Nadiem Tetapkan PPDB 2020, Atur Syarat Masuk Sekolah hingga Jalur Penerimaan Murid Baru

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) kembali mengeluarkan aturan baru. Setelah keputusan penghapusan Ujian Nasional pada 2021, kali ini Nadiem Makarim Mendikbud mengeluarkan aturan syarat masuk sekolah tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Aturan mengenai syarat masuk sekolah ini tercantum dalam Peraturan Mendikbud No. 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

nadiem makarim mendikbud
Sumber: Pacitanku.com

Selain mengatur sistem zonasi sekolah, Permendikbud dari Nadiem Makarim Mendikbud juga atur syarat masuk sekolah termasuk faktor usia calon siswa.

Beleid permen ini secara spesifik mengatur syarat masuk sekolah ditentukan oleh usia calon siswa dan beberapa dokumen pelengkap.

Mendikbud, Nadiem Makarim, juga menambahkan beberapa syarat lain untuk siswa berkebutuhan khusus dan siswa dari luar negeri.

Baca juga: Inovasi Nadiem: Hapuskan UN pada 2020 & Kembangkan Platform Pendidikan ‘Merdeka Belajar’

Syarat masuk sekolah tingkat TK, SD, SMP, dan SMA atau SMK

Berikut ini syarat masuk sekolah bagi calon siswa dari tingkat TK hingga SMA/SMK (kelas 10).

Syarat masuk sekolah tingkat TK

TK Kelompok A Berusia 5 tahun atau paling rendah 4 tahun
TK Kelompok B Berusia 6 tahun atau paling rendah 5 tahun

Syarat masuk sekolah tingkat SD (Kelas 1)

Usia masuk minimum ·       Sekolah wajib menerima siswa yang berumur 7-12 tahun

·       Paling rendah berusia 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan

Persyaratan khusus, bagi siswa dengan potensi kecerdasan atau bakat istimewa dan siap secara psikis (dengan rekomendasi tertulis psikolog profesional) ·       Diperbolehkan masuk SD pada usia minimal 5 tahun 6 bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan bila siswa atau anak memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional

·       Jika tidak ada rekomendasi dari psikolog, bisa diperoleh melalui dewan guru sekolah.

Syarat masuk sekolah tingkat SMP (Kelas 7)

Usia masuk minimum Berusia maksimal 15 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan
Melampirkan ijazah SD/sederajat Memiliki ijazah SD/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan siswa telah menyelesaikan kelas 6 SD

Syarat masuk sekolah tingkat SMA/SMK (Kelas 10)

Usia masuk minimum Berusia maksimal 21 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan
Melampirkan ijazah SMP/sederajat Memiliki ijazah SMP/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 9 SMP
Untuk SMK dengan bidang keahlian tertentu Untuk SMK dengan bidang keahlian, program keahlian, atau kompetensi keahlian tertentu dapat menetapkan tambahan syarat khusus dalam penerimaan siswa baru kelas 10.

 

Baca juga: Tiga Sebab Tingginya Anggaran Pendidikan Indonesia

syarat masuk sekolah
Sumber: WM

Selain soal syarat masuk sekolah secara umum, beleid tersebut juga mengatur syarat masuk bagi siswa penyandang disabilitas/siswa berkebutuhan khusus.

Siswa dengan kebutuhan khusus dikecualikan dari syarat usia dan ijazah atau dokumen lain yang dipersyaratkan dalam tabel di atas.

Demikian pula bagi siswa yang berasal dari sekolah di luar negeri dan hendak melanjutkan sekolah di sekolah lokal, Mendikbud Nadiem Makarim menetapkan beberapa syarat lain, yakni:

Syarat masuk sekolah untuk siswa berkebutuhan khusus

Melampirkan dokumen pelengkap Melampirkan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak berwenang
Legalisasi dokumen dari pihak berwenang Akta kelahiran atau surat lahir tersebut dilegalisir lurah atau kepala desa atau pejabat setempat lain yang berwenang sesuai dengan domisili siswa
Penetapan usia minimal ditentukan oleh sekolah di daerah masing-masing Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, serta berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar boleh menetapkan syarat usia lebih tinggi dari yang sudah disebutkan di atas

Syarat masuk sekolah untuk siswa dari sekolah luar negeri

Selain memenuhi syarat umum untuk masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK, melampirkan pula surat keterangan Para calon siswa WNI atau WNA Kelas 7 SMP atau Kelas 10 SMA/SMK yang berasal dari sekolah di luar negeri, selain harus memenuhi syarat masuk SMP dan SMA/SMK, wajib pula menyerahkan surat keterangan dari direktur jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah
Wajib mengikuti matrikulasi pendidikan bahasa Indonesia Matrikulasi pendidikan Bahasa Indonesia paling singkat 6 bulan yang diselenggarakan oleh sekolah.

 

Baca juga: Menyiapkan Pendidikan Anak? Cek 3 Tabungan Pendidikan Terbaik Ini

Selain aturan umum, penerimaan siswa baru nantinya dalam empat jalur

penerimaan siswa baru
Sumber: iStock

Mendikbud Nadiem Makarim juga mengatur penerimaan murid baru (PPDB) tahun depan dengan empat jalur atau sistem:

#1 Penerimaan Murid Baru Jalur Zonasi

Penerimaan siswa ditentukan berdasarkan tempat tinggal atau radius zona terdekat dari sekolah. Kuota minimal yang ditetapkan sebanyak 50% dari daya tampung sekolah. Pada jalur zonasi ini, sekolah wajib menerima siswa yang tidak mampu secara ekonomi ataupun siswa berkebutuhan khusus.

Nadiem Makarim mengungkapkan, zonasi ini sangat penting untuk mengatur pemerataan kualitas sekolah dan peserta didik. Selain itu, ia juga menitikberatkan kualitas ini pada komposisi guru di suatu daerah.

#2 PPDB Jalur Afirmasi

Jalur ini ditujukan bagi siswa dari keluarga dengan ekonomi tidak mampu. Jalur afirmasi tidak lagi menggunakan syarat keterangan tidak mampu (SKTM), tetapi juga melampirkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kuota sebanyak 15% dari kapasitas sekolah.

#3 Penerimaan Murid Baru Jalur Perpindahan Tugas Orangtua/Wali

Pada jalur PPDB perpindahan tugas orangtua atau wali ini, tersedia kuota sebanyak 5% dari kapasitas sekolah. Jalur ini diperuntukkan bagi siswa yang harus pindah tempat tinggal karena orangtua atau walinya dipindahtugaskan ke daerah lain. Syarat pendaftaran adalah menyediakan bukti surat penugasan dari instansi atau kantor tempat orang tua atau walinya bekerja.

#4 PPDB Jalur Prestasi

Siswa berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah negeri favorit dapat menggunakan jalur ini. Syaratnya adalah melampirkan hasil UN atau USBN, penghargaan di bidang akademik dan non-akademik, baik tingkat nasional maupun internasional. Kuota penerimaan siswa jalur ini sebanyak 30%.

Sumber: Kompas, Cermati

Simak juga:

Trik Menghadapi 7 Soal Psikotes yang Lazim Kamu Jumpai Saat Rekrutmen

Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

Emas atau Perak, Pilihan Investasi Logam Manakah yang Lebih Menguntungkan?

Investasi di Perfilman Indonesia dengan Patuangan Rp10.000 Aja, Mau?

Perusahaan Start Up Ramai Pilih Co-Working Space, Apa Alasannya?

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here