Biar Nggak Didenda, Ini 11 Langkah Lapor Pajak SPT Tahunan yang Mudah

Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT tahunan) harus disampaikan setiap tahunnya dengan batas waktu paling lambat 31 Maret. Setiap warga negara yang bekerja dan memperoleh penghasilan wajib mengisi formulir SPT tahunan ini.

Kini, pelaporan SPT tahunan ini lebih mudah dan praktis dilakukan. SPT PPh Orang Pribadi dapat dilakukan lewat daring melalui e-Filing (electronic filing).

formulir spt tahunan

Pelaporan SPT tahunan mensyaratkan pekerja atau pengusaha dengan penghasilan di atas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) mengisi formulir SPT tahunan.

Supaya tidak bingung untuk mengisi formulir tahun ini, berikut ini solusi bagimu mengisi formulir SPT tahunan.

Baca juga: Mau Jadi Warga Tertib Pajak? Ikuti 5 Langkah Lapor SPT Online Ini

Pilih formulir SPT tahunan yang sesuai dengan statusmu

Jika penghasilan kurang dari Rp60 juta/tahun

Bila penghasilanmu kurang dari Rp 60 juta per tahun, maka jenis SPT yang perlu kamu gunakan untuk melakukan pelaporan SPT tahunan adalah:

  • 1770SS untuk Pegawai/Karyawan
  • Kategori 1770 untuk Pegawai dengan penghasilan lain
  • 1770 untuk Bukan Pegawai

Untuk penghasilan di atas Rp60 juta/tahun

Bila penghasilanmu di atas Rp 60 juta per tahun, maka jenis SPT yang perlu kamu gunakan untuk melakukan pelaporan SPT tahunan adalah:

  • 1770S untuk Pegawai/Karyawan
  • 1770 untuk Pegawai dengan penghasilan lain
  • 1770 untuk Bukan Pegawai

Kesemua jenis formulir ini bisa diunduh lewat tautan https://www.pajak.go.id/laporSPT, kamu bisa pilih formulir SPT sesuai dengan statusmu.

Sediakan dokumen yang diperlukan

Untuk melaporkan SPT tahunan, berikut ini dokumen yang perlu kamu sediakan:

Kategori SPT Tahunan PPH (sangat sederhana/SS) atau 1770SS

Dokumen yang diperlukan berupa:

  • Bukti potong 1721 A1 (untuk pegawai swasta)
  • Serta bukti potong 1721 A2 (untuk pegawai negeri)

SPT Tahunan PPh (Sederhana/S) atau 1770 S

Untuk kategori ini, kamu perlukan dokumen berupa:

  • Bukti potong 1721 A1 (untuk pegawai swasta)
  • Serta bukti potong 1721 A2 (untuk pegawai negeri)

SPT Tahunan PPh Jenis 1770

Kategori ini memerlukan dokumen berupa:

  • Penghasilan lain di luar pekerjaan
  • Bukti potong A1/A2
  • Neraca dan laporan laba-rugi (pembukuan)
  • Rekapitulasi bulanan peredaran bruto dan biaya (norma)

Baca juga: Cairkan Saldo JHT dari Rumah, Ini 5 Cara Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Online

Cara mengisi laporan SPT tahunan pajak penghasilan pribadi pegawai/karyawan

Kamu perlu mendaftarkan diri dengan akses Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Online untuk melaporkan SPT tahunan. Pendaftaran bisa kamu lakukan lewat https://djponline.pajak.go.id/account/login

Untuk mengisi formulir SPT tahunan atau melakukan e-Filing, kamu harus punya EFIN atau Electronic Filing Identification Number. Nah, bila kamu sudah punya nomor EFIN, kamu bisa melakukan pelaporan pajak secara daring.

Nomor EFIN ini akan dikirimkan ke surelmu, tapi apabila kamu tidak bisa melakukan pendaftaran daring, kamu bisa pergi ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dan bawa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk isi formulir aktivasi EFIN.

Jika kamu sudah miliki akun, maka kamu tinggal ikuti langkah berikut ini:

#1 Akses laman resmi DJP online

Buka laman https://djponline.pajak.go.id, ketik nomor NPWP dan password sertakan kode captcha untuk login

#2 Pilih e-Filing atau e-Form

Setelah kamu masuk ke laman One-stop Tax Services, kamu akan diberi akses untuk mengisi e-Filing atau e-Form. Pengisian e-Filing mensyaratkan koneksi internet yang stabil, sementara untuk mengisi e-Form komputermu tidak harus terkoneksi ke internet.

Gunakanlah akses e-Filing utuk isi akses formulir SPT tahunan.

#3 Mulai bikin SPT tahunan

Ketika sudah muncul laman baru E-Filing SPT, klik “Buat SPT” di bagian pojok kanan atas

#4 Jawab pertanyaan yang disediakan di formulir 

Ikuti langkah berikutnya dan jawab pertanyaan yang tertera dalam laman, sesuai dengan yang sebenarnya, hingga semua pertanyaan terjawab.

#5 Pilih formulir yang akan digunakan

Seperti yang dijelaskan di awal, jika gajimu di atas Rp60 juta per tahun, maka kamu bisa memilih pengisian SPT “Dengan Bentuk Formulir” atau “Dengan Panduan”, maupun “Dengan Upload SPT”. Bila sudah, akan muncul informasi SPT 1770S yang bisa kamu klik.

Baca juga: Bayar Iuran Bulanan? Ini 5 Cara Efisien Bayar BPJS Kesehatan

#6 Isi data formulir SPT

Setelah kamu masuk ke laman baru yang menuntunmu mengisi formulir, isilah formulir sesuai petunjuk. Pilih tahun SPT Pajak, lalu pilih status PT di “Normal”, dan klik “Langkah Berikutnya”.

#7 Isi lampiran II dan lampiran I/bagian kolom harta

Isilah “Lampiran II”, halaman daftar pemotongan/pemungutan PPh oleh Pihak Lain dan PPh yang Ditanggung Pemerintah. Di sini, akan tertera secara otomatis nama pemotong/pemungut pajak alias perusahaan tempatmu bekerja, dan keterangan lain hingga berisi jumlah nominal potongan pajak.

Pada lampiran I atau bagian kolom harta, kamu akan diminta untuk memberi keterangan tentang sejumlah harta seperti tabungan, deposito, investasi, uang tunai yang tersimpan di rumah, dst. Untuk bagian ini, jawab “Ya” pada halaman pertanyaan “Apakah Anda Memiliki Harta?”

Klik icon “Tambah+” pada pojok kanan atas, berikutnya muncul kolom baru yang perlu diisi dengan benar.

Isi harta kekayaan apa saja yang kamu punyai, lalu pilih “Simpan”. Klik “Langkah berikutnya”.

Pada halaman berikutnya, akan muncul pertanyaan “Apakah Anda memiliki utang?” bila kamu punya utang, sebutkan apa saja, termasuk KTA, KPR, dll kecuali kartu kredit.

#8 Masuk ke kolom induk

Pada bagian ini, kamu bisa isi identitasmu sesuai dengan status, apakah “Tidak Kawin/Kawin”. Lalu lanjutkan ke langkah berikutnya, “Lanjut ke A”.

Baca juga: Mau Cairkan JHT? Cek Dulu Saldo BPJS TK-mu dengan 3 Cara Mudah Berikut

#9 Isi setiap kolom sesuai dengan kondisi

Lakukan pengisian sesuai petunjuk, mulai dari “Pengisian Netto”, “Penghasilan Kena Pajak”, “PPh Terutang”, “Kredit Pajak” (jika ada), “PPh Kurang/Lebih Bayar” (jika ada), “Angsuran PPh Pasal 25 Tahun Pajak Berikutnya” (jika ada).

Centang kolom “Setuju/Agree” pada bagian “Pernyataan”, lalu klik “Langkah berikutnya”.

#10 Informasi SPT nihil

Jika semua langkah pengisian sudah benar, maka tahap terakhir akan muncul informasi bahwa SPT kamu “Nihil”.

#11 Pengiriman token dan kode verifikasi

Setelah semua urutan tuntas, periksalah email yang terdaftar, pihak DJP mengirimkan token untuk verifikasi pelaporan SPT kamu. Lalu, masukkan kode verifikasi di bagian kolom yang tersedia di bagian bawah. SPT kamu siap dikirim setelah kamu klik kolom “Kirim SPT”, dan lalu kolom “Selesai”.

Dengan melaporkan SPT tahunan secara rutin, maka kamu telah berkontribusi menyumbangkan pajak kepada negara untuk membangun infrastruktur bersama. Yuk, jadi warga negara yang taat pajak demi mendukung kesejahteraan bersama!

Sumber: Cermati

Simak juga:

Penebangan Liar Hingga Prostitusi, Ini 5 ‘Barang’ Pasar Gelap Indonesia yang Hasilkan Triliunan Rupiah

3 Kasus Gelembung Aset dalam Sejarah Investasi yang Perlu Kamu Tahu!

Jualan Drone, Frank Wang Berhasil Raup Keuntungan Hingga Rp 27 Triliun

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here