itu, GLMR juga bisa digunakan oleh komunitas Moonbeam untuk menentukan arah pengembangan platform tersebut di masa depan.

Secara lebih detail, dalam hal tata kelola jaringan, pengguna bisa menggunakan GLMR sebagai "surat suara" untuk menyetujui proposal pengembangan Moonbeam, menentukan prioritas pengembangan proyek Moonbeam ke depan, serta memilih anggota dewan pengawas Moonbeam. Seluruh pengembangan proyek di dalam protokol tersebut harus ditentukan melalui referendum.

Jika referendum itu disetujui, maka Moonbeam akan memberikan jeda waktu antara tanggal persetujuan hingga tanggal eksekusi. Hal ini dimaksudkan agar anggota komunitas Moonbeam yang tak setuju dengan hasil referendum itu bisa meninggalkan jaringan sementara mereka yang mendukung bisa mengunci tokennya selama rentang waktu tersebut.

Selain itu, ciri khas aspek Tokenomics GLMR adalah hadirnya "pembakaran" biaya transaksi. Saat ini, Moonbeam mengimplementasikan kebijakan untuk "membakar" 80% ongkos transaksinya dan mengirimkan sisanya ke wadah himpunan dana milik Moonbeam.

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?